|
|
![]() |
HOME |
TULISAN BERIKUTNYA => 1 2 3 4 5 STOP |
|
|
|
|
1. Model Epidemi
Penyakit Tanaman Epidemi terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan dan perkembangan suatu populasi patogen pada atau dalam populasi inang. Pada banyak kasus, patogen akan dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain oleh vektor maupun pembawa (carier) lainnya. Selain itu, banyak kasus bahwa patogen dapat bertahan pada suatu tempat dalam keadaan laten. Tempat patogen bertahan dalam keadaan laten disebut reservoir. Sebagai contoh Pseudomonas solanacearum, menyerang tanaman dari kelompok Solanaceae, menyebabkan penyakit layu dan |
|
|
dapat
bertahan pada tanaman jagung. Jadi Solanaceae merupakan tanaman inang dan
tanaman jagung merupakan reservoir dari.
Pseudomonas solanacearum. Suatu epidemi terdiri dari serangkaian daur atau rantai infeksi yang menunjukan . . . . . . . . . 2. Pendekatan
patometri Di muka sudah dinyatakan bahwa epidemi diartikan sebagai pertumbuhan populasi patogen dalam populasi inang. Kata ‘tumbuh’ dapat mempunyai arti bertambahnya sesuatu selama periode waktu tertentu yang diekspresikan dalam unit tertentu dari sesuatu tersebut. Untuk |
|
|
mengetahui bertambah atau tidaknya sesuatu tersebut perlu diukur dan dihitung. Dalam menghitung jumlah uang, biasanya kita menggunakan satuan sebagaimana kalau kita menghitung modal uang, kita hitung menggunakan satuan rupiah atau dolar atau satuan mata uang lainnya. Namun demikian perhitungan itu sendiri untuk membuat suatu perbandingan apakah yang kita hitung sama, lebih kecil atau lebih besar jika dibandingkan dengan pembanding yang kompatibel. Dengan alasan inilah yang membawa kepada perbandingan sejumlah . . . . . . . . |
|