Pada dasarnya manusia di ciptakan Allah SWT untuk beribadah, itu pemahaman dasar mengenai tugas manusia di Bumi, Tetapi perkembangan pemikiran manusia dari zaman satu ke zaman yang lain melahirkan pemahaman yang berbeda. Perbedaan pemahaman itu banyak memfaktorin salah satunya faktor lingkungan. Umpama contoh, pemahaman orang di India pada suatu kasus dengan pemahaman orang di Eropah akan berbeda,hal ini pernah di alami oleh kawan-kawan gue yang berada di luar negeri, dan tentu saja cara berpikir kita jauh sekali di bawah pemikiran orang-orang Eropah. Akibat berbeda cara berpikirlah maka timbulnya ideologi.
Ideologi secara harfiah tidak bisa di jabarkan atau di uraikan, tapi para filsafat di dunia sepakat bahwa ideologi merupakan landasan berpikir kita dalam bersikap untuk mencapai tujuan. Memang masalah ideologi merupakan masalah prinsipil dan pribadi sekali, tapi gara-gara ideologi inilah yang menjadikan wajah dunia menjadi pada sekarang ini, elo inget nggak sewaktu perang dingin antara Amerika Serikat yang berideologi kapitalis dengan Uni soviet yang beridiologi komunis. Kedua negara itu berlomba-lomba mencari peminat dari negara-negara lain agar menganut ideologi yang mereka anut. Sehingga pada waktu itu terjadi dua front ; front barat dan front timur.
Menurut buku yang gue baca, di dunia ini ideologi yang lagi trend ada dua yaitu ideologi kapitalis dan komunis. Sebenarnya bukan saja dua, masih banyak lagi ideologi-ideologi, salah satunya di China yang berlandasan keseimbangan (ying dan yang), tapi masih awam mengenai ideologi dari filosofi Cina itu, walaupun kata orang sangat bagus.
Pada sekarang ini gue ingin memberi tahukan ideologi yang gue pahami saat ini, mungkin (insyaallah) sampai gue meninggal dunia, tapi sebelum itu gue pengen menjelaskan dua ideologi yang lagi trend di pakai banyak orang. Pertama ideologi kapitalis, menurut buku yang gue baca tentang ideologi kapatilis bahwa dasarnya perekonomian harus di kuasai atau di jalankan oleh sekelompok golongan. Menurut pemikiran orang-orang pemahaman kapitalis ini bahwa perekonomian, politik dan lain sebagainya harus di jalankan oleh sebagian orang yang pandai di bidangnya, misalnya seorang kapitalis bisa menguasai suatu perekonomian pada negara atau negara lain, atau contoh kecilnya suatu perusahaan boleh di miliki oleh pribadi atau sekelompok orang, untung rugi perusahaan itu akan di tanggung oleh pihak yang mempunyai perusahaan, sedangkan para pekerja yang bekerja di perusahaan itu hanya berhak bekerja sesuai tugas-tugasnya dan menerima gajinya yang telah disepakati.
Memang bagus sistem itu memang di terapkan, kasarnya orang itu berani bertaruh untuk memajukan perusahaan, hanya tinggal nantinya ada dua pilihan untung atau rugi itu saja. Tapi namanya pemikiran manusia pasti ada bagus dan jeleknya dong, bagusnya mungkin di letak pada keadilan, pihak pemodalan tentu saja sedang bertaruh jika dia mau menanamkan sahamnya pada suatu perusahaan, sehingga jika di dapat untung maka otomatis jerih payah pengusaha itu usaha yang dapat sehingga mendapat untung begitu pula sebaliknya. Dan jeleknya pemahaman kapitalis jika di terapkan, bahwa jika hal itu di terapkan pada kehidupan manusia, akan berdampak kesenjangan ekonomi yang sangat tinggi antara pemberi modal dengan para pekerja. Umpama, jika perusahaan itu untung besar maka yang kaya adalah pemberi modal, sedangkan yang tetap nggak sedikit beranjak perekonomian akan dialami oleh para pekerja, nggak adil kan kalau para pekerja yang sudah berusaha payah untuk meningkatkan produksi eh pada akhirnya yang menikmati penanam modal. Pemikiran ini bukan dari gue saja para pemikir dari dunia pun sudah lama memikirkan seperti Karl Marx. Pada kenyataan itulah akhirnya Karl Marx sendiri menelorkan pemahaman tentang ideologi komunis yang didahulukan dengan ideologi sosialis (kebersamaan). Pemahaman ideologi kapitalis sudah lama di pahami oleh manusia setelah zaman industrilisasi di Eropah, sehingga terlihat penderitaan rakyat semakin parah dengan adanya sistem feodal (tuan tanah). Dan anehnya sistem ini tetap di pakai pada negara-negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Canada, Jepang dll. Indonesia juga termasuk salah satunya, sehingga nggak heran deh kalo di Indonesia masih banyak orang yang menderita. Itu mungkin sekilas tentang ideologi kapitalis.
