Page 15 - Ekoteologi-Banjar
P. 15

JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH            : Larangan Berbuat Kerusakan Di Bumi

                NAMA  : Abdul Muthalib, S.H.I



                                     َ          ِّ              ر
                      هل    لضم     لف     الل    ه ه ه دهي   نم   ،ان ه لامعأ     ه تائيس   نمو     ان ه سفنأ     روش   نم    ه للاب     ذوعنو   ،هرفغتسنو   هنيعتسنو   هدمحن    ه لل     دمحلا

                                                                                            َ
                                                                                                           َ
                                                                                              هل    يداه     لف   ل ه لضي      نمو  .
                                  ِّ  ِّ        ُ          ً     َ  ِّ           َ       َ        َ
                        لىع   كرابو   ملسو     لص   مهللا   ،هلوسرو   هدبع     ادمحم     انديس      نأ      دهشأو   ،هل     كيش ر      ل    هدحو     الل      لإ      هلإ    نأ     ل      دهشأ

                                                                                                          ِّ
                                                                             ن
                                                 نيدلا     موي   لىإ     ناسحإب   مهعبت   نمو   ،   يعمجأ   هبحصو   هلآ   ه    لىعو   ، ٍ دمحم     ان ه ديس  .
                                                            ٍ
                                                                                    ه
                                                      ه
                 Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan bumi ini dengan penuh
               keseimbangan dan keindahan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi
               Muhammad SAW, teladan terbaik dalam menjaga amanah kehidupan.
               Hadirin yang dirahmati Allah,


               Salah satu larangan  besar dalam Islam adalah berbuat kerusakan di muka bumi. Allah SWT
               berfirman:
                                     َ    ْ    ْ  َ    ِّ  َ  َ  َ َ ْ َ     ً َ َ َ  ً َ      ْ  َ َ  َ  ْ  َ ْ َ  ْ  َ ْ  ن     ْ  َ    َ
                                                                         ْ
                                     ن
                                         ي ه ن ه سحملا     نم     بيرق    ه للّا     تمحر  ه  ۚ      نإ      اعمطو     افوخ     هوعداو     اه ه حلَصإ ه     دعب     ضرلْا  ِ ه     ف      اود ه سفت     لو


                Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya,
               dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat
               dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

               Kandungan singkat: Ayat ini menegaskan larangan keras untuk merusak tatanan kehidupan

               yang telah Allah ciptakan dengan baik, baik kerusakan lingkungan, sosial, maupun moral.
               Sekaligus mengajarkan agar seorang hamba senantiasa berdoa dengan penuh harap dan rasa
               takut, serta berusaha menjadi orang yang berbuat kebaikan (muhsinin).

                Ayat ini pula mengingatkan kita bahwa bumi ini telah Allah ciptakan dengan tatanan yang
               sempurna. Namun manusia, dengan keserakahan dan kelalaiannya, seringkali menjadi sebab
               kerusakan itu sendiri. Kerusakan bukan hanya berupa kehancuran alam seperti penebangan
               liar, pencemaran, dan eksploitasi berlebihan, tetapi juga kerusakan moral, kezaliman, dan
               perpecahan di tengah masyarakat.

               Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang muslim adalah yang membawa manfaat, bukan

               mudarat. Maka setiap perbuatan kita hendaknya menjadi kebaikan bagi lingkungan dan
               sesama manusia. Menjaga kebersihan, melestarikan alam, berlaku adil, serta menjaga
               persaudaraan adalah bagian dari ibadah.
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20