Riwayat Hidup
Perkenalkan nama gue sebenarnya Muhammad Rizal R. Konon,
nama gue itu di berikan sama seorang ustad (nama ustadnya
gue nggak tau) . Maksud kasih nama seperti itu, katanya
gue harus sesuai arti nama gue. Elo tau arti dari nama
gue, yaitu Muhammad yang mulia atau bisa
juga dapat di percaya. Sedangkan Rizal = lelaki. Jadi
arti dari nama gue adalah Lelaki yang mulia atau lelaki
yang dapat di percaya. Wah berat dong menyandang gelar
seperti itu. Tapi, insyaallah gue tetap mewujudkan
prilaku gue seperti yang di harapkan ustad itu. Gue lahir
di Jakarta pada tanggal 3 Desember 1977. Tentu
saja bintang gue Sagitarius. Terus
terang gue nggak suka loh hal-hal yang berbaur bintang(zodiak),
seperti Sagitarius, Leo, Gemini, dsb.
Soalnya gue orangnya nggak percaya tuh dengan namanya
ramalan, gue percaya dengan tuhan gue yang gue sembah
yaitu Allah SWT. Dan gue
kalau minta pertolongan ke Dia aja, soalnya sih memang
Dia kok yang patut yang di sembah. Karena lagi trend aja
sengaja gue masukin bintang gue. Takut dikatakan kuper
sih. Kebetulan sewaktu gue lahir
pada malam hari jam 01.00 WIB (malam), konon
kata orang tua dulu kalau seorang bayi lahir malam hari
nanti kalau sudah besar tidak takut ama gelap. Dan mitos
itu ternyata benar. Ini terbukti lho pada diri gue
sendiri. Dari kecil gue memang suka yang gelap-gelap,
kayaknya enak sih di tempat yang gelap, kesannya lain dan
yang pasti pikiran gue jadi tenang. Biasanya dalam
kegelapan gue selalu berpikir tentang masa depan.
Kadang-kadang jauh kedepan yang jarang dipikirkan
orang-orang (tentu saja orang-orang yang sebaya ama gue).
Makanya itu, gue tuh tergolong
orang yang suka berimajinasi. Pokoknya kalau udah begitu
kayaknya gue sepertinya tidak sadar lagi dengan dunia
real gue. Elo-elo pernah nggak waktu kecil menghayalkan
suatu kehidupan yang elo ingini. Pokoknya dunia yang elo
anggap enak bagi elo. Gue pernah tuh... sampai-sampai gue
betah berlama-lama didalam kamar untuk menghayalkan
semua.Terus gue juga pernah menghayal
tentang cewek-cewek yang gue idam-idamkan. Sering gue
kepengen begini...begitu kalau lagi suka sama cewek
(tentu saja ini hal-hal yang positif). Misalnya, gue bisa
ketemu ama dia sewaktu jalan-jalan di mall atau gue
ketemu ama cewek yang gue suka sewaktu membutuhkan
pertolongan aja. Misalkan aja cewek itu ingin di perkosa
orang, eh gue datang sebagai pahlawan untuk menolong dia.
Pokoknya yang gue hayalin itu nggak pake lagi skenario
dari tuhan tapi dari kemauan gue sendiri. Kadang-kadang
gue juga bingung dengan jalan pikiran gue. Gara-gara sering ngayal gitu
akhirnya mendapat cerita yang bagus dan anehnya itu bisa
dijadikan cerita. Karena sering begitu gue coba tuangkan
dalam tulisan. Dan akhirnya gue tertarik untuk membuat
cerpen. Waktu itu teman-teman gue bilang bahwa gue itu
seorang cerpenis. Itu terjadi saat gue kelas 2 SMA.
