Page 45 - al kasyfu wa tabyin
P. 45

44   al kasyfu wa tabyin





               Hal  ini  sebagai  isyarat  dalam  firman  Allah  tentang  Nabi  Ibrahim  yang  mencari  siapa
               Tuhannya dan berkata, “Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah

               bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku”, maka ketika bintang itu terbenam ia berkata,
               “Aku tidak suka kepada yang terbenam””. Sungguh banyak sekali hijab yang ada pada

               maqom ini.


               Adapun hijab yang pertama antara seorang hamba dan Tuhannya adalah hatinya. Ini

               merupakan  sesuatu  yang  bersifat  illahi  yang  agung,  ia  adalah  satu  cahaya  dari
               banyaknya cahayacahaya Allah yaitu rahasia hati (sirrul qalbi) yang di dalamnya jelas

               ada hakikat dari segala kebenaran, sehingga ia dapat mengetahui apa saja yang terjadi

               di alam semesta.


               Pada saat itu, cahaya orang tersebut memancar dengan dahsyat, semua hal yang wujud
               akan terlihat. Fase ini adalah fase pertama kali ia ditutupi dengan cahaya yang menutupi

               dirinya sendiri.


               Tatkala cahaya ini tampak sehingga terbukalah keindahan hati setelah sinar Allah sampai

               kepadanya, orang yang memiliki hati tersebut terlena dengan yang dialaminya karena
               telah melihat keindahan hatinya melebihi apa yang dia takutkan. Dengan demikian ia

               akan berkata, “Akulah al-Haq”. Jika ia tidak paham dengan apa yang ada di baliknya dan
               dia berhenti di situ, maka ia celaka.



               Dengan  mata  inilah  orang-orang  nashrani  melihat  Nabi  Isa  al-Masih  ketika  mereka
               melihat pancaran cahaya Allah kepada Nabi Isa. Tetapi mereka salah, bagai orang yang

               melihat cahaya dari cermin atau air, mereka mengira cahaya dalam cermin itu adalah
               cahaya yang sebenarnya (padahal bukan, lalu mereka mengulurkan tangannya untuk

               meraih cahaya tersebut. Mereka ini telah tertipu.


               Ada  banyak  macam  tipuan  bagi  orang  yang  menuju  kepada  Allah  dan  tak  terhitung

               banyaknya. Kecuali setelah semua ilmu yang samar menjadi jelas. Karena itulah tidak
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49