|

By:
Dinadone (Dndn)
[email protected]
2004
|
KUMPULAN TULISAN DARI KOLOM PINGGIRAN
::
Buku Tamu-1
::
Forum Diskusi 001 ::
Forum Diskusi 002 ::
Halaman Depan
::
DEMOKRASI MENCARI BENTUK
Demokrasi kita dalam proses pencarian bentuk, bukan benda mati, tumbuh dan
berkembang semestinya kearah yang lebih baik. Seperti mahluk hidup jangan
sampai kehilangan nyawa alias mati and koit.
Demokrasi emang memberi ruang dan kesempatan untuk
berselingkuh dan berlaku abnormal, karena selalu berdasarkan MAYORITAS
SEBAGAI PENENTU. sementara MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT masih hanya sebatas
slogan.
|
 |
Sesuai prinsip ekonomi maka
dalam demokrasi setiap Parpol pasti berpikir untuk kepentingannya terlebih
dahoeloe, baru kemudian kepentingan rakyat.
Rakyat merupakan pasar bagi para elite Parpol, dari sinilah kemudian dimulai
persaingan dan rakyat kemudian menjadi penentu sebagai pembeli/ pemilih.
|
Bukanlah sesuatu hal yang buruk jika Parpol lebih awal berpikir untuk
menghidupi dan meningkatkan kualitas-kuantitasnya alias menggemukan dirinya
lebih doeloe, baru kemudian memikirkan kepentingan rakyat, karena toh rakyat
yang akan menentukan pilihannya selama 5 tahun sekali.
Pada suatu masa tentunya akan terjadi keselarasan, kesetaraan, dan
keseimbangan antara kualitas-kuantitas Parpol dengan kepentingan rakyat. Ini
adalah sebuah proses dan akan lebih cepat tercapai keselarasan, kesetaraan,
serta keseimbangan tersebut jika proses itu juga dipercepat, dengan
mempercepat jangka waktu bagi rakyat untuk memilih, jangka waktu 5 tahun
sepertinya terlalu lama lho...
Dalam demokrasi tidak ada jaminan untuk meletakkan kepercayaan begitu saja.
Satu-satunya yang bisa dipercaya dan menjadi jaminan adalah Elit yang bisa
diawasi dan dikontrol oleh rakyat sejak awal saat dipilih. Karena itoe di
beberapa tempat di muka bumi ini para penganut demokrasi melakukannya dengan
Pemilu sistim Distrik, dengan tujuan agar dapat memilih Elit yang paling
ideal. Mereka tidak mempercayakan sepenuhnya kepada Parpol untuk melakukan
itu.
Rakyat sudah semestinya bisa mengawasi para Elitnya selama mereka memegang
mandat rakyat, dan untuk dapat melakukan itu maka mereka (rakyat) perlu
didukung oleh sistim manajemen nasional terpadu yang baik serta memiliki
payung hukum yang kuat. Sistim manajemen nasional ini memang seharusnya
ditetapkan dalam Undang-Undang Negara, dengan maksud agar setiap langkah
yang dibuat oleh Supra maupun Infra Struktur Politik dapat diawasi oleh Sub
Struktur Politik.
Sesuai kemajuan tehnologi elektronika dan informasi maka sudah selayaknya
Sistim manajemen nasional dirancang berbasis Digital Bugeting dan Digital
Accounting...... bukanlah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan pada era saat
ini.
Dengan demikian maka masyarakat tidak perlu lagi membuang-buang duit dan
energi untuk berbondong-bondong (DEMO), arak-arakan dan teriak-teriak yang
justru akan lebih mengundang anarkhis, hal seperti ini hanya akan
menguntungkan para opurtunis politik, para calo demo dan para aktor (bayaran)
politik jalanan.....tapi sekali-kali kagak masalah kok, tetap masih
diperlukan sebagai aksi imbangan serta "Finishing".
Sudah saatnya rakyat
terlibat langsung dalam sistem manajemen nasional, karena itu
merupakan syarat mutlak Demokrasi.
thx......
Love, Peace, Freedom, Harmony and Happiness 4 all of you

<<< DINADONE >>>
|