|
|
Prof.Dr.Mubyarto:
Krisis
Ekonomi Ulah Perbankan
Kondisi perekonomian Indonesia yang semakin terpuruk dan di ambang
kebangkrutan ternyata bukan hanya karena ulah elit politik yang sibuk
bertikai. Tapi, juga dipicu ulah kalangan kaum perbankan.
"Karena kurs rupiah terus anjlok, kalangan perbankan tidak mau
rugi. Maka dibuatlah ancaman-ancaman kepada pemerintah agar mereka
terbebas dari tanggungan utang yang semakin berat akibat naiknya
dolar," kata pengamat ekonomi UGM Prof. Dr. Mubyarto kepada
wartawan di Hotel Natour Garuda Jl. Maliboro Yogyakarta, Minggu
(29/4/2001).
Menurutnya, kondisi ini disengaja dibuat oleh kalangan perbankan untuk
menyelamatkan modal mereka sendiri agar tidak bangkrut. Seharusnya, kata
Mubyarto, pemerintah harus lebih membuka mata pada kondisi perbankan
Indonesia yang sudah sangat parah. Banyak bank yang sebenarnya layak
untuk ditutup daripada dipertahankan karena kondisinya memang sudah
sangat parah,
Dijelaskan Muby-- panggilan akrabnya, kebijakan mempermudah perizinan
bagi pendirian bank swasta di tahun 1988 lalu, justru menjadi bumerang
bagi perekonomian Indonesia. "Bayangkan saja, dari 70-an bank yang
ada, sejak 1988 berkembang pesat menjadi sekitar 200-an bank di
Indonesia. Tragisnya, pemerintah tidak menutup bank-bank yang tidak
sehat malah menyehatkan. Padahal, tindakan itu malah membuat kondisi
makin parah," demikian Muby .(oleh ray/dtc)
|