Lumbuang Informasi Komunitas  Minang di Internet

Geografi


Geografi
Demografi
Kekayaan Alam
Kondisi Sosial
Tambo

KEADAAN GEOGRAFI

Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat terletak di belahan pantai barat bagian tengah pulau Sumatera. Secara geografis berada pada meridian bumi antara 0o 54' lintang utara dan 3o 30 lintang selatan dengan 98o 36' dan 101o 53' bujur timur. Posisi ini berada di daerah tropis, bahkan dilalui oleh garis khatulistiwa.

Luas wilayah Sumatera Barat kl. 42.297 km persegi. Sebagian besar masih terdiri dari hutan belantara dan tanah berkemiringan tinggi, sehingga hanya sekitar 15% dari luas wilayah daratannya yang dapat diusahakan sebagai areal pertanian. Di areal yang terbatas inilah terdapat pusat kehidupan dan pemukiman penduduk berupa kota-kota, nagari-nagari atau desa-desa.

Propinsi ini sebelah utara berbatas dengan propinsi Sumatera Utara, sebelah timur dengan Propinsi Riau dan Jambi, di sebelah selatan dengan Propinsi Jambi dan Bengkulu, sedangkan sebelah barat dengan samudra Indonesia. Secara administrasi pemerintahan, Propinsi Daerah tingkat I Sumatra Barat dengan ibukota Kotamadya Padang, terbagi ke dalam 14 daerah tingkat II masing-masing delapan kabupaten dan enam kotamadya, satu kota administratif, serta 114 kecamatan, 43 pembantu kecamatan, 1.761 desa dan 408kelurahan (keadaan November tahun 1997).

Secara alami Sumatera Barat adalah daerah pegunungan Bukit Barisan dan dataran pantai yang sempit ditambah gugusan Kepulauan Mentawai. Tanahnya bergunung-gunung dan merupakan kawasan vulkanik dataran tinggi pertanian subur. Di antara gunung berapi yang terdapat di Sumatera Barat adalah Gunung Merapi (2.891 m), Gunung Singgalang (2.877m), Gunung Tandikat (2.438 m), Gunung Talang (2.572 m), Gunung Talamau (2.912 m), dan Gunung Sago (2.271 m). Di samping itu, daerah ini juga memiliki sejumlah danau, lembah, dan dialiri banyak sungai. Keadaan ini merupakan perpaduan yang harmonis antara bukit-bukit dan lembah-lembah yang terdapat pada gugusan Bukit Barisan serta dataran rendah yang relatif sempit terhampar di belahan barat.

Secara keseluruhan Sumatera Barat memiliki 230 buah sungai yang sebagian besar mengalir ke arah pantai Barat. Pada umumnya sungai-sungai tersebut relatif pendek dan berarus deras, sehingga tidak banyak mempunyai arti bagi lalu lintas sungai. Namun demikian, karena lebih curam dan berarus deras seperti Batang Masang, Batang Antokan, Batang Tapakis, Batang Kuranji, Batang  Tarusan dan lain-lain, sungai-sungai ini potensial sebagai pembangkit tenaga listrik dan untuk keperluan pengembangan pariwisata.

Sedangkan di kawasan timur mengalir sungai-sungai yang merupakan hulu dari sungai-sungai besar yang bermuara di Selat  Malaka, seperti Batang Kampar, Batang Sinamar, Batang Agam, Batang Ombilin, Batang Palangki, Batang Hari, Batang Kuantan, dan lain-lain. Karena tidak curam, berarus lebih tenang, serta memiliki kedalaman dan lebar yang memungkinkan, sebagian sungai-sungai tersebut dapat dipakai untuk prasarana lalu lintas sungai.

Di samping itu terdapat pula lima buah danau yaitu Danau Maninjau (9.950 ha), Danau Singkarak (13.011 ha), Danau Diatas (3.150 ha), Danau Dibawah (1.400 ha), serta Danau Talang (lk. 500 ha). Kelima danau ini secara ekonomis dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kepariwisataan, perikanan dan pembangkit tenaga listrik.

Karena kondisi topografi Sumatera Barat yang berbukit-bukit, bergelombang dan berlembah-lembah, seluas 1.650.918 hektar (39,03%) lahannya memiliki kemiringan di atas 40o, dan seluas 621.052 hektar terdiri dari lereng dengan kemiringan antara 25-40o, serta 545.799 hektar lagi merupakan lereng landai dengan kemiringan 15-25o. Jadi hanya seluas 1.411.961 hektar (33,4%) yang merupakan daratan hingga lahan dengan kemiringan di bawah 15o. Namun hanya sebagian pula dari daerah dataran dan tanah landai ini yang bisa diusahakan sebagai lahan pertanian, karena diantaranya juga masih merupakan kawasan hutan dan daerah resapan air yang harus dilestarikan.

Sumatera Barat memiliki garis pantai sepanjang lk. 375 km, membentang dari perbatasan dengan Sumatera Utara dan di utara hingga perbatasan Propinsi Bengkulu di selatan. Di sebelah barat, lk. 120 mil dari lepas pantai Padang, terdapat gugusan kepulauan Mentawai seluas 654.600 hektar, terdiri dari empat pulau besar, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Kepulauan Mentawai adalah bagian dari wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Padang Pariaman. Secara topografis kepulauan ini merupakan dataran rendah dengan penduduk yang masih sangat jarang. Sebagian besar hutannya yang masih perawan ditumbuhi oleh berbagai jenis flora hutan tropis dan sekaligus sebagai tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna. sebagian kawasan Siberut, pulau besar, telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi Taman Nasional Siberut.

Karena dilalui Khatulistiwa, Sumatera Barat mempunyai iklim tropis dengan suhu udara normal berkisar antara 22o C sampai 33o C dengan tingkat kelembaban udara antara 36-75. Daerah bagian barat yang menghadap Samudra Indonesia sangat dipengaruhi oleh angin laut, sehingga hampir sepanjang tahun mengalami udara yang lembab. Sebaliknya bagian timur dari Pegunungan Bukit Barisan yang mengarah ke Selat Malaka, terutama pada bulan Juli-Agustus, udaranya relatif lebih kering. Secara umum Propinsi Sumatera Barat memiliki curah hujan yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 1.785mm sampai dengan 5.615 mm per tahun.**

Sponsor oleh:


Kontak Informasi

Lebih lanjut anda bisa menghubungi kami di:

Handphone:

0812.9258794 (Maifil Eka Putra) dan

0811.972021 (Miko Mikardo)
Electronic mail

General Information: [email protected], <[email protected]>

Webmaster: [email protected]

Send mail to [email protected] with questions or comments about this web site.
Copyright © 2000 Rantaunet
Last modified: April 05, 2000
Hosted by www.Geocities.ws

1