Page 43 - al kasyfu wa tabyin
P. 43

42   al kasyfu wa tabyin



               Tujuannya tak lain adalah sombong dan memperbanyak harta. Mereka memperlihatkan

               tujuannya  agar  mendapat  pelayanan  dan  pengikut.  Lalu)  dengan’  itu.  mereka
               mengumpulkan  barang  haram  dan  syubhat  untuk  disalurkan  kepada  para  sufi  agar

               pengikutnya bertambah banyak dan namanya semakin tersebar.


               Sebagian mereka menjilat harta para penguasa dan menyalurkannya untuk dana haji

               para  sufi.  Mereka  mengira  tujuannya  adalah  termasuk  kebaikan  dan  sedekah.
               Sedangkan yang melatarbelakangi semua itu adalah sifat riya dan cari perhatian.


               Semua itu dilakukan tetapi mereka abai terhadap semua perintah Allah, suka mengambil

               barang haram kemudian menyedekahkannya.


               Misalnya  seperti  orang  yang  menyedekahkan  uang  haram  untuk  dana  haji  bagaikan

               orang yang mendirikan masjid kemudian mengotorinya dengan dalih bahwa usahanya
               adalah untuk memakmurkan masjid.


               7. Golongan Ketujuh.



               Orang yang menghabiskan waktunya hanya untuk bermujahadah, memperbaiki akhlak
               dan menyucikan diri dari aib. Mereka memperdalamnya dengan selalu membahas halhal

               yang berkaitan dengan penyakit-penyakit hati, mengetahui segala risiko dan cara kerja
               tipuan  itu  terhadap  mereka.  Di  setiap  kondisi  mereka  sibuk  menjaga  diri  dari  segala

               penyakit hati dan mencari pembicaraan yang detail terkait dengan malapetaka hati.


               Mereka berkata, “Ini merupakan penyakit dalam hati”, sedangkan mereka lalai dari aib

               yang ada di dalam dirinya yang juga terdapat aib. Mereka malah sibuk mencari kalimat
               yang rancu hingga waktunya terbuang sia-sia seakan-akan dirinya mampu berdiri sendiri

               tanpa peduli dengan siapa Tuhan yang menciptakannya.


               Ibaratnya bagai orang yang yang seenaknya pada saat melakukan ibadah haji dan segala

               ritualnya tetapi tanpa memakai protokol yang telah ditentukan sehingga hajinya sia-sia.
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48