Tarekat
Haqiqat
Lataif
Syair - Syair Sufi
Tasawuf
Tarian Sufi |
| Tujuh puluh ribu hijab | Seribu Penawar | Iktikaf | Mestikah kau
tangguhkan Matahari | Perjalanan mencari Hamzah | Maqam Tertinggi | Indahnya kemaatian | Bait cinta | Kedukaan | |
MESTIKAH KAUTANGGUHKAN MATAHARI
kulamar kembang doa kekasih
di Jabal Rahmah
mekarnya menambat pendaki zikir
sebelum sampai di puncak
kudengar burung waktu
berkicau di lembah mimpi
memukau matahari
masuk ke sayapnya
entah kapan kutinggalkan perahu
di tebing hayat
kubisik kepada laila
bagaimana kasih melakar
jalan dan puisi
sewaktu kujejaki
keluk lembah gunung ini
kala kusingkap jendela waktu
sungai zikir masih mengalir
tapi sangkar nafasku masih terguling
di lantai perahu
nafasku mengepak keluar
dari pintu yang pecah lalu berdoa
mestikah Kautangguhkan matahari
walau langit tersimpul
tunjukkanlah aku jalan
yang tidak tersimpang
dari hembusan uzlah
kala nafasku ingin kembali ke sangkar
tahu-tahu
sangkar telah menjadi puing-puing
yang abadi
nafasku kesima menuding langit
sayapnya mencari wajahku
yang tak kelihatan
di cermin-Mu
siapakah yang memecahkan sangkar?
jauhariku tak punya sepasang mata langit
untuk merenung permata cakerawala-Mu
ke mana perginya sayap nafasku
pernah kuukir sangkar
dengan bentuk wajahku
kaulah maulana musafir
yang tidak bersanggar teduh
di arafah kehidupan
kau dari anasir langit
akan kembali ke hadirat langit-Nya
bukankah di sangkar
kita saling mengenal
bersatu dalam pandangan
mengumpul cahaya
menyembulkan warna dan rupa
huruf dan suara
antara gelap dan terang
di situlah keabadian kita
sejak berpisah
aku sendirian di perahu
sangkar yang masih terguling
seakan malam tidak berpelita
pintunya yang pecah
seakan terputus tali munajat
alangkah fananya hidupku
kembalilah ke perahu
aku di puncak Jabal Rahmah
hangatnya memeluk keseluruhanku
Hasil Tulis: Hj Djauhar |
|