SELAMATDATANG
Silakan Pilih Menu yang anda Sukai

Riwayat Hidup

Galery Photo

Tentang Ideologi

Tulisanku

Koleksi Website

Teman teman Chating

Isi Buku Tamu

Lihat Buku Tamu

email

Jangan di buka

  • download Script
    Download script ini deh, di jamin enak gunainnya, soalnya kalo lagi chat gue selalu pake script ini, modern, gampang and keren. Pokoknya lain dari yang lain…: Bagi elo yang cowok script ini ada program khusus untuk merayu cewek. Dizamin topcer deh. Oh iya, nama scriptnya Leopard. Pokoke hueanak..

  • 25 Kekeliruan Kalangan Islam
    Suatu tulisan kecil dari Eef Saefulloh Fatah.

  • Surat Untuk Soeharto
    Artikel gue tentang mantan presiden Soeharto yang telah berhasil menerapkan dua watak jelek pada manusia Indonesia…

  • situs pribadi
    Kumpulan situs pribadi kawan-kawan gue. Kalo penasaran buka aja deh, males gue jelasinnya.

  • Arti Sebuah Cinta
    Cerpen gue yang menceritakan tentang seorang pemuda Play Boy yang kena batunya. Bagusloh ceritanya karena ceritanya penuh makna. OK Baca yah, karya asli gue lho !

  • Puisinya Cici
    Kumpulan Puisi Cici, isinya tentang cinta semua. Nggak papa kok, pantas untuk elo simak. Karena isinya tentang cinta, maklum dia lagi masa puber hehehhe (jangan marah yah Cici.
  •  

    Surat Untuk Soeharto

    Kisah Aminin

    Oleh : Muhammad Rizal R

     

    Ketika itu ibukota lagi mencekam. Maklum dugaan banyak orang Jakarta akan rusuh karena elite politik sedang “berolah raga” tegang urat.

    Ketika bus yang saya tumpangi (bus jurusan Kp Rambutan – Grogol) kebetulan bertemu dengan seorang remaja . Dia berdiri tepat di sebalah. Kesan pertama sudah jelas sekali, pakain kumal, wajah kecut dan mata cekung. Tangan kanannya memegang sebuah kantong plastik Sugus yang tak kalah kumal dengan pemiliknya.

    Dugaan yang kuat pada waktu itu adalah anak ini pasti seorang pengamen jalanan. Maklumlah, di zaman serba susah dan mahal ini, pengamen usia muda mudah di jumpai di perempatan jalan. Apalagi kota besar seperti Jakarta.

    Ternyata dugaan saya meleset, Aminin (nama anak itu) (14 th) bukanlah pengamen seperti yang sering saya saksikan, tapi dia seorang peminta-minta, padahal dari segi fisik dan umur dia masih kuat bekerja. Ternyata, yang menyebabkan Aminin jadi peminta-minta adalah ada bekas jahitan di perutnya. Kira-kira panjangnya 10- 15 cm. Mengerikan memang!. Menurut pengakuan Aminin, jahitan di perutnya akibat tusakan preman Jakarta. Apalagi bekas tusukan itu mengalami penggelembungan yang amat besar. Hampir mirip tumor. Dan setiap penumpang bus dikasih tahu lukanya. Dia sekarang menjadi peminta-minta karena untuk biaya operasi ususnya yang mengalami kebocoran. Malangnya lagi, Aminin di ibukota yatim piatu. Kedua orang tuanya telah meninggal akibat kerusuhan Mei 1998.

    Dapat kita bayangkan bagaimana kerasanya anak belia itu. Melihatnya saja sudah sangat prihatin dengan kehidupan yang dihadapinya. Hidup di ibukota dengan luka tusuk diperutnya.

    Dalam perjumpaan itu, tepat dengan momentum sejarah dan hari nasional. Dikeluarnya dekrit presiden, Sidang Istimewa dan Hari Raya Anak Nasional. Ironis memang, ketika para elite politik sibuk mengurusi negara, ketika anggoota dewan bicara tentang bagi-bagi kekuasaan, ketika yang duduk di DPR/MPR cerita tentang masa depan negeri ini, ternyata masih ada anak kecil yang perkasa yang mau bermanidkan keringat untuk menyambung tali-tali kehidupannya. Justru, bpaak-bapak yang katanya pembela rakyat kecil, pembela kaum lemah, pembela wong cilik atau sederatnyamalahh mendapat fasilitas yang berlebihan dari negara. Seharusnya para anggota dewan harus menutup muka karena malu dikalahkan oleh seoarang anak kecil yang berani berjuang keras melawan perihnya ibukota karena Aminin bisa hidup saat ini bukanlan dari perasan dari saudara sebangsanya sendiri. Dia bisa hidup memang takdir yang menghendaki.

    Dan mungkin bagi Aminin, Hari Anak Nasional merupakan hari yang naas baginya. Hari Anak Nasional, tidak pernah menyentuh anak-anak jalanan kalangan Aminin. Hari Anak Nasional, hanya untuk anak-anak yang orang tuanya mempunyai materi yang lebih cukup untuk memanjakan anak-anaknya untuk membeli barang-barang yang belum tentu berguna. Padahal masih ada sekitar kurang lebih 10 juta Aminin lainnya di tanah air ini yang hidup memprihatinkan. Tapi tidak pernah disentuh dari kalangan manapun juga. Begitupun dengan pers di Hari Anak Nasional, hanya segelintir meliput tentang anak jalanan. Pers hanya mengangkat seputar anak-anak yang bahagia karena kekayaan orang tuanya, kesukses anak-anak sebagai artis dan lain-lain. Tidak mengangkat masalah penderitaan anak jalanan yang berjuang untuk hidup akibat dampak krisis ini. Hari Anak Nasional bukalah obat pelipur lara di hari-hari derita. Hari Anak Nasional malah mempelebar kesenjangan sosial, karena semakin banyak orang tua membawa anak-anaknya pergi ke mall, supermarket untuk membeli barang atau makanan yang bisa membuat kalangan Aminin ngiler. Hari Anak Nasional juga menambah sakit derita Aminin karena tak satupun dari orang-orang berada sudi menanggung sedikit penderitaannya, tangisannya, kelaparannnya, kehampaannya, kekerasaanya.

    Teruskan perjuanganmu Aminin, tunjukan bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Tunjukkan kepada dunia bahwa kamu kelak juga bisa tersenyum. Suatu Saat Nanti.

     

    (Jakarta, 23Juli2001)

    Hosted by www.Geocities.ws




    Copyright ©2000 fans araph
    Situs web ini milik Pribadi dan bagi Hacker jangan berani-berani mengacaunya. By
    Muhammad Rizal R

    Hosted by www.Geocities.ws

    1