Page 37 - al kasyfu wa tabyin
P. 37
36 al kasyfu wa tabyin
Padahal senang terhadap hal yang baik adalah termasuk sifat yang terpuji, karena hal itu
dapat mendorongnya untuk beramal yang baik. Tetapi apabila ia tidak ada rasa terdorong
untuk berbuat baik, maka tidak ada kebaikan baginya menghadiri majelis itu.
Terkadang mereka tertipu terhadap nasihat yang didengarnya. Dirinya telah dirasuki oleh
perasaan sebagaimana perasaan wanita lalu ia menangis. Terkadang ia mendengarkan
suatu kalimat yang menakutkan sehingga raut mukanya selalu pucat pasi sambil
berucap, “Ya Allah Yang Maha Memberi Selamat, selamatkanlah aku, aku berlindung
kepada-Mu, segala puji bagi-Mu, dan Engkau cukup bagiku, tidak ada daya dan kekuatan
kecuali dengan izin-Mu”.
Mereka kira telah melakukan kebaikan seluruhnya tetapi mereka tertipu. Ibarat orang
sakit yang mendatangi rumah dokter dan mendengarkan obat yang dijelaskan oleh dokter
tetapi ia tidak fokus dan tidak sungguh-sungguh dalam melakukannya. Dia mengira akan
cepat sembuh. Begitu juga ibarat orang lapar yang ingin mendatangi tempat orang yang
suka makan makanan lezat (tetapi ia tidak mampu mewujudkannya).
Setiap nasihat yang tidak akan dapat mengubah sifatmu kecuali kamu mau
mengubahnya sehingga kamu dapat menerima nasihat Allah dan berpaling dari dunia
dan menerima dengan penerimaan yang serius.
Dan jika kamu tidak melaksanakan nasihat tersebut, maka akan membuatmu banyak
alasan yang memberatkanmy sendiri apalagi jika kamu menganggap nasihat itu sebagai
perantara kebaikan tetapi kamu sendiri tidak mau melakukannya. Maka kamu adalah
orang yang tertipu.
D. Kelompok Keempat; Abli Tasawuf.
1. Golongan Pertama.