Cerpen-cerpen yang sering gue buat pada waktu itu adalah
cerpen-cerpen tentang percintaan. Maklumlah masih puber,
lagi suka-suka hal yang seperti itu. Tapi sayang friend,
cerpen-cerpen gue nggak pernah di muat di majalah
manapun. Mungkin aja , cerita gue terlalu norak atau gue
ngga bisa mengambil ending yang bagus. Pernah sih gue
kirim cerpen gue ke suatu majalah remaja di Jakarta, eh
ternyata nggak pernah di muat-muat. Nggak tau deh, sampe
nggak cerpen gue itu. Tapi nggak papa kok, gue tetap
nulis dan nulis. Oh iya gue sekolah SD di SDN 01 pagi di
Cipinang Muara Jakarta Timur, SMP gue SMPN 25 Cipinang
Muara Jakarta Timur dan SMA gue SMA Muhammadiyah 11
Rawamangun Jakarta Timur. Kalau ada teman-teman elo yang
sekolah disana mungkin teman elo itu kenal sama gue,
Tentu saja yang satu angkatan ama gue. Eh, kalau cerita soal cewek terus
terang segudang cerita yang bisa gue berikan, tapi
kayaknya nggak ada yang berkesan sedikit pun, maklum lah
cinta monyet.... eh, tapi gue heran loh, gue terkadang
kalau suka cewek gue sudah menghayalkan cewek itu akan
menjadi istri gue. Nggak tau deh, apa gue ada kelainan
apa nggak ? Tapi yang jelas gue itu orangnya penyanyang
banget lohhh. Tetapi
penyayangnya bukan ama cewek aja ama semua benda yang
hidup atau matipun gue miliki gue sayang amat. Kalau ada
aja milik gue yang hilang atau rusak, biasanya hati gue
nggak rela loh, begitu pula gue kalau patah hati,
biasanya gue sampe sebulan penuh nggak makan nggak minum
boong
kok) bukan nggak makan nggak minum, tapi hanya nggak
bergairah aja hidup gue (semua orang juga gitu yeeee! )
Mungkin hanya shock nggak mau menerima kenyataan. Sekarang ini gue kuliah di
Universitas Riau (Unri) Pekanbaru, fakultas MIPA dan
jurusan kimia. Eh elo tau nggak sebenarnya gue itu nggak
suka amat dengan namanya kimia, alergi!. Tapi anehnya gue
malah masuk kejurusan itu, gue juga nggak tau kok bisa
salah ngambil jurusan. Dampaknya sekarang baru terasa.
Otak gue selalu di pusingkan dengan rumus-rumus dan
unsur-unsur. Eh, gue suka di kimia hanya waktu praktikum
doang. Enak loh bisa campur-campur zat-zat. Jadi kita
tahu gimana perubahan zat-zat itu. Misalnya aja, zat itu
berwarna merah gue bisa rubah menjadi hitam atau
sebaliknya. Dari pada pelajarin kimia dengan
rumus-rumus yang rumit bagusan chating, dapat kawan
banyak lagi. Sebetulnya kawan-kawan chating gue
buanyakkkk bangett tapi pada pelit semua. Nggak mau kasih
pic. Kalo kawan-kawan buka link kawan-kawan chating baru
segitulah yang baru kasih pic ke gue, terus terang aja
nggak segitu, waktu dulu pernah gue saving pic-pic itu,
eh tak taunya disket gue yang error, dan yang selamat
hanya segitu. Sebagai mahasiswa gue juga aktif
beorganisasi, malu dong masak mahasiswa melempem nggak
ada kegiatan. Sewaktu mau turunnya Soeharto gue ikut
demo, wah enak lho ikut demo, di kejar-kejar aparat,
pernah waktu dulu gue di kejar aparat pake pentungan yang
dari karet itu. Untung aja gue ngga kena padahal polisi
tepat di belakang gue, untung lari gue kenceng
sampe-sampe sepatu semata wayang gue (waktu itu) gue
relain di lepas biar larinya jadi tambah kenceng, eh
ternyata setelah demo selesai gue cari-cari sepatu gue,
eh ternyata ngga ada, terpaksa deh gue kuliah pake sendal
jepit selama seminggu. Tapi untung aja dosen gue
pengertian setelah gue cerita boong ke dia bahwa sepatu
ilang sewaktu demo dan di ambil paksa oleh aparat.
