Page 60 - Ekoteologi-Banjar
P. 60
Kedua, pengelolaan sampah yang bijak.
Islam mengajarkan tanggung jawab terhadap apa yang kita hasilkan. Sampah harus dipilah,
dikurangi, dan jika memungkinkan didaur ulang.
Ketiga, penghijauan dan pelestarian alam.
Rasulullah bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia,
atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa menanam pohon adalah amal jariyah yang sangat dianjurkan.
Keempat, hemat energi dan air.
Bahkan dalam berwudhu, Rasulullah mencontohkan penggunaan air secara hemat. Ini
menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sebagai tindak lanjut, Gerakan KUA Hijau dapat diwujudkan melalui langkah-langkah berikut:
Membuat program rutin kebersihan di lingkungan KUA, Menyediakan tempat sampah terpilah,
Menanam tanaman di sekitar kantor, Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, Memberikan
edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Perlu kita sadari bahwa
menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi
tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam dan sebagai khalifah di muka bumi.
Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Namun jika kita merusaknya, maka
dampaknya akan kembali kepada kita sendiri, baik dalam bentuk bencana, penyakit, maupun
kerusakan ekosistem.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan Gerakan KUA Hijau ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, keluarga,
dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, dan dari
sekarang.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan untuk menjaga amanah ini dan
menjadikan setiap langkah kita sebagai amal ibadah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

