SELAMATDATANG
Silakan Pilih Menu yang anda Sukai

Riwayat Hidup

Galery Photo

Tentang Ideologi

Tulisanku

Koleksi Website

Teman teman Chating

Isi Buku Tamu

Lihat Buku Tamu

email

Jangan di buka

  • download Script
    Download script ini deh, di jamin enak gunainnya, soalnya kalo lagi chat gue selalu pake script ini, modern, gampang and keren. Pokoknya lain dari yang lain…: Bagi elo yang cowok script ini ada program khusus untuk merayu cewek. Dizamin topcer deh. Oh iya, nama scriptnya Leopard. Pokoke hueanak..

  • 25 Kekeliruan Kalangan Islam
    Suatu tulisan kecil dari Eef Saefulloh Fatah.

  • Surat Untuk Soeharto
    Artikel gue tentang mantan presiden Soeharto yang telah berhasil menerapkan dua watak jelek pada manusia Indonesia…

  • situs pribadi
    Kumpulan situs pribadi kawan-kawan gue. Kalo penasaran buka aja deh, males gue jelasinnya.

  • Arti Sebuah Cinta
    Cerpen gue yang menceritakan tentang seorang pemuda Play Boy yang kena batunya. Bagusloh ceritanya karena ceritanya penuh makna. OK Baca yah, karya asli gue lho !

  • Puisinya Cici
    Kumpulan Puisi Cici, isinya tentang cinta semua. Nggak papa kok, pantas untuk elo simak. Karena isinya tentang cinta, maklum dia lagi masa puber hehehhe (jangan marah yah Cici.
  •  

    Tantangan Pers di era Millenium

    Seandainya Aku Pemimpin Negeri Ini

    Oleh : Muhammad Rizal R

    Siang itu di ibukota negara sangat panas, panas baik suhu maupun politiknya, Sidang Istimewa yang di gelar wakil rakyat banyak dikatakan illegal, terutama dari kalangan Nahdatul ulama, PKB dan kaum kekiri-kirian. Tampak puluhan polisi yang berwajah ramah (tidak sangat lagi) sibuk menjaga pintu gerbang gedung DPR/MPR. Tidak lupa sekitar tiga puluhan organisasi keamanan negara itu berjejer rapi. Katanya sebentar lagi ibu Megawati yang dua jam lalu terpilih secara aklamasi menjadi presiden RI yang ke V. Tepat mobil dinas ibu Megawati memasuki pintu gerbang, tiba-tiba saja dua orang ibu-ibu dengna penampilan sederhana berlarian menuju mobil dinas Megawati. Tapi sayang, dua orang polisi mencegah aksi itu.”Jangan bu…” kata polisi it, wajahnya menyiratkan rasa persahabatan. “Tidakbisa, saya ingin ketemu ibu Mega, waktu pemilu yang lalu saya memilih partai dia. Saya hanya ingin mengucapkan Selamat kepada dia atas terpilihnya menjadi presiden” Kata ibu yang berikat rambut gelang karet warna hijau. Wajahnya yang coklat legam menunjukan permohonan. “Ibu Mega adalah milik rakyat, kenapa saya tidak boleh bertemu dengannya” ucap ibu yang satu lagi yang penampilannya tidak jauh berbeda. “Tidak bisa bu. Ini perintah atasan” Ucap polisi itu datar. Wajahnya masih tersimpan rasa yang sabar. Karena kedua ibu itu berbadan bongsor dan ingin mendesak menerobos pagar betis yang dibuat polisi. Sayang, kejadian langka itu tidak disaksikan Megawati. Mobilnya yang berwarna hitatm metalik lesap melaju ke dalam dan hilang dikelokan. Kedua ibu itu menjadi lunglai, dan kembali ketempat duduknya sambil mengedumel kepada kedua polisi itu.

    Kejadian itu hanya sekilas, hanya beberapa pasang mata saja yang menyaksikan. Orang-orang disekitar pintu masuk gedung DPR/MPR sibuk dengan masing-masing urusannya.

    Ah, jika saja saya menjadi pemimpin bangsa ini, tentu saja sikap itu tidak seperti itu. Kini khayalan mulai berjalan walau hari semakin panas, masa bodo….menghayal gratis ini dan tidak masuk penjara. Pikir aku waktu itu.

    Ketika mobilku (bukan mobil dinas, karena kalau ingin jadi pemimpin harus bermodal) memasuki pintu gerbang DPR/MPR tentu saya akan menyuruh supirku untuk berhenti. Lalu turun dan menemui rakyatku. Saya akan menyilahkan para pedagang-pedagang kecil itu untuk mengucapkan selamat atas pelantikan sebagai pemimpin bangsa ini. Karena berkat merekalah saya bisa seperti ini. Lalu setelah itu akan mampir ke tempat pedagang kecil dan memesan makanan. Tentu saja para wartawan akan mengerubungi dan menanyakan soal pertikaian politik yang sedang terjadi. Apa komentarku,”Jangan bicara politik, dari kemarin bicara politik terus, mari bicarakan bagaimana membangun bangsa ini” ucapku. Tentu saja para wartawan tidak berhenti begitu saja mendengar ucapanku, tetapi sebelum wartawan-wartawan itu bertanya lebih lanjut lagi, secepatnya aku mempersilahkan kepada semua orang yang ada di situ untuk memesan makannya. Karena presidenlah yang akan mentraktir mereka. Tapi ini bukan uang dari hasil perasan keringat rakyat atau hasil KKN, bukan juga uang negara yang pada sekarang ini sedang mengalami devisit.

