|
Lumbuang Informasi Komunitas Minang di Internet
|
|
KEKAYAAN ALAM Meskipun Propinsi Sumatera Barat yang memiliki luas daratan 42.297 km2 hanya 21,7% dari total luas daratan Indonesia - bahkan merupakan salah satu propinsi terkecil dari segi luas wilayah - namun daerah ini memiliki sumber daya dan kekayaan alam yang memadai sebagai modal pembangunan. Sumber daya alam Sumatera Barat terdiri dari tanah daratan serta lautan yang cukup luas. Daratan Sumatera Barat, seperti tergambar dari kondisi geografis di atas, sebagian besar adalah tanah berkemiringan tinggi hingga sedang, mempunyai gunung-gunung, ngarai dan lembah, serta kawasan hutan yang perlu dijaga kelestariannya. Curah hujan yang tinggi dan hampir merata sepanjang tahun , merupakan salah satu potensi alamiah Sumatera Barat, namun juga terkait dengan pengelolaan lingkungan. Adanya lima buah danau dan 230 sungai besar dan kecil, adalah potensi tersendiri dalam proses pembangunan - pembangkit tenaga listrik, prasarana lalu lintas, usaha perikanan, penyediaan air, pariwisata, dll. - tetapi juga merupakan faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan lingkungan. Gunung-gunung berapi memperkaya lahan dengan bahan-bahan vulkanis, tetapi juga memberikan indikasi situasi stailitas dan labilitas terhadap bahaya erosi Sebagai daerah yang terletak di sepanjang bukit barisan beriklim tropis dan bertanah subur , Sumatera Barat memiliki luas hutan yang memadai dengan kualitas yang baik.Sebagian dari kawasan hutan tersebut dapat diekploitasi untuk kepentingan pembangunan ekonomi dan sebagian lagi perlu di pelihara sebagai kawasan konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Bagi keperluan yang terakhir ini , sekitar 30 % dari kawasan hutan Sumatera Barat telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dalam bentuk taman nasional , kawasan hutan lindung, maupun cagar alam yang dilindungi. Diantaranya ialah : * Taman Nasional Kerinci Seblat { bersama jambi , bengkulu , dan Sumatera Selatan } * Taman Nasional di kepulauan Mentawai * Taman Hutan Raya Bung Hatta di Kotamadya Padang * Cagar Alam Rimbo panti di kabupaten Pasaman * Cagar Alam Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar dan Padang Panjang * Cagar Alam Lembah Harau di Kabupaten 50 kota dan * Kawasan Konservasi dan hutan lindung yang tersebar di semua Kabupaten . Selain sebagai kawasan konservasi untuk pelestarian lingkungan hidup dan ekosistem, semua taman nasional , cagar alam, dan hutan lindung tersebut juga memiliki kekayaan alam flora dan fauna yang tidak ternilai. Karena kekayaan yang yang dilindungi tersebut juga merupakan potensi pembangunan di bidang penelitiaan dan pengembangan ilmu pengetahuan . Potensi hutan yang cukup besar, selain untuk kepentingan pelestarian lingkungan hidup, cadangan air, juga memberikan manfaat ekonomi yang besar sebagai penghasil berbagai komoditi seperti kayu, damar, rotan, manau dan lain - lain yang tidak hanya digunakan untuk keperluan industri dan memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, akan tetapi hasil hutan dan hasil industri pengolahaannya merupakan penyumbang terbesar ekspor Sumatra Barat. Tanah, hutan, air, serta flora dan fauna, adalah sumberdaya daratan Sumatera Barat yang sangat berarti bagi pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi Kekayaan alam lainnya yang juga dimiliki ini adalah bahan tambang dan bahan galian seperti batu bara, batu kapur ( untuk industri semen ) marmer, pasir kuarsa, timah hitam, dolomit, obsidian ( batu bintang ) batu granit dan emas, di samping pasir, batu krikil dan bahan galian golongan C lainnya. Hingga dewasa ini Sumatera Barat masih memiliki deposit batubara dalam jumlah besar, yakni sekitar 200 juta ton cadangan terukur di daerah Sawahlunto Sijunjung, sekitar 4 juta ton di pesisir Selatan, di samping cadangan terduga yang terdapat di kabupaten 50 kota. Sedangkan cadangan batu kapur { lime stone} terdapat hampir di semua daerah, seperti di Padang, Sawahlunto Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kodya Padang Panjang, serta di Kabupaten 50 Kota, Agama, Pesisir Selatan dan Pasaman. Cadangan terbesar yang sudah terukur terdapat di Indarung, Padang yakni mencapai 1,5 miliar ton yang telah dieksploetasi sejak tahun 1910 untuk keperluan pabrik semen PT Semen Padang. Meskipun belum ditemukan cadangan gas dan minyak bumi yang memadai untuk dieksploitasi, namun diperkirakan sumber daya alam tersebut juga terdapat di Sumatera Barat. Selain itu, diduga masih terdapat berbagai sumber daya mineral lainya baik didarat maupun di wilayah lautanya. Disamping kekayaan yang terdapat di darat, propinsi ini juga mempunyai sumber daya kelautan (maritim ) yang cukup besar. Propinsi Barat memiliki garis pantai yang membentang sepanjang 375 kilometer, meliputi kawasan pantai daerah tingkat II Pasaman, Agam, Padang Pariaman, Padang dan Pesisir Selatan. Bila diperhitungkan dengan zona ekonomi eksklusif {ZEE} 200 mil dari garis pantai, maka luas lautan Sumatera Barat mencapai 8,99 juta km2 atau lebih dua kali lipat luas daratanya . Khususnya sumber daya kelautan ini, hingga dewasa ini baru sebagian kecil yang berhasil diusahakan, berupa usaha penangkapan ikan dan pengolahanya. Laut adalah kekayaan Sumatera Barat yang masih berpotensi besar dan sangat prospektif untuk dikelola bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya dimasa depan. Di pihak lain, kombinasi dan komposisi sumber daya alam yang beragam, terdiri dari pegunungna, lembah, hutan, danau dan sungai-sungai, serta gugusan kepulauan dengan semua kekayaan dan keindahannya, adalah pula sumber daya yang tak terbatas bagi pengembangan sektor kepariwisataan. Dalam hal potensi alam, ditambah kekayaan sosial budaya, sumatera Barat dapat dikatakan mempunyai potensi kepariwisataan yang sangat besar dan paling menonjol di Indonesia. namun perlu diakui pula, walaupun semua sumber daya dan kekayaan alam itu secara relatif telah banyak memberikan kemajuan bagi ekonomi daerah dan masyarakat, namun belumlah tergarap secara optimal. Untuk dapat dikelola agar memberikan manfaat dan nilai ekonomi yang lebih besar, diperlukan modal yang besar serta penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang maju dan canggih pula. Selama 10 tahun terakhir, telah dilakukan berbagai usaha untuk mengelola kekayaan alam tersebut di hampir semua sektor pembangunan. Namun masih diperlukan usaha, kerja keras, modal, dan iptek yang lebih baik di masa-masa mendatang.*** |
Sponsor oleh:
|
Kontak InformasiLebih lanjut anda bisa menghubungi kami di: 0812.9258794 (Maifil Eka Putra) dan
Send mail to [email protected] with
questions or comments about this web site.
|