Tarekat
Haqiqat
Lataif
Syair - Syair Sufi
Tasawuf
Tarian Sufi |
| Tujuh puluh ribu hijab | Seribu Penawar | Iktikaf | Mestikah kau
tangguhkan Matahari | Perjalanan mencari Hamzah | Maqam Tertinggi | Indahnya kemaatian | Bait cinta | Kedukaan | |
INDAH PENDAR KEMATIAN
Biarkan aku terbaring dalam lelapku, karena jiwa ini telah
dirasuki
cinta, dan biarkan daku istirahat, karena batin ini memiliki segala kekayaan
malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling
ranjang ini, dan taburi tubuh ini dengan wewangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini
dengan
wewangian, dan bacakanlah sang tangan kematian yang telah tertulis jelas di
dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini, karena kedua bola mata ini telah
teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak pendar perak bergelinjang dan menyejukkan
jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar
harapan
dalam mataku, karena makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat
hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku, dan tegakkanlah kepalamu seperti
bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut fajar pendar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom pendar cahaya antara
ranjangku dengan yang Tak Terhingga;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kerisak-kerisik kepak
sayap-sayapnya.
Mendekatlah, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku. Ciumlah
mataku
dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan
kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa mencengkeramkan tangan lembutnya di dahiku dan
memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekat dan melihat bayangan Tuhan
dalam
mataku, dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian di kedalaman nafasku.
|
|