|
|
Ø KELAMBANAN
PENERAPAN OTONOMI DAERAH Ø
Pada tanggal 1 january tahun 2001 adalah awal dari langkah
pelaksanaan otonomi daerah sebagai hasil dari reformasi
yang telah di canangkan di negara pertiwi ini. Tetapi mengapa
sampai sekarang belum ada sosialisasi dari
penerapan tersebut? bahkan mayoritas masyarakat masih
belum mengetahui sampai dimana efek
dari otonomi daerah tersebut.
Seharusnya dalam penerapan sistem yang baru bagi masyarakat
pemerintah harus mensosialisasikan otonomi ini pada
masyarakat. Sosialisasi tidak cukup hanya
di bicarakan pada sebuah hotel berbintang di ibukota dengan
harga undangan yang sangat tinggi. Masyarakat awam
juga perlu mengetahui hal otonomi daerah ini.
Apakah hal ini disengaja oleh
pemerintah pusat untuk
kemudian dengan menunjukkan wajah iba pada saat
wawancara eksklusif akanmengatakan bahwa
masyarakat belum siap umuk otonomi ? kalau hal ini adalah
program ke depan yang sengaja di setting, hal ini tentunya
sangat disesalkan.
Otonomi Derah akan memberikan
kesempatan kepada daerah - daerah untuk
membangun daerah- nya sendiri. Pembangunan di daerah akan tidak
perlu menunggu program pemerintah pusat. Hal ini akan membantu
daerah untuk saling berkembang dan siap menghadapi era
globalisasi.
Otonomi daerah akan memberikan kesempatan seluas luasnya pada
perkembangan suatu daerah sehingga tidak terpusat di Ibukota
Jakarta.
Kelambanan penerapan otonomi daerah ini bisa saja disebabkan
oleh para pejabat negara yang enggan untuk melepas wewenang atau
kekuasaan yang ada padanya, sebab dengan otonomi daerah ini akan
mengurangi wewenang dan dan kekuasaan yang telah dimilikinya
selama ini.
Apapun argumen yang akan diberikan, saya yakin bahwa daerah
sudah siap untuk menghadapi otonomi daerah. Daerah sudah
seharusnya memikirkan perkembangan daerahnya dan mengelola
sendiri kekayaan daerahnya untuk kemajuan perekonomian - nya.
Era Globalisasi sudah diambang pintu, kita harus siap. hal ini
tidak mungkin ditunda lagi.
Bernard, 12 January 2000
Medan
|