MENU UTAMA ::...
BUDAYA KARO
TUTUR KARO
ALBUM KARO
PEMUDA KARO
KARO RANTAU
EKONOMI KARO
ALBUM KARO
POLITIK  KARO
TECH KARO
HALAMAN MUKA
[email protected]
 

 

 

Klik ! Kirim Kartu Ucapan... KartuCinta...KartuTerimakasih ..KartUltah  dlL ^_^
 

 

 

   
  ...::: Dapatkan email anda Gratis di Tanahkaro.com dan jangan lupa join di Forum Tanahkaro :::....  
 

• •.
 
.

     

 Komunitas Kalak Karo
  Budaya Karo
 

 

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 
Cenderung Melambat


Kondisi Ekonomi yang Memburuk, Tercermin dari Laju Inflasi yang Cenderung Meningkat
Jakarta, 12 April

Pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2001 diperkirakan cenderung melambat. Penyebabnya adalah berbagai masalah dan faktor risiko yang dihadapi pada triwulan I tahun 2001 masih terus berlanjut. Selain itu, kegiatan ekspor dan investasi yang diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang melambat. 

Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Achjar Iljas, Rabu (11/4), dalam konferensi pers bertopik ''Perkembangan Ekonomi Moneter dan Perbankan Triwulan I Tahun 2001 Serta Arah Kebijakan Mendatang''.

Dikatakan, selama triwulan I, nuansa optimistis terhadap kondisi perekonomian yang terlihat di akhir tahun 2000 ternyata mengalami perubahan yang memburuk. Beberapa risiko yang sejak awal tahun diperkirakan dapat memperburuk kondisi perekonomian, ternyata menjadi kenyataan, seperti kondisi politik dan keamanan dalam negeri yang tidak stabil, pertumbuhan ekonomi dunia melambat, serta ketidakpastian hubungan pemerintah dengan Dana Moneter Internasional (IMF). 


Laju Inflasi

Kondisi perekonomian yang memburuk tercermin dari laju inflasi yang cenderung meningkat. Laju inflasi triwulan I tahun 2001 tercatat 2,11 persen atau lebih rendah bila dibanding triwulan IV tahun 2000 yang mancapai 4,48 persen. Tetapi, apabila dihitung secara tahunan, laju inflasi triwulan I mencapai 10,62 persen, lebih tinggi bila dibanding triwulan IV sebesar 9,35 persen.

Kemudian, depresiasi nilai tukar yang cukup tinggi mencapai 5,5 persen dan telah menembus batas psikologis Rp 10.000 per dolar AS.

Dengan memperhatikan kecenderungan yang ada, kata Achjar, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih rendah dibanding proyeksi awal tahun sebesar 4,5 persen sampai 5,5 persen.

''Kinerja ekonomi selama 2001 sangat tergantung kepada kemampuan pemerintah mengatasi berbagai masalah, seperti menjaga stabilitas sosial,politik, dan keamanan dalam negeri, serta memulihkan hubungan dengan IMF,'' kata Achjar.

Di masa mendatang, lanjutnya, BI tetap konsisten dan berhati-hati menempuh kebijakan di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran.

Dalam bidang moneter, BI berupaya mengendalikan pertumbuhan uang primer dengan menerapkan kebijakan moneter tight-bias. 

Kemudian, di bidang perbankan, kebijakan BI diarahkan untuk memulihkan fungsi intermediasi perbankan dengan tetap menjaga operasi perbankan sesuai dengan ketentuan prudensial yang berlaku. Selama Januari hingga Februari 2001, jumlah kredit baru yang disalurkan mencapai Rp 5,9 triliun atau rata-rata Rp 2,95 per bulan. Padahal, pada tahun 2000, rata-rata kredit yang disalurkan per bulan mencapai Rp 4,2 triliun.

Sedangkan, di bidang sistem pembayaran, kebijakan BI difokuskan pada langkah-langkah menciptakan sistem pembayaran yang cepat, efisien, dan aman

 


 

.

.

 
        ÐñG BÝ Bo¥RàÑ. G´s
  www.tanahkaro.com®
              © 2001 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1