Puisi Ulang Tahun: untuk Bunda Aan
Rentang waktu terkadang membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa Rentang waktu terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa Rentang waktu terkadang membuat kita sadar bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa selain jasad yang tak berguna Rentang waktu terkadang membuat kita sadar bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa melainkan hati yang ada di dalam dada dan amal jasad yang lata
Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda tergantung dalam keadaan apa kita berada Namun Tuhan telah berkata, �Hanya Akulah yang tahu umur manusia�.
Sekular barat berkata, �Waktu adalah dollar di dalam kantung� Namun Hasan Al-Bana berkata, �Waktu adalah pedang, potong atau terpotong�.
Waktu�.. Alam terus menari dalam simfoninya Waktu�.. Umur manusia didikte olehnya Waktu�.. setiap detaknya memakukan kita di persimpangan jalan jalan Tuhan atau jalan setan
Rentang waktu�.. semoga tak melalaikan kita tuk terus berjalan di jalan-Nya
Lhokseumawe, November �97 |
Selamat Ulang Tahun: untuk Ifien yang baru ulang tahun
Dalam suka mulut tertawa Dalam duka mata berkaca Dalam kaku pikir terpaku Dalam waktu langkah satu-satu
Ada batu semangat tak mati kutu Ada lubang jati diri tak hilang Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok Jatuh bangun namun tetap tekun
Demi masa depan demi kesejahteraan demi kebahagiaan demi Tuhan, teruslah berjuang
November �98 Untuk Sang 19 Juni yang men-19-kan tahunnya
karena manusia hanyalah seorang manusia karena manusia bukan cuma berarti manusia karena kita hanyalah manusia karena kita bukan sekadar manusia
bersama kemanusiawian kuingin ucapkan secuil selamat yang tak tercuil-cuil kepadamu yang telah men-19-kan tahun-tahunmu
karena Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk dimangsa usia.
Asrama Kidang Pananjung, dini hari, 19 Juni �99
|