
Aku adalah jejak-jejak yang
terpinggirkan
Di balik padatnya manusia, aku tetap ada
dan mungkin akan selalu terpinggirkan
Aku hanya dipuja bila tiada
Terkadang,
Aku malah dibuang
Tetapi bila aku lenyap, maka lenyaplah mereka
Aku tak tega
Aku sanggup mengabdi untuk mereka
dan aku harap
mereka mau menyayangiku
mereka mau merawatku
seperti mereka mencintai gedung-gedung kantor mereka
seperti mereka menjaga semua gadget mereka
Karena aku tahu,
aku bisa membawa senyuman dan juga tangisan bagi mereka
Puisi tersebut terinspirasi saat terjadinya banjir di
berbagai daerah di seputaran Palembang. Banyaknya lubang
pada jalan juga menyebabkan beberapa kecelakaan.
Terlihat rumah-rumah pasrah terendam banjir, namun
banyak juga anak kecil yang kelihatan girang bermain air
dan perahu.
Goa Harimau
Langkah-langkah Menyusun Rencana Bisnis
Masopala
Para Dewa Masak dan Fungsi Makanan
Sholat Jamaah Yuk!
Taylor Swift Songs' Are True Stories
Waspada Keram Perut Tiba-tiba!
Youth Conference dan A.Fuadi
Silent Reading
Kantin SA Palembang
10 Kesalahan yang
Sering Dilakukan Saat Sholat
Camp
Rumah Liar