Page 39 - al kasyfu wa tabyin
P. 39
38 al kasyfu wa tabyin
Kemudian ia dilemparkan di sekeliling gajah dan gajah mendorongnya hingga ia mati
terbunuh.
2. Golongan Kedua.
Orang yang lebih parah tertipunya, mereka sulit mengikuti tradisi dalam memakai pakaian
keseharian, suka makan, suka menikah, dan rumah mewah. Mereka ingin menunjukkan
sisi kesufiannya tetapi cara berpakaiannya jauh dari cara berpakaiannya ahli tasawuf.
Ahli tasawuf tidak memakai sutera dan baju berbahan sutera, tetapi mereka malah
memakai pakaian yang berkelas, handuk yang lembut, serbet yang indah dan sajadah
yang berwarna-warni. Karena serbet yang indah harganya lebih mahal dari harga sutera.
Mereka juga tidak menjauhi maksiat yang lahir apalagi yang batin.
Mereka hanya ingin hidup bahagia dan makan dari harta para penguasa, mereka kira hal
itu baik baginya. Bahaya yang ditimbulkan oleh mereka jauh melebihi bahayanya seorang
pencuri karena mereka bisa mencuri hati orang lain melalui pakaian yang lekat pada
tubuhnya sehingga ia pun diikuti oleh orang lain dan inilah yang menjadikan sebab
mereka tertipu.
Jika dikuak dari awal, dapat diambil kesimpulan bahwa mereka seolah-olah adalah ahli
tasawuf tapi sejatinya mereka sendiri justru berseberangan dengan ajaran sufi.
3. Golongan Ketiga.
Orang yang mengaku telah mencapai derajat kasyaf, bisa melihat kebenaran yang hakiki,
mengaku telah melampaui banyak level, wushul, dan komitmen dengan ainussyuhud,
serta sampai pada maqom taqarrub dengan Allah.

