|
|
||||
|
|
||||
|
Nama Projek : Pembangunan Jembatan Ambon – Seram Sektor : Perhubungan Lokasi : Kabupaten Seram Bagian Barat (Tanjung Sial – Negeri Lima)
Latar Belakang
Provinsi Maluku merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan jumlah pulau kecil terbanyak, yakni lebih dari seribu pulau. Bila dilihat dari definisi ukuran, maka pulau yang dikategorikan besar hanyalah pulau Seram, sedangkan Buru masih termasuk dalam pulau kecil. Bilai dilihat dari definisi jumlah penduduk, maka semua pulau di Provinsi Maluku termasuk dalam kategori yang kecil. Melihat dari definisi yang dikembangkan PBB tersebut, maka Provinsi Maluku dikenal sebagai Small Island Province (SIP).. Pada daerah small island alat transportasi laut menjadi salah satu factor kunci penentu keberhasilan pembangunan, namun alat transportasi tersebut apalagi yang bersifat tradisional tidak beroperasional secara kontinyu dengan frekwensi yang tetap karena oprasionalnya sangat ditentukan oleh kondisi musim atau cuaca. Oleh karena itu pada daerah small island perlu dikembangkan sarana transportasi yang dapat menghilangkan atau meminimumkan pengaruh musim atau cuaca.
Seram sebagai pulau yang terbesar di Provinsi Maluku, memiliki potensi darat dan laut yang besar dan dapat dikembangkan untuk menopang pengembangan wilayah lainnya. Pulau ini memiliki 3 Kabupaten (Seram Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur) terletak dekat dengan pulau Ambon yang didalamnya terdapat Kota Ambon sebagai Ibu Kota Provinsi. Di Provinsi Maluku, Kota Ambon merupakan satu-satunya Pintu Utama Keluar wilayah ini. Oleh karena itu aksesibiltas transportasi ke dan dari Kota tersebut sangat menentukan perkembangan pulau lainnya. Untuk mendukung dan mempercepat pengembangan pulau Seram sebagai pulau tersebesar dan sangat berpotensi untuk menopang pengembangan Provinsi Maluku maka peningkatan aksesibilitas transportasi mejandi satu keharusan yang utama disamping pengembangan sarana dan prasarana lainnya. Melihat kondisi seperti yang diuraikan tersebut, maka pengembangan jembatan antar pulau Ambon – Seram (AMBSER) dengan panjang kurang lebih 9 Km kedepan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Hal ini tentu didukung dengan adanya manusia, kendaraan dan barang yang berada di Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur dan Kota Ambon yang akan melintas menggunakan jembatan tersebut. Dengan prediksi yang pesimistis, maka diperoleh gambaran bahwa jumlah kenderaan yang akan melintasi jembatan tersebut berkisar 3.250 buah, dan dengan harga penyeberangan Rp.150.000 per kenderaan maka dalam jangka waktu 15 tahun akan diperoleh pendapatan kotor Rp.8,78 Triliun. Nilai investasi jembatan sepanjang kurang lebih 9 Km adalah Rp.6 Triliun. Gambaran data tersebut memperlihatkan bahwa kurang lebih dalam jangka waktu 15 tahun modal investasi sudah dapat dikembalikan.
Tujuan Projek :
Lingkup Projek : Pendekatan pembangunan Jembatan Ambon – Seram yang panjangnya kurang lebih 9 Km akan dilaksanakan dari dua titik, yaitu titik pulau Ambon dan titik pulau Seram, dikerjakan oleh 2 Kontraktor. Dengan pendekatan tersebut diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun (0.9 Km per tahun).
Out Come Projek
Dampak/Keuntungan Yang Diharapkan
Kelayakan Projek : Dengan pendekatan optimistis, jumlah kendaraan yang melewati jembatan Ambon – Seram di prediksikan per hari 3.250 buah. Jumlah tersebut hanya untuk kendaraan roda empat, tidak termasuk kendaraan roda dua dan penumpang. Harga satu kali penyeberangan untuk 1 kendaraan roda empat adalah Rp. 250.000. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari hanya kendaraan roda empat saja per tahunnya mencapai Rp. 0,2926 Trilun dan untuk melunasi biaya investasi sebesar Rp. 6 Triliun membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun. Waktu pengembaklian modal investasi tersebut tentu dapat lebih dipercepat apabila pendapatan dari kendaraan roda dua yang jumlahnya lebih besar dan penumpang juga dimanfaatkan untuk pengembalian modal pinjaman.
Perkiraan Biaya Proyek: Biaya pembangunan : Rp.6 Triliun, jangka waktu pembangunan 5 tahun.
Strategi Pembiayaan Strategi pembiayaan yang paling memungkinkan dilakukan ada beberapa alternative, yaitu :
Alternatif I :
Alternatif II :
Alternatif III :
Kerjasama: Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Sektor Swasta
Pre Feasibility Study : Tersedia
|
||||
| BIODIESEL | ||||
| BIOETANOL | ||||
| JEMBATAN AMBSER | ||||
| IKAN KERAPU | ||||
| RUMPUT LAUT | ||||
| INDUSTRI | ||||
| SAYURAN DINGIN | ||||
SUMBER DAYA MANUSIA |
||||
REGULASI & KEGIATAN |
||||
| REGULASI | ||||
| KEGIATAN | ||||
| STAF BP KAPET | ||||
|
|
||||