|
|
||||
|
|
||||
|
Nama Proyek : Pengembangan Sayuran Dingin Sektor : Pertanian Lokasi : Kabupaten Seram Bagian Barat
Latar Belakang Wilayah KAPET Seram yang luasnya sekitar 18.625 Km2 menyimpan berbagai potensi yang memerlukan investasi yang besar dalam pengembangannya, salah satu yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah potensi dibidang pertanian khususnya di wilayah dataran tinggi. Sektor pertanian masih memperoleh peranan strategis walaupun masih merupakan usaha pertanian rakyat. Pengembangan budidaya tanaman sayuran dingin di wilayah KAPET Seram dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat tepatnya di Desa Manusa dan Desa Riring. Luas lahan potensial (menyebar seporadis) yang dapat dimanfaatkan untuk sayuran dataran tinggi adalah sekitar 268,765 Ha(2,25%) dengan didukung oleh potensi agroklimat spesifik yang sesuai untuk dikembangkan beberapa jenis sayuran dataran tinggi yakni kentang dan kubis. Selain itu kedua desa ini terletak pada barisan pegunungan dengan ketinggian 400 – 724 m dpl. Barisan pegunungan ini merupakan faktor penghalang massa udara yang mempercepat proses kondensasi dan pembentukan awan. Adanya penghalang tersebut merupakan indikator bahwa daerah ini mempunyai curah hujan cukup tinggi dengan menempati zona agroklimat B1 yang dicirikan oleh 7 – 9 bulan dan periode keringnya lebih pendek dari 2 bulan, sehingga daerah ini mempunyai kemungkinan tanam sepanjang tahun. Sedangkan Lama penyinaran Surya jam/hari di kedua desa tersebut umumnya agak panjang, berkisar antara 5.2 jam (Maret) sampai 6.7 jam(Agustus). Sistem pertanian di kedua desa ini bersifat subsisten dimana tujuan utama petani adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anggota keluarganya serta bersifat tradisional dan belum ada sentuhan teknologi mengakibatkan produksi yang diperoleh masih sangat rendah, sehingga pendapatan masyarakat rendah pula. Pengembangan budidaya sayuran dataran tinggi kedepan merupakan salah satu kegiatan strategis yang berdampak luas dan jangka panjang. Sumber investasi diharapkan dapat diperoleh dari pihak swasta sedangkan peran pemerintah lebih dititik beratkan pada penyediaan wilayah dan infrastruktur serta memfasilitasi pelaksanaan pembangunan.
Tujuan Proyek
Lingkup Proyek : Proyek terdiri dari 2 fase yaitu fase (1) persiapan masyarakat petani, pembangunan berbagai sarana pendukung yang diperlukan (2) pengadaan peralatan/teknologi serta operasional.
Out Come Proyek :
Dampak/Keuntungan yang di harapkan :
Kelayakan Proyek : Berdasarkan Studi kelayakan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan usaha sayuran dingin khususnya kentang dan kubis di desa manusa dan riring di kabupaten Seram Bagian Barat secara ekonomis layak untuk diinvestasikan. Sedangkan secara finansial, yakni NPV untuk kentang bernilai positif serta IRR sebesar 59,36%(desa Manusa) dan 58,28(desa Riring), sedangkan untuk kubis NPVnya bernilai positif serta IRRnya 56,61%(desa Manusa) dan 56,45%(desa Riring), maka secara finansial pun usaha pengembangan sayuran dingin layak untuk diinvestasikan.
Perkiraan Biaya Proyek :
Pengaturan Keuangan : Investasi swasta/Donor, UKM, LSM Kerjasama : Pemerintah daerah, BP. KAPET Seram dan masyarkat lokal.
Pre Feasibility Study : Tersedia. |
||||
| BIODIESEL | ||||
| BIOETANOL | ||||
| JEMBATAN AMBSER | ||||
| IKAN KERAPU | ||||
| RUMPUT LAUT | ||||
| INDUSTRI | ||||
| SAYURAN DINGIN | ||||
SUMBER DAYA MANUSIA |
||||
REGULASI & KEGIATAN |
||||
| REGULASI | ||||
| KEGIATAN | ||||
| STAF BP KAPET | ||||
|
|
||||