Surat Untuk Soeharto
Oleh: Muhammad Rizal R
Bapak Soeharto yang saya hormati.....
Sudah setahun lebih bapak tak memegang tambuk kepemimpinan bangsa ini, dan terlihat pada sekarang ini berangsur-angsur pemulihan mulai nampak pada wajah negeri ini (walaupun masih jauh yang diharapkan). Ruh Reformasi yang setahun lalu hadir ternyata mendatangkan keberkahan bagi penghuni negeri ini, menjadi bola salju yang mampu menghancurkan benteng Orde Baru yang sudah lama bapak pugar. Sungguh pak, bagi kami itu semua suatu hal yang mustahil akan terjadi.
Salah jika bapak berpikir bahwa reformasi lahir karena banyaknya orang yang mengincar bangku kepresiden yang bapak anggap milik bapak, akan tetapi reformasi lahir dari hati suci rakyat Indonesia sendiri yang menginginkan perubahan pada negeri ini. Kediktatoran bapak selama inilah yang membuat rakyat Indonesia muak dengan kesewenangan-wenangan bapak atas tindakan bapak pada rakyat Indonesia. Rakyat Aceh, rakyat Timor-Timur dan rakyat lainnya di belahan nusantara lainnya adalah suatu bukti yang tak bisa bapak bantah lagi.
Ditambah perekonomian yang bapak susun layaknya bangunan tanpa pondasi yang akan terjadi jika datang badai akan runtuh dengan mudahnya. Perekonomian Pancasila yang bapak dengung-dengungkan kepada rakyat hanya menguntungkan orang-orang disekitar bapak saja, sedangkan rakyat layaknya seorang pengemis mengais-ngais tanah yang belum tentu memberikan keberkahan. Rakyat banyak yang antipati kepada bapak. Tetapi herannya mereka banyak juga yang takut dengan bapak, karena tindakan bapak sering sekali membuat mereka menderita.
Untung Indonesia mempunyai manusia yang bernama Amien Rais yang berani menyuarakan reformasi dan mendesak agar bapak turun dari bangku kepresidenan dengan ksatria, sehingga mahasiswa Indonesiapun beramai-ramai mulai berani menggoyang kursi bapak yang sudah diduduki selama 32 tahun. Ah, masih terasa didada bagaimana perasaan bahagia itu ketika menyaksikan wajah bapak yang sedih sewaktu turun. Dan kebahagian itu tetap akan kami miliki selalu dan akan kami jadikan cerita pada anak cucu kami sebelum mereka tidur.
Bapak Soeharto yang saya hormati.....
Coba bapak ingat-ingat bagaimana para hakim bersikap tidak adil jikalau mengadili seorang terdakwa, terkadang hukum sendiri selalu dilecehkan dan dilanggar. Padahal katanya kita negara hukum segala sesuatu berladasan hukum tetapi mengapa mereka (para hamba hukum) tidak menjunjung hukum itu sendiri. Kasus Tanjung Priok, kasus Marsinah, kasus rakyat Aceh dan kasus-kasus lainnya seakan-akan menguap tanpa bekas. Edy Tansilpun sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya..
Para pejabat yang dipercaya rakyat untuk mengatur pemerintahan sehari-harinya hanya berpikir sebatas mengemban tugas suci untuk sibuk mencari jabatan dengan melakukan jalan tidak halal bahkan tidak sedikit pejabat di Indonesia yang menggunakan "orang pintar"untuk menaikkan jabatan ataupun untuk menjaga jabatan itu. Jadi tidak salah jika penyanyi Iwan Fals menyebut mereka semua adalah tikus-tikus berdasi, sebab tikus hidup dalam kekotoran dan mereka memang kotor seperti layaknya tikus-tikus kotor di dalam got. Memang jika dilihat dengan mata kepala mereka terlihat bersih bahkan mereka terlalu bersih, mereka rapi bahkan sangat rapi tetapi yang kotor pada mereka adalah hatinya. Hati mereka menebar aroma kebusukan, sehingga secara otomatis perbuatan mereka akan berwujud kebusukan pula. Hmm ternyata mereka tidak sadar bahwa segala tindakannya akan ditanggung sendiri di akherat nanti.
Bangsa ini menjadi gelap akan kebenaran. Tak ada lagi kata kebenaran yang mampu melawan sendi-sendi kemasliatan. Ahlak bangsa ini sudah jauh dibawah titik yang memprihatinkan, HAM hanya sebuah legitimasi, keadilan hanya sebuah ilusi dan Pancasila hanya dijadikan tameng menjaga kekuasaaan. Yang ada hanya kediktatoran, kesewenangan, penindasan, keserakahan dan pembunuhan.
Bapak Soeharto yang saya hormati.....
Waktu terus bergulir dan akan terus bergulir mengganti setiap lembaran yang telah usang dengan lembaran-lembaran yang baru. Kini lembaran yang baru nan putih ini telah di buka dan siap untuk dilukiskan oleh anak-anak negri. Masih jauh dan panjang perjalanan bangsa ini dalam mengarungi kehidupan, masih banyak lagi gunung yang akan didaki dan lautan luas diarungi.
Ketahuilah pak, selama kepemimpinan bapak -tempo doeloe- ada sesuatu yang penting yang belum pernah bapak berikan pada rakyat Indonesia selama ini, kejujuran pak. Satu itulah-kami tidak tahu- yang mungkin atau sengaja bapak lupakan pada bangsa ini. Sungguh, kejujuran itu akan membawa perdamaian pak, membawa ketenangan, membawa keberkahan , membawa kesejahteraan dan yang pasti segala bentuk pindasan pada rakyat tidak ada dimuka bumi Indonesia.
Kami rakyat Indonesia -sekarang ini- sangat mendambakan kejujuran dari bapak. Walaupun kejujuran itu datang terlambat dan hanya sekali bapak berikan pada negeri ini. Saya mohon pak, dimana sekarang harta yang bapak rampas pada negeri ini itu berada ? Sekali lagi, jawablah dengan hati yang jujur!.