HOME

TULISAN BERIKUTNYA =>             1                   3        4                STOP

TEORI PENDEKATAN EPIDEMI PENYAKIT TANAMAN

1.      Kerusakan dan kerugian tanaman sakit

Kalau kita dihadapkan dengan tanaman sakit, selalu terlintas pertanyaan tentang : berapa besar kerugian (loss) yang diakibatkan oleh penyakit tersebut? Pertanyaan tersebut berhubungan dengan hasil dan perlu tidaknya dilakukan pengendalian yang memerlukan biaya. Namun demikian, pertanyaan tersebut sering sulit terjawab atau mungkin dapat dijawab dengan kurang tepat secara kuantitatif dan sering pula jawabannya tergantung kepada “keinginan” yang bertanya dan yang menjawab, sehingga ada kecenderungan dibesar-besarkan atau sebaliknya . . . . . . . . . . . . . 

2.      Struktur dan pola epidemi penyakit tanaman

Epidemi berkembang sebagai akibat adanya interaksi dua komponen utama, yaitu: populasi tanaman rentan dan populasi patogen virulen  yang dipengaruhi oleh tiga atribut penentu, yaitu: lingkungan dan campur tangan manusia dalam kurun waktu tertentu. Interaksi tersebut akan menghasilkan komponen utama ketiga, yaitu: penyakit. Oleh karena itu, epidemi penyakit tanaman mempunyai tiga komponen utama, yaitu: tanaman, patogen, dan penyakit, dan tiga atribut penentu, yaitu: lingkungan, manusia dan waktu. . . . . . .

3.       Perkembangan Epidemi

Suatu penyakit untuk dapat menjadi penting, dalam arti dapat menyebar pada areal yang luas dan berkembang menjadi epidemi yang hebat, maka harus terjadi kombinasi faktor-faktor lingkungan yang tepat dan penyebaran secara berulang-ulang dan dengan frekuensi tinggi ke areal yang lebih luas. Epidemi membutuhkan daur penyakit yang berulang-ulang sebelum patogen menghasilkan inokulum yang cukup untuk dapat menyebabkan penyakit yang merusak secara ekonomis pada lahan tersebut. Jika pada lahan yang bersangkutan telah tersedia populasi patogen yang besar, maka patogen tersebut akan menyebar ke lahan lain dan menyerang tanaman inang yang ada, sehingga dapat menimbulkan kerugian yang hebat dalam waktu pendek.

Epidemi penyakit tanaman dapat terjadi dalam satu rumah kaca atau lahan yang kecil, tetapi umumnya epidemi menyangkut perkembangan dan penyebaran patogen . . . . . . . . . . . . . 

4.      Ukuran keparahan penyakit

Ketika mengukur penyakit, seorang dapat tertarik mengukur hal-hal sebagai berikut:

1].      Terjadinya penyakit (disease incidence= insiden penyakit) atau luas penyakit (= luas serangan) atau persen penyakit (= persen serangan), yaitu berdasarkan kuantitas tanaman atau bagian tanaman yang sakit dibandingkan dengan kuantitas total, misalnya : daun, batang, cabang, atau buah yang memperlihatkan gejala.

2].        Berat atau intensitas penyakit (disease severiry), yaitu . . . . . . . . 

Ingin tulisan selengkapnya ?         Klik              YA          atau        TIDAK

Hosted by www.Geocities.ws

1