|
|
![]() |
HOME |
TULISAN BERIKUTNYA => 1 2 3 4 5 STOP |
|
Perkembangan penyakit (penyakit epidemik) terjadi karena interaksi yang tepat pada waktunya dari unsur-unsur yang mengakibatkan terjadinya penyakit tanaman. Unsur-unsur yang dimaksud yaitu: 1) tanaman inang yang rentan, 2) patogen yang virulen (ganas), 3) kondisi lingkungan yang menguntungkan interaksi, 4) campur tangan manusia dan 5) waktu interaksi |
|
|
Pada sistem alami, unsur yang dipertimbangkan dalam interaksi yang
menimbulkan terjadinya penyakit hanya tiga, yaitu tanaman inang
rentan, patogen virulen dan kondisi lingkungan yang menguntungkan
interaksi. Interaksi ini telah umum digambarkan sebagai skema segitiga
penyakit, sehingga konsep timbulnya penyakit yang menggunakan pertimbangan
tiga unsur ini disebut konsep segi tiga penyakit. Pada ekosistem
pertanian, aktivitas manusia
yang mungkin tanpa disadari dapat membantu timbul dan berkembangnya
penyakit atau bahkan sebaliknya secara |
|
|
efektif dapat menghentikannya pada kondisi yang mungkin secara alami
menimbulkan epidemi. Interaksi dalam ekosistem pertanian ini biasanya
digambarkan sebagai skema segi empat penyakit dan konsepnya disebut konsep
segi empat penyakit. Perkembangan penyakit menjadi jelas apabila diamati dalam rentang waktu yang cukup lama. Pengamatan dilakukan dari satu waktu ke waktu berikutnya, dari satu musim ke musim-musim berikutnya atau dari tahun ke tahun-tahun berikutnya. Hal-hal yang dipertimbangkan adalah kerentanan tanaman inang, virulensi patogen, serta lama dan intensitas faktor lingkungan. Oleh karena itu, proses epidemi penyakit secara alami, digambarkan sebagai skema limas segi tiga (tetrahedron) epidemi penyakit dengan menggunakan alas skema segi tiga penyakit dan unsur waktu sebagai tinggi limas. Pada ekosistem pertanian, proses epidemi penyakit digambarkan sebagai skema limas segi empat (piramida) epidemi penyakit. |
|