hehehe. Gue segue aktif di HMI (Himpunan
Mahasiswa Indonesia) cabang Pekanbaru. Gue masuk
organisasi ini soalnya sesuai dengan misi gue dan selain
itu berbau ke islaman. Wajar dong gue sebagai penganut
agama islam mengikuti aktivitas ini. Selain itu gue juga
aktif di Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa. Surat kabar
ini khusus untuk mahasiswa Universitas Riau. Disini enak,
kita bisa berekspresi lewat tulisan. Gue aja pernah
ketemu orang-orang terkenal dari Jakarta maupun daerah,
Terus terang nggak ada gaji loh ikut kegiatan ini,
malahan kita yang sering mengeluarkan uang kalau ingin
meliput berita. Kita ini bekerja sukarelawan, kita sadar
kok bahwa yang di cari disini ini ( Bahana Mahasiswa)
bukan uang tapi ilmu dan pengabdian kepada rakyat, itu
yang terpenting. Soalnya kalau uang yang di cari secara
tidak langsung kita belajar untuk menjadi manusia yang
materialistik. Gue bukan orang munafik, terus terang gue
juga materialistik tetapi itu kan ada kadar-kadarnya,
mungkin saja gue termasuk orang yang mempunyai kadar yang
standar. Kalau elo gimana ?. Bukannya gue sok hebat
menasehati elo, tapi gue sadar kok kalau kita bersifat
materialistik kita nantinya akan terbentuk manusia yang
memandang orang lain dengan benda. Hal ini memang terjadi
kok, kita kalau sudah bersifat seperti itu memandang
orang lain dengan ukuran materi, yah bisa jadi dengan
harta bendanya, seperti dia punya mobil apa nggak, orang
kaya apa ngak, Bokapnya kerja dimana dll. Kan kita
sebagai manusia sosial yang tergantung dengan orang lain,
tidak bisa seperti itu. Materi bukan salah satu barometer
(baca:alat ukur) untuk menilai kehebatan orang, terkadang
orang yang miskin kadang-kadang pandai otaknya, seperti
Nabi Muhammad SAW. Beliau tuh kalau namanya harta
sedikitpun tidak pernah berlebihan. Hidupnya senan tiasa
dalam kesederhanaan. Kalau pun ada sedikit rezeki beliau
biasanya akan memberikan kepada orang lain. Hebat kan
beliau, kalo cerita tentang Muhammad SAW akan buanyak gue
ceritain, pokoknya beliau itu manusia yang benar-benar
mendekati manusia yang ideal. Terus terang gue kagum ama
beliau. Kalo gue buat daftar orang terhebat sepanjang
zaman Muhammad SWA lah nomor pertama, baru yang lainnya
menududuki nomor seratus (no 2 sampai 99 nggak ada).
Apalagi Michael Jakson, John Bon Jovi, Metalica dan yang
lainnya, mungkin urutan sejuta lima ratus ribu dua ratus
dua puluh dua. Gue heran kok ama orang-orang sekarang,
kenapa pada sekarang ini banyak mengidolakan sesama kita,
padahal orang itu hanya jago satu pada bidang, misalnya
saja banyak orang Indonesia mengidolakan Leonardo de
Caprio (bener nggak sih tulisannya) padahal si Leo itu
hanya jago satu bidang aja, belom tentu bidang lain dia
bisa, terus kalo datang ke Indonesia banyak yang
menjerit-jerit (terutama yg cewek) malah ada yang
pingsan. Buhset sampai segitunya. Padahal lihat si Leo
aja yang ganteng apalagi nanti ketemu Sang Penciptanya si
Leo mungkin pada mati seketika. Gue nggak pernah loh mengidolakan
seseorang, walaupun itu nabi Muhammad, karena nabi
Muhammad tidak boleh di idolakan, karena menurut
pemikiran gue kalo sudah mengidolakan seseorang berarti
sudah menduakan zat yang kita sembah. Itu namanya musyrik
dan musyrik jelas dosa besar (hehehe jadi berdakwah)
tetapi gue nggak bisa sampai taraf seperti itu. Susah
banget. Kalau elo sendiri gimana ? Bisa ngggak !! Gitu aja Riwayat hidup gue, kalau
kurang puas, sorry aja gue bukan alat pemuas. hehehe
bercanda kok. Begini aja kalau kamu masih penasaran email
aja kegue. OK!
|