|
|
![]() |
HOME |
TULISAN BERIKUTNYA => 1 2 3 4 5 STOP |
|
1.
Kerusakan
dan kerugian tanaman sakit Kalau kita dihadapkan dengan tanaman sakit, selalu terlintas pertanyaan tentang : berapa besar kerugian (loss) yang diakibatkan oleh penyakit tersebut? Pertanyaan tersebut berhubungan dengan hasil dan perlu tidaknya dilakukan pengendalian yang memerlukan biaya. Namun demikian, pertanyaan tersebut sering sulit terjawab atau mungkin dapat dijawab dengan kurang tepat secara kuantitatif dan sering pula jawabannya tergantung kepada “keinginan” yang bertanya dan yang menjawab, sehingga ada kecenderungan dibesar-besarkan atau sebaliknya . . . . . . . . . . . . . |
|
|
2.
Struktur
dan pola epidemi
penyakit tanaman Epidemi berkembang sebagai akibat adanya interaksi dua komponen utama, yaitu: populasi tanaman rentan dan populasi patogen virulen yang dipengaruhi oleh tiga atribut penentu, yaitu: lingkungan dan campur tangan manusia dalam kurun waktu tertentu. Interaksi tersebut akan menghasilkan komponen utama ketiga, yaitu: penyakit. Oleh karena itu, epidemi penyakit tanaman mempunyai tiga komponen utama, yaitu: tanaman, patogen, dan penyakit, dan tiga atribut penentu, yaitu: lingkungan, manusia dan waktu. . . . . . . |
|
|
3.
Perkembangan Epidemi Suatu
penyakit untuk dapat menjadi penting, dalam
arti dapat menyebar pada areal yang
luas dan berkembang menjadi epidemi yang hebat, maka harus terjadi
kombinasi faktor-faktor lingkungan yang tepat dan penyebaran secara berulang-ulang dan dengan frekuensi tinggi
ke areal yang lebih luas. Epidemi membutuhkan daur
penyakit yang berulang-ulang sebelum patogen menghasilkan inokulum
yang cukup untuk dapat menyebabkan penyakit yang merusak secara ekonomis
pada lahan tersebut. Jika
pada lahan yang bersangkutan telah
tersedia populasi patogen yang besar, maka
patogen tersebut akan menyebar ke
lahan lain
dan menyerang tanaman inang yang ada, sehingga
dapat
menimbulkan kerugian yang hebat
dalam waktu pendek. Epidemi penyakit tanaman dapat terjadi dalam satu rumah kaca atau lahan yang kecil, tetapi umumnya epidemi menyangkut perkembangan dan penyebaran patogen . . . . . . . . . . . . . |
|
|
4.
Ukuran keparahan
penyakit Ketika
mengukur penyakit, seorang dapat tertarik mengukur hal-hal
sebagai berikut:
1].
Terjadinya penyakit (disease
incidence= insiden penyakit) atau luas penyakit (= luas serangan)
atau persen penyakit (= persen serangan), yaitu berdasarkan
kuantitas tanaman atau bagian tanaman yang sakit dibandingkan dengan
kuantitas total, misalnya : daun, batang, cabang, atau buah yang
memperlihatkan gejala. 2]. Berat atau intensitas penyakit (disease severiry), yaitu . . . . . . . . |
|