|
|
||||
|
|
||||
|
Nama Proyek : Budidaya Ikan Kerapu (Sistem KAJAPUNG) Sektor : Perikanan Lokasi : Wilayah KAPET Seram
Latar Belakang Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Seram letaknya sangat strategis karena terletak diantara Laut Banda dan Laut Seram yang memiliki potensi sumberdaya seperti ikan pelagis besar, pelagis kecil, ikan demersal, ikan karang, udang penaeid, lobster dan cumi-cumi. Menurut Pusat Riset Perikanan Tangkap DKP dan P3O LIPI (2001), wilayah pengelolaan perikanan (WPP) laut Seram termasuk Teluk Tomini sebesar 197.640 ton dengan tingkat pemanfaatan sebesar 33,46%. Untuk WPP Laut Seram, baik ikan pelagis besar, pelagis kecil, ikan demersal, dan ikan karang konsumsi masih berpeluang untuk dikembangkan dengan peluang pengembangan masing-masing adalah 64,83%, 68,52%, 61,67%, dan 62,96%. Potensi pengembangan budidaya laut di Provinsi Maluku seluas 1.044.100 ha dan merupakan potensi terbesar keempat di Indonesia selain Papua, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Beberapa jenis ikan demersal yang telah dibudidayakan adalah kerapu bebek/tikus (Chromileptis altivelis), kerapu sunu (Plectropomus leopardus dan P maculatus), kerapu lumpur (Epinephelus malabaricus, dan E sullus), dan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Berdasarkan Pra FS yang dilakukan oleh CV. Tiara Karya maka kawasan-kawasan yang dianggap memiliki aksesibilitas untuk lokasi budidaya ikan demersal di wilayah KAPET Seram meliputi kawasan pesisir di Seram Bagian Barat, sebagian kawasan pesisir Seram Utara, Kabupaten Seram Bagian Timur (Huamual Belakang: selat Valentein, Desa Waesala, Teluk Kotania, P. Osi dan Teluk Nanusa, Teluk Piru: sepanjang pesisir Teluk Piru, Perairan Kaibobu: di sebelah selatan dan barat, Seram Utara: Teluk Sawai, Teluk Besi dan sekitarnya, Pulau-Pulau Geser: P. Geser, P. Kilwaru, P. Kidang dan P. Waroka. Melihat potensi pengembangan ikan demersal yang begitu baik serta permintaan yang cukup tinggi di pasaran baik didalam negeri maupun luar negeri maka pengembangan sektor ini perlu di tingkatkan.
Tujuan Proyek :
Lingkup Proyek : Proyek terdiri dari 2 fase yaitu fase (1) Persiapan masyarakat nelayan, pembangunan berbagai sarana pendukung yang diperlukan, dan fase (2) operasional.
Out Come Proyek :
Dampak/Keuntungan yang di harapkan :
Kelayakan Proyek : Hasil analisis menunjukan bahwa usaha pembesaran ikan kerapu bebek layak untuk dikembangkan hanya pada tingkat bunga komersial 12%, terlihat bahwa nilai NPV Rp 3.712.218 dan Net B-C Ratio adalah 1,08. Nilai IRR dicapai pada tahun ke 5 sebesar 16%
Perkiraan Biaya proyek : Fase I : Rp. 50.000.000,- Fase II :Rp. 25.000.000,-
Pengaturan Keuangan : Investasi swasta
Kerjasama : Pemerintah daerah, BP. KAPET Seram dan masyarkat lokal.
Pre Feasibility Study : Tersedia.
|
||||
| BIODIESEL | ||||
| BIOETANOL | ||||
| JEMBATAN AMBSER | ||||
| IKAN KERAPU | ||||
| RUMPUT LAUT | ||||
| INDUSTRI | ||||
| SAYURAN DINGIN | ||||
SUMBER DAYA MANUSIA |
||||
REGULASI & KEGIATAN |
||||
| REGULASI | ||||
| KEGIATAN | ||||
| STAF BP KAPET | ||||
|
|
||||