| Tasawuf Tarekat Haqiqat Lataif Syair - Syair Sufi Tarian Sufi Humor Sufi |
Haqiqat Manusia Manusia sesungguhnya terdiri dari 3 unsur:
HATIHati ada 2 jenis, yaitu:
Hati Ruhaniyah seperti 2 sisi mata uang dengan Jiwa Muthmainnah. Apabila manusia hidup dengan mengikuti hawa nafsu & syahwatnya, maka Hatinya (Jiwa Muthmainnah) tertutupi oleh "penyakit-penyakit" tersebut. Maka kondisi hati (jiwa Muthmainnah) nya menjadi sakit, buta, tuli, lumpuh, bahkan mungkin mati! Mungkin kita termasuk orang-orang yang sakit atau mati Jiwa Muthmainnah kita? Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:32) Jiwa Muthmainnah inilah sesungguhnya JATI DIRI manusia. Dialah sisi lain dari 2 sisi mata uang, apabila kita menyebut HATI RUHANIYAH. Jadi sesungguhnya, kurang tepat kalau (mungkin) sekarang kita mengatakan bahwa "Inilah diri saya". Kenapa? Karena mungkin yang kita tunjuk kepada diri kita bukanlah Jati Diri kita sesungguhnya. Tetapi merupakan Jati Diri (Jiwa Muthmainnah) kita yang terbungkus oleh syahwat & hawa nafsu. Perangai dan perilaku yang mengalir dari diri kita dalam setiap aktivitas sekarang ini, (mungkin) belum merupakan cerminan sesungguhnya Jati Diri, tetapi lebih merupakan cerminan syahwat dan hawa nafsu yang mendominasi diri kita. Seorang yang Jiwa Muthmainnah-nya bersih sempurna, barulah ia dikatakan "mengenal dirinya". Dia akan mengetahui Jati Dirinya. Pada tahapan inilah seorang dikatakan ma'rifatullah. Rasulullah SAW bersabda (sebagian ulama mengatakan ini merupakan kata hikmah), bahwa "Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal tuhannya". Namun Ma'rifatullah BUKAN TUJUAN AKHIR. Ini barulah gerbang pertama dalam memasuki pelaksanaan Diin yang hakiki. Sehingga kurang tepat kalau ada seorang pejalan tasawuf, yang menganggap tujuan akhir perjalanannya adalah Ma'rifatullah. Dengan mengatakan tahapan-tahapan tasawuf adalah : syariah - thariqah - hakikat - Ma'rifat (tujuan akhir). Ali Karamallahuwajhah pernah berkata dalam bukunya "Nahjul Balaghah", bahwa "awalnya beragama adalah ma'rfiatullah". Ma'rifatullah baru awal dari beragama seseorang. +++++++
|