Ideologi komunis, seperti yang telah gue tulis di atas ideologi ini di lahirkan oleh Karl Marx dan Lenin, (gue punya bukunya tentang Manifesto komunis)., Marx menelorkan pemikiran atas dasar kenyataan yang ada bahwa ideologi kapitalis adalah melahirkan banyak kesengsaraan terutama pada kaum miskin. Ideologi ini di titik beratkan pada kebersamaan, bahwa jika satu makan nasi maka seluruhnya makan nasi juga, bila satu tidak makan maka yang lainnya juga tidak makan, ini landasan pemikiran tentang ideologi komunis, sehingga pemilikan suatu peruhaan tidak boleh di kuasai oleh pribadi atau sekelompok orang, akan tetapi harus di miliki secara bersama, kasarnya setiap apapun yang ada di negara tersebut di punyai negara, sehingga hak untuk memiliki sesuatu di larang. Baju yang kita kenakan sekarang tidak boleh diakui milik kita, itu milik bersama dan orang lain boleh memakainya jika tidak di pakai. Sehingga keadilan setiap individual terlihat dan bisa di terapkan. Pemikiran ini banyak jeleknya, mereka tidak mengakui adanya hak pribadi, padahal dalam bersosialisasi itu sendiri manusia tidak lepas dari kepemilikan bersama dan pemilikan pribadi, ini celah yang jelas akan terlihat. Manusia akan sulit untuk berkembang karena jika kita bekerja dengan yang tidak bekerja akan sama mendapatkan gaji yang sama besarnya. Maka terlihat lagi tidak keadilan yang terlihat. Sehingga pemikiran ini terus banyak benturannya. Anehnya, walaupun sudah begitu banyak juga orang memahami ideologi seperti ini, biasanya orang itu dari kaum yang tertindas yang tidak suka dengan perlakuan kesewenang-wenangan. Tidak Banyak negara yang menganut ini seperti Uni Soviet (sekarang tidak lagi). Cuba, China (pada sekarang ini mengalami masa transisi dari idiologi komunis berpindah ke ideologi kapitalis, hal ini di sebabkan karena sedikitnya negara yang menganut ideologi ini).
Setelah gue pelajari dan gue pahami dua ideologi itu terlihat tidak ada yang cocok sama gue, memang di atas tulis bahwa kedua ideologi itu melahirkan keadilan menurut persepsi masing-masing, tapi bagi gue keduanya tidaklah mengalami bentuk keadilan karena terbentur pada permasalahan yang tidak selesai-selesainya. Kapitalis jeleknya karena adanya timbul pemahaman ideologi, disanalah letak ketidak bagusannya dan komunis (sosialis) jeleknya lahir karena adanya sistem kapitalis itu. Jadi intinya bahwa kapitalis merupakan lawan dari komunis, ini jelas tidak bagus dan tentu saja melahirkan yang tidak bagus.
Lama gue berpikir mencari kebenaran, terus dan terus, berbulan-bulan gue memikirkan mana yang bagus dan mencapai ideal (karena bagi gue yang ideal itu didunia ini tidak ada). Gue pengen cari ideologi yang tidak terlihat dari sebab-akibat. Gue pengen cari pemahaman ideologi yang tidak terlibat dalam permasalahan di atas. Dan tentu saja gue harus mundur kebelakang mencari literatur-literatur.
Dan pada akhirnya gue ketemu yang benar-benar pas, pas dan cocok bagi gue, akhirnya pada sekarang inilah landasan berpikir gue memahami ideologi itu. Mau tau ideologi apa itu ?. yaitu ideologi Islam. Terus terang, pada awalnya gue nggak mengetahui bahwa Islam agama yang gue anut semenjak gue menghirup udara di bumi ternyata memiliki ideologi. Pada awalnya pemikiran gue sama dengan pemikiran Gus Dur, bahwa agama itu milik pribadi dan tidak bisa di terapkan dalam kehidupan bernegara. Tapi setelah gue kaji ulang berkali-kali dan gue pelajari ternyata Islam tidak saja suatu agama yang hanya untuk milik pribadi, tetapi agama yang benar-benar universal (ungkapan ini banyak tidak di akui oleh dunia internasional).
