: untuk mila di 21 tahunnya
Kuncup
malu-malu, bersembunyi, menyusup diantara dedaunan, menghilangkan diri dari pandangan alam. Lalu
Mekar
dengan segala keanggunannya, menebarkan wangi harumnya, jauh, hingga menerobos semak belukar, menjenguk dia yang bersembunyi menanti malam di liang-liang tanah dan dia yang terbang lalu-lalang mencari kehidupan, sementara indah warnanya menjadi penghibur dia yang terlunta-lunta. Lalu
Layu
kuning kecoklatan dibakar usia dan dengan mata sayunya menatapi putri-putrinya; kuncup kecil malu-malu. Lalu
Mati
di senja yang tak tercatatkan waktunya, mendatangkan duka bagi seisi dunia. Lalu menjadi
Bangkai.
Kembali kepada Tuhannya. Sang Maha Suci.
Ganesha 15A, 24 September �01
Sekuntum Sedap Malam mulai menguning di pelataran meja, tak hendak kuganti,
meski musim penghujan telah tiba dan melahirkan bertangkai-tangkai
Mawar dan Melati di halaman depan dan belakang.
Yang kunanti adalah Sekuntum Kamboja (mungkin belum musimnya).