Page 44 - al kasyfu wa tabyin
P. 44
43 al kasyfu wa tabyin
8. Golongan Kedelapan.
Orang yang telah melewati tingkatan ini, mereka mengikuti tarekat sampai pintu makrifat
terbuka. Setelah mereka akan sampai pada awal makrifat, mereka takjub dan merasa
senang, hatinya kagum dengan perkara yang di luar logika kemudian sering
memikirkannya, berpikir bagaimana cara membuka pintu makrifat tersebut dan menutupi
hal itu dari orang lain.
Semua ini adalah tipuan karena keajaiban-keajaiban tersebut adalah jalan menuju Allah
dan itu tidak ada batasnya. Barangsiapa yang berhenti karena terbuai dengan keajaiban
tersebut, maka hal itu) dapat membelenggu dan memperpendek langkah hingga ia tidak
mungkin sampai menuju tujuannya.
Ibaratnya seperti orang yang hendak mendatangi raja, ia melihat pintu istana dan melihat
kebun yang dipenuhi bungabunga indah bermekaran serta cahaya yang tidak pernah ia
lihat sebelumnya. Ia pun terhenti dan habislah waktu yang ia miliki untuk bertemu dengan
raja, akhirnya ia pulang dengan sia-sia.
9, Golongan Kesembilan.
Orang yang melampaui batas dari kelompok-kelompok sebelumnya. Mereka tidak
berpaling dari cahaya-cahaya tarekat dan tidak peduli kepada sesuatu yang justru dapat
membuatnya mudah mendapatkan pemberian yang melimpah. Mereka tidak berusaha
untuk meraih pemberian tersebut.
Saat hampir meraihnya, mereka mengira telah sampai kepada Allah sehingga mereka
berhenti dan tidak terus meraihnya. Mereka keliru karena Allah memiliki tujuh puluh hijab
dari cahaya dan kegelapan. Seorang yang menempuhnya tidak akan bisa mencapai
kecuali mereka merasa telah mampu meraihnya.

