KEPENTINGAN NEGARA DIATAS KEPENTINGAN LAIN
Hal yang sepatutnya diingat oleh mayoritas orang Indons... Atas nama anti
atau pro-terorisme, atas nama anti atau pro-demokratisasi, atas nama anti atau
pro-NKRI, atas nama HAM atas nama apapun juga, jangan pernah lupa agar selalu
meletakan kepentingan Negara di atasnya (Preambule UUD�45, alenia ke 4 � Tujuan
Negara; Nation Security dan Kesejahteraan, serta jangan sendirian dalam dunia
global, regional apalagi lokal)................
Kepentingan Negara termuat dalam Pembukaan UUD'45 Alenia ke 4 (Preambule)....
Yang menjadi Tujuan Negara
### Point ke satu - Nation Security (Pertahanan dan Keamanan);
"Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia"
...........Yang ini paling sering dilupakan..... yang paling rame diinget cuman
Supremasi Sipil ape Militer ape Polisi.... alias siapa yang paling pantas
berkuasa dari yang lainya.... begitu kali yah????
...........Sampai saat ini Indonesia belum memiliki UU batas wilayah negara,
sungguh hebat... sebuah negara besar (kepulauan) yang tidak tahu batas
wilayahnya dimana??? Hanya sebatas pengakuan dari "Hindia Belanda" (bersyukurlah
pada Belanda)........... setelah kehilangan Sipadan-Ligitan.... jangan kaget
yahhh..... entar lagi mungkin bakalan segera menyusul puluhan pulau-pulau kecil
di utara Indonesia, jangan remehkan walau hanya sekecil "pulau karang", tapi
lihat batas laut yang ikut terbawa oleh pulau-pulau kecil itoe, ratusan mil
luasnya..... belum lagi batas darat di pulau-pulau besar yang bisa digeser-geser
setiap saat.......... :) :) :) hebat euih......
...........Sampai saat ini Indonesia belum memiliki Sistim dan Alat
Pertahanan-Keamanan yang cukup memadai untuk melindungi rakyat dan wilayah
seluas negara besar (kepulauan) ini.... untuk mobilisasi dalam kondisi darurat,
masih bersifat parsial dan amat sangat terbatas....... apalagi untuk membangun image
daya tangkal bagi fihak atau negara lain supaya kagak macam-macam loe ame
Indonesia..... wow masih jauh.... "emang Indonesia udah punya apa?".....
ibaratnya seperti "calon preman tanah abang" yang badannye pendek, kurus, ceking
kagak punya tato, kagak punya belati, kagak punya temen.... kalo kayak gitu
emang siape yang takut.....
Sepertinya siapa aja bebas kok keluar masuk mengambil dan membikin apa aja yang
dia mau di negara ini, kagak ada yang perlu ditakutkan apalagi
dikhawatirkan...... trus kewajiban siape tuh? Sipil ape Militer ape Polisi yahhh
(lagi-lagi ke sitoe....)
Katanya seh "kewajiban setiap WNI"...... itu mah katanya kan.... katanya Pasal
27 (3) UUD'45, katanya Pasal 30 UUD'45 yang barusan di bongkar-pasang
(Amandemen), katanya UU No 3 tahun 2002... katanya kan????..........
ehm satu lagi neh.... kata-katanye seh TNI punya 2 Kapal Selam.... yang satu
saat ini lagi dipotong-potong di Korsel untuk diambil besinya dari pada dibuang
percuma...... dan yang satu lagi sedang nge-dok alias bolak-balik ngadat, macam
Bajaj Bajuri...... :) :) :) ....... hebat kan................. Singapura yang
secuil itoe aje punya 6 kapal selam modern plus aliansi pertahanan dengan AS dan
Inggris......
..........."Melindungi segenap bangsa Indonesia" bukan hanya di dalam negeri,
tapi juga diluar negeri, termasuk kepentingan Indonesia yang ada di luar negeri.
Satu-satunya cara untuk "Melindungi" adalah dengan memiliki kemampuan yang cukup
untuk melindungi.... hanya itoe.