Dalam Islam tidak hanya saja mengajarkan bagaimana menjalankan ibadah kepada Tuhan, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat, benegara juga di pelajari (walau sedikit dalam Al Qur’an) Inilah ketarikan gue pada ideologi Islam, suatu ideologi yang usang (kata orang banyak) tetapi banyak menyimpan potensi yang besar.
Ideologi Islam tidak di lahirkan karena permasalahan pelik yang terjadi di atas, ideologi Islam lahir dalam keadaan damai dan tercipta karena adanya paksaan, terbukti sewaktu zaman Rasulullah keadilan terlihat jelas, adil bukan karena kalangan Islam saja kalangan non muslim pun banyak mendapatkan keadilan, Contoh sewaktu zaman khalifah Umar bin Khatab ada seorang Yahudi yang tidak mendapatkan keadilan dari pemimpin didaerahnya, dia mengadu kepada Umar bahwa tanah yang ia miliki akan di bangun sebuah Masjid, maka dari pada itu ia harus tergusur demi di bangunnya masjid yang mana untuk kepentingan bersama, akan tetapi apa yang di katakan Umar, Umar tidak marah dengan pengaduan itu lalu menghukum yahudi itu karena tidak menurut pimpinannya, Umar tidak diam saja karena yang mengadu orang yang tidak seimannya. Apa yang di lakukan Umar? Yaitu dia mengambil sebuah kayu kecil lalu di besitkan pedangnya ke kayu itu lalu di berikan kepada Yahudi. Yahudi tersendiri terheran-heran dengan pemimpin Islam ini apa maksud dari perlakuannya itu. "Berikan kayu itu kepada pemimpin mu" ucap beliau. Dan akhirnya Yahudi itu pergi dengan terheran-heran, sampai di tempatnya langsung pergi dan bertemu dengan pemimpinnya. Apa yang terjadi selanjutnya ternyata pemimpinnya itu takut bukan kepalang melihat kayu yang sepanjang kurang lebih 20 cm itu. Lalu pembangunan masjid itu batal dibangun dan tidak di jadikan. Orang Yahudi itu pun heran, dan akhirnya dia mengerti bahwa maksud Umar memberikan kayu itu adalah agar pemimpin yang berkuasa itu tahu bahwa dia tidak bisa bertindak semena-mena terhadap rakyat jelata atas jabatannya, rakyat kecil bukan untuk di peras akan tetapi di jaga dan di beri keamanan, jika hal itu tidak (keadilan untuk kalangan orang miskin) diteruti maka Umar sendiri akan yang menindaknya. Setelah paham itu akhirnya orang Yahudi itu masuk Islam dan akhirnya tanah yang dipermasalahkan itu ia relakan untuk kepentingan bersama.
Setelah menyimak sedikit cerita diatas, memang hal yang mustahil hal seperti itu akan terjadi disini. Kita tahu bahwa siapa yang berkuasa akan bertindak semau gue dalam bersikap, tapi kita lihat kejadian diatas tentu saja kita kembali berpikir bahwa keadilan tidak saja di kuasai oleh kalangan atas tetapi kalangan bawah juga berhak atas keadilan itu sendiri.
Itu merupakan cerita yang sesungguhnya( bukan kararangan atau khayalan) dan jika simak sekilas bahwa tidak ada maksud yang terpendam di dalam kejadian diatas. Tetapi bagi gue lain. Disitulah gue lihat bagaimana ideologi Islam itu terlihat indah.
Selain itu ada masalah yang kecil tapi susah untuk di hilangkan pada ideologi kapitalis dan komunis, yaitu kedua ideologi mencari keadilan berlandasan materi. Sedangkan dalam ideologi Islam tidak di temukan itu. Kita bekerja bukan untuk mengejar materi akan tetapi untuk ibadah. Inilah salah satu keunggulan dalam ideologi Islam dan tidak di miliki kedua ideologi yang dua tadi. Gue rasa gue udah cerita panjang tentang ideologi, sekarang ini seterah elo-elo mau ngambil ideologi yang mana, sebenarnya masih banyak keunggulan ideologi Islam yang lainnya, tapi karena udah panjang banget dan gue takut elo nggak mau baca semuanya akhirnya gue sampai disini.