Page 41 - al kasyfu wa tabyin
P. 41
40 al kasyfu wa tabyin
Orang-orang yang beramal baik, selalu mencari perkara yang halal dan sibuk
menyucikan hati. Sebagian dari mereka mengaku telah sampai pada derajat zuhud,
tawakal, rela dan cinta tetapi tidak paham hakikat dari derajat tersebut serta tidak
memenuhi syarat, tanda dan bahaya-bahayanya.
Sebagian yang lain mengaku telah sampai pada derajat sungguh-sungguh dan cinta
kepada Allah. Mengira telah bersatu dengan-Nya dengan berkhayal dengan fantasi yang
rusak mengandung bid’ah dan kufur. la mengaku cinta Allah dan dikatakannya telah
mengenal-Nya padahal tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Mereka belum bisa melepaskan diri dari perkara yang dibenci Allah, masih mengikuti
hawa nafsunya dalam melakukan perintah-Nya dan dari perkara lainnya karena malu di
hadapan manusia.
Padahal saat ia sedang sendirian sangat malu kepada Allah dari perkara yang tidak mau
mereka tinggalkan. Mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya hal itu justru bertentangan
dengan rasa cintanya kepada Allah.
Sebagian dari mereka lainnya cenderung menyukai sifat qanaah dan tawakal. Mereka
melewati padang sahara tanpa membawa perbekalan karena ingin membuktikan sifat
tawakalnya. Tidak sadar bahwa yang demikian adalah suatu bid’ah yang tidak ia peroleh
dari para ulama salaf dan para sahabat Nabi, semoga Allah meridhai mereka semua.
Terkadang mereka lebih mengetahui tentang tawakal, yang mereka pahami dari tawakal
adalah sesuatu yang terbesit dalam jiwa dan meninggalkan bekal. Tetapi mereka tetap
mengambil bekal padahal se,atinya seorang yang tawakal adalah orang yang telah
pasrah kepada Allah dan lebih memilih tidak membawa bekal.

