Page 57 - Ekoteologi-Banjar
P. 57
EKOTEOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
NAMA : Muhammad Mahbub Anshari, S.H.I
Assalamu alaikum wr wb.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 30:
َ ٰۤ
َ
ّ َ
َ
َ ْ
َ
َ َ َ
ْٓ ُ َ
ٰۤ ّ
َ
َ
َ َ
ُْ
َ
َ َ
َ
َ
َ
َ َ
َ
َ
ّ َ
َ ُْ َ
سدقنو ك ِ دمحب ِ حبسن نحنو ءامدلا ك ِ فسيو اهيف ِ د ِ سفي نم اهيف ِ لعجتا اولاق ةفيلخ َ ِ ضرلْا ِ ف ل ِ عاج َ نا ّ ِ ِ ةك ِٕ ىلملل ِ كبر لاق ذاو
ِ
ِ
َ َ َ َ َ َ ْٓ ّ َ َ َ َ َ
٣٠ نوملعت ام ل ملعا نا ِ لاق كل
ِ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di
bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan
darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Kita perlu pahami bahwa masalah lingkungan bukan hanya persoalan ilmu pengetahuan dan karena motif
ekonomi. Kerusakan lingkungan bisa disebabkan persoalan moral, spiritual, dan keagamaan yang
menuntut tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal. Hidup adalah Pilihan, Tentukan yang Terbaik
Dalam Islam, alam merupakan anugerah Allah yang sangat bermanfaat dan vital karena merupakan
ciptaan yang harus dirawat, dihormati dan bukan semata menjadi objek eksploitasi. Oleh karena itu,
dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 30 tadi, kita sebagai manusia diberi kedudukan sebagai khalifah
atau pengelola bumi yang wajib menjaga dan memakmurkannya. Tanggung jawab ini menegaskan bahwa
merawat dan melestarikan alam merupakan bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah.
Merusak lingkungan merupakan bentuk pelanggaran terhadap amanah Allah, karena dampaknya tidak
hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan makhluk lain dan keadilan sosial. Oleh
karena itu penting untuk menguatkan nilai-nilai ekoteologi dalam setiap individu. Dalam Islam, nilai-nilai
ekoteologi tercermin jelas melalui ajaran Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah. Al-Qur’an jelas melarang kita
membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A'raf ayat 56:
َ ْ َ ّ ٰ َ َ َ َّ َ ً َ َ َّ ً َ َ َ َ َ َ َ َ َ
٥٦ ي ِ ن ِ سحملا نم بيرق ِ للّا تمحر نِا اعمطو افوخ هوعداو اه ِ حلَصا ِ دعب ضرلْا ِ ف اود ِ سفت لو
Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya
dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang
berbuat baik.”
Rasulullah juga memberikan teladan pelestarian lingkungan, seperti anjuran menanam pohon meski hari
kiamat hampir tiba, menjaga kebersihan air, dan larangan menebang pohon sembarangan bahkan di
tengah peperangan. Semua itu menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari etika
Islam yang luhur.

