![]() |
![]() |
|---|
|
||||||||||||||||
Email : [email protected] Telp/Fax. (+62911) 343810 Alamat : Jln. Raya Kebun Cengkeh No. 62. Ambon. Indonesia. |
Pembangunan Jembatan Ambon – Seram Seram
sebagai pulau yang terbesar di Provinsi Maluku, memiliki potensi darat dan
laut yang besar dan dapat dikembangkan untuk menopang pengembangan wilayah
lainnya. Pulau ini memiliki 3 Kabupaten (Seram Barat, Maluku Tengah dan
Seram Bagian Timur) terletak dekat dengan pulau Ambon yang didalamnya
terdapat Kota Ambon sebagai Ibu Kota Provinsi. Di Provinsi Maluku, Kota
Ambon merupakan satu-satunya Pintu Utama Keluar wilayah ini. Oleh karena
itu aksesibiltas transportasi ke dan dari Kota tersebut sangat menentukan
perkembangan pulau lainnya. Untuk mendukung dan mempercepat pengembangan
pulau Seram sebagai pulau tersebesar dan sangat berpotensi untuk menopang
pengembangan Provinsi Maluku maka peningkatan aksesibilitas transportasi
mejandi satu keharusan yang utama disamping pengembangan sarana dan
prasarana lainnya. Melihat kondisi seperti yang diuraikan tersebut, maka
pengembangan jembatan antar pulau Ambon – Seram (AMBSER) dengan panjang
kurang lebih 9 Km kedepan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Hal
ini tentu didukung dengan adanya manusia, kendaraan dan barang yang berada
di Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur dan
Kota Ambon yang akan melintas menggunakan jembatan tersebut. Dengan
prediksi yang pesimistis, maka diperoleh gambaran bahwa jumlah kenderaan
yang akan melintasi jembatan tersebut berkisar 3.250 buah, dan dengan
harga penyeberangan Rp.150.000 per kendaraan maka dalam jangka waktu 15
tahun akan diperoleh pendapatan kotor Rp.8,78 Triliun. Nilai investasi
jembatan sepanjang kurang lebih 9 Km adalah Rp.6 Triliun. Gambaran data
tersebut memperlihatkan bahwa kurang lebih dalam jangka waktu 15 tahun
modal investasi sudah dapat dikembalikan. |
Pengembangan Bioetanol Proses produksi dunia yang
semakin meningkat mengakibatkan permintaan dunia akan minyak bumi juga
meningkat. Sehingga kebutuhan akan bahan bakar yang selama ini digunakan
dari bahan bakar fosil/unrenewable energy semakin meningkat. Untuk
Indonesia sendiri kebutuhan akan bensin mencapai 44.400 kilo liter/hari.
Penggnaan dari berbagai peralatan produksi ini memudahkan berbagai
kegiatan dari manusia namun menimbulkan dampak negatif dari hasil
pembakaran energi berupa emisi gas buang yang mengandung berbagai zat
ataupun limbah yang membahayakan manusia dan lingkungan. Dari tahun ke
tahun permintaan akan bahan bakar semakin meningkat dan berkorelasi
negative dengan jumlah cadangan energi bumi yang ada, sehingga suatu saat
nanti dapat dikatakan akan habis. Disisi lain juga harga bahan bakar dari
tahun ke tahun semakin meningkat sehingga memngakibatkan beberapa usaha
kecil terpaksa harus dikurangi aktifitasnya atau bahkan dihentikan. Perkembangan teknologi yang
ada memungkinkan untuk mengguanakan energi terbarukan/renewable enery yang
dapat diproduksi dari berbagai jenis tanaman. Pengembangan ini akan
berdampak positif karena merupakan produksi yang ramah lingkungan serta
dapat menjadi prime mover dalam mengembangkan berbagai usaha yang
bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan bioetanol dialkukan dengan
memanfaatkan bahan baku yang memiliki kadar Karbohidrat : (Pati dan Serat)
antara lain Sugarcane, tepung ubi-ubian, sagu, jagung, bagas tebu, sugar
palm (Aren, Nipa, Lontar) dll. Beberapa Negara-negara maju antara lain
Amerika, Brasil, Uni Eropa, Australia, Colombia, Jerman, Swedia, India dan
Thailand telah memulai produksi bioetanol dari bahan Sugarcane dengan
kapasitas produksi antara 1 Juta kilo liter – 4,0 miliar gallon per
tahunnya. |
HIT COUNTER : |
| DOWNLOAD FREE SOFTWARE ![]() |
DOWNLOAD FREE GAMES ![]() |
|
FREE BOOKS ![]() |
INFLUENZA ![]() |
| DOWNLOAD FREE SOFTWARE ![]() |
DOWNLOAD FREE GAMES ![]() |
|
DOWNLOAD BOOKS![]() |
INFLUENZA![]() |
|
MICHAEL JACKSON ![]() |
SUPERMAN RETURNS ![]() |
BODY BUILDING
/ BINA RAGA |