    Yah, memang bener. Aku merayakan pelantikan sebagai presiden dengan rakyatku. Dengan perayaan yang begitu sederhana dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat di hotel yang berbintang. Tentu saja para pedagang kaki lima itu akan senang karena seorang presiden mau membeli makanannya dan berada di tengah mereka dan wartawan banyak menghujam berbagai pertanyaan lagi dan kali bukan pertanyaan politik.”Mengapa Anda mau makanan di tempat seperti ini?” Tanya wartawan yang berjenggot. Lalu jawabku,”Lho jadi seorang presiden di larang makan di tempat seperti ini. Saya rasa dalam UUD 45 atau TAP MPR ataupun dalam GBHN dan UU tidak ada yang melarangnya, lagian pada sekarang ini saya sudah kangen ingin makan ditempat seperti ini, karena waktu muda dulu saya suka makanan seperti ini. Wartawan itu tidak bisa berkutik lagi. Ternyata wartawan yang selalu di takuti Napoleon Bonaparte tidak segarang yang aku duga. Lalu tanya wartawan disebelahnya membwa mikrofon di sakah satu televisi swasta,”Apakah Anda sudah hobby makanan rakyat?” “Yah tentu saja dong” Jawabku cepat.”Ini kan makanan warisan nenek moyang kita yah harus kita sukai dan nikmati. Saya orangnya tidak munafik. Saya ini pencinta masakan Indonesia, Malah kalau bisa nanti makanan seperti gado-gado, lontong, ketoprak, soto, mie ayam dan lain sebagainya menjadi makanan trend dimasa yang akan datang. Orang-orang kaya mau membeli makanan seperti ini dan tentu saja makanan ini tidak disajikan seperti ini. Ini harus disediakan ruangan yang ber AC biar lebih nyaman. Kalau bisa makanan ini go-internasional. Mosok Amerika dengan KFC, MC Donald, CFC, hamburger dll bisa tersebar keseluruh penjuru dinia lalu makanan Indonesia yang syarat dengan nilai gizi yang tinggi tidak bisa. Jadi, nantinya orang-orang barat bisa mengubah pola makan mereka ke makanan kita. Lagian, par dokter sekarang makanan fast food banyak diklaim sebagai pemicu penyakit kanker. Tempe di Jepang sedang dibudidayakan mosok kita yang merupakan penemu tempe diem begitu saja.” Ah ha. Wartawan lagi-lagi wartawan itu tidak berkutik lagi. Tapi ada satu lagi wartawan yang bertanya,” Apa anda tidak takut dengan musuh-musuh politik Anda sekarang ini, karena jabatan Anda sangat rentan, apalagi pada sekarang ini Anda tidak dikawal ketat,” Ternyata yang bertanya wartawan asing. Biasalah mereka selalu membuat hati deg-deg-an aja.

    “Mengapa perlu takut, jika ada rakyat yang tidak suka, silakan lakukan apa saja yang menurut mereka suka, saya akan menerimanya dengan lapang dada. Dan itu tandanya saya telah salah dalam memimpin negara ini, saya telah mengabaikan mereka, berbohong dan memanfaatkan mereka untuk kepentingan saya dan partai saya. Bukan kepentingan mereka atau rakyat. Tapi selama ini, walaupun tanpa kawalan Panpampres tetap juga aman, karena nyawa adalah di tangan Tuhan bukan Panpenpres. Dan saya yakin rakyat saya tidak akan tega melakukan itu, karena saya tahu mereka mencintai saya dan saya mencintai mereka. Tapi sayang, telp genggam saya pada waktu itu berbunyi, dari pengawal pribadi, katanya saya harus siap-siap untuk dilantik jadi presiden. Ah, seharusnya yang melantik saya menjadi presiden bukanlah orang-orang di DPR/MPR itu mereka hanya perwakilan rakyat, tentu saja pada sekarang ini saya berada di tengah rakyat, kenapa bukan mereka yang melantik saya…kenapa harus mereka….

    Ups!ternyata khayalan saya di buyarkan oleh seorang wartawan ibukota, katanya ada orang demo mahasiswa di jembatan Semanggi. KARAT, Forbes dan para ganknya.

    Sudah lah jangan menghayal terus, bagusan belajar yang rajin, kalau berhasil nanti siapa tahu aja khayalan tadi jadi kenyataan. Siapa tahu aja lho!.

    (Jakarta, 23 Juli 2001)

    Hosted by www.Geocities.ws




    Copyright ©2000 fans araph
    Situs web ini milik Pribadi dan bagi Hacker jangan berani-berani mengacaunya. By
    Muhammad Rizal R

    Hosted by www.Geocities.ws

    1