|
Surat Kepada Langit
Kepada Langit
Abu-Abu.
Setelah salam dan pepujian serta
shalawat,
Janganlah jatuhkan hujan karena;
Bajuku cuma satu. Ya ini, yang melekat di badanku ini. Itupun sudah
berhari-hari belum
kucuci.
Badanku sudah pegal-pegal. Sore ini, ketika matahari sudah condong
ke Barat, aku mau
main futsal bersama Teman-Teman.
Payungku perlu dilipat. Sudah berhari-hari terkembang.
Negeriku kebanjiran, malah sampai ada yang mati. Mohon pengertian,
terlalu banyak
sampah di negeriku sementara selokannya kecil-kecil.
Oya… kalau bisa sekali-kali tolong
singkirkan awan-awanmu. Jiwaku perlu memastikan
bahwa Matahari masih ada.
Ganesha
15A, 19 Januari 2002
Menyongsong hari-hari hujan dan banjir.
Brrr……brrr……brrr.
(kata orang BMG; “siklus lima tahunan”)

|