### Point ke dua - Kesejahteraan;
"Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa"
...........Nah kalo yang ini paling diingat, paling dicari dan paling sering
dituntut..... karena setiap orang Indons memiliki saham atas Negara ini.....
biasa kan kalo soal Hak..... wow berebut.... tapi soal kewajiban entar doeloe
yahhhh... sangat pelupa pada kewajiban...... dan berfikir bahwa Hak bisa dengan
sendirinya terpenuhi tanpa ada pihak lain yang melakukan kewajibannya.......
gimana kalo semua orang minta haknya dipenuhi..... apa iya bisa terpenuhi jika
tidak satupun diantara mereka yang melakukan kewajibannya.... jangan lupa bahwa
memang ada Hak seperti HAM, tapi sebagai bagian dari Negara.... maka ada Hak dan
kewajiban sebagai WNI dan sebagai bagian dari dunia Internasional maka ada hak
dan kewajiban Internasional.
...........Dan ingat bahwa siapapun yang mendapatkan Hak-nya.... itu pasti
karena ada pihak lain yang melakukan kewajibannya...... Jika semua berebutan
Hak, maka yang terjadi adalah "hukum rimba", siapa yang kuat maka dia yang
menang. Untuk itoe maka perlu pengaturan yang jeli, jelas dan tegas.
...........Ada negara yang terdiri dari sekumpulan orang (bangsa, suku, etnis,
agama) yang menempati suatu wilayah yang memiliki potensi kekayaan, ada sumber
daya manusia, alam dan buatan..... semua bisa dan harus diolah untuk kepentingan
Negara. Kepentingan Negara bukan hanya untuk kepentingan kesejahteraan tapi juga
untuk kepentingan Nation Security serta kepentingan Internasional/luar negeri.
...........Cukup sulit menjabarkan dimana ada satu "obyek-lahan" yang berupa
potensi kekayaan, ada sumber daya manusia, alam dan buatan..... yang harus
diolah untuk 3 kepentingan (kesejahteraan, nation security dan
internasional/luar negeri).
Setiap pengolahan sumber daya untuk kepentingan kesejahteraan, harus
mempertimbangkan dampaknya bagi kepentingan nation security dan
internasional/luar negeri.
Dan setiap pengolahan sumber daya untuk kepentingan nation security, harus
mempertimbangkan dampaknya bagi kepentingan kesejahteraan dan internasional/luar
negeri.
Demikian juga setiap pengolahan sumber daya untuk kepentingan internasional/luar
negeri, harus mempertimbangkan dampaknya bagi kepentingan kesejahteraan dan
nation security.
Ketiga kepentingan Negara tersebut saling terkait ibarat tiga sisi yang sama dan
tidak terpisahkan.
Dalam hal ini sering kali terjadi benturan vertikal-horizontal, pusat-daerah
atau antar golongan dan bahkan antar Negara. Dengan demikian maka perlu
pengaturan (Undang-Undang) yang melalui pengkajian mendalam secara ilmiah dan
melalui tahap penelitian, serta pengujian. Jangan lagi melahirkan aturan
(Undang-Undang) yang hanya untuk dijadikan sebagai alat pemuas kepentingan
sesa'at, khususnya untuk memuaskan golongan tertentu lalu mengabaikan sisi
ilmiah tanpa melalui tahap penelitian, pengkajian yang mendalam serta pengujian.
oleh karena itoe sangat dibutuhkan pemikir-pemikir yang handal dan bukan para
opurtunis.
...........Kepentingan kesejahteraan adalah untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk semua bangsa, suku, etnis dan agama.....
yang berada di semua wilayah.... di barat, timur, utara selatan..... di Negara
ini.
...........Kepentingan Nation Security udah dibahas di Point ke satu..
...........Kepentingan internasional/luar negeri dibahas di Point ke tiga..
...........Namun yah memang harus diakui soal kesejahteraan sampai dengan saat
ini mungkin hanya untuk golongan tertentu aja yang sudah cukup memenuhi......
yang lain masih diharapkan pengertiannya untuk ngantreeeee doeloe..... yang
panjang yahhhh...
### Point ke tiga - Jangan sendirian dalam dunia global, regional apalagi lokal;
"Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial"
...........Harus disadari bahwa kita tidaklah hidup sendirian di muka bumi
ini....
...........Kalo yang ini seh sebenarnya disadari..... tapi biasanya lebih
dominan ego Indons yang keluar, kadang kala malah terlalu merasa bagian dari
Bangsa-Bangsa Arab........... padahal yang paling Arab's macam Arab Saudi aja
memberi fasilitas dan menjadi bagian kelompok AS dalam menyerang IRAQ yang
ternyata Arab's juga lho......
...........Sementara Indonesia saat ini..... untuk keluar aja sulit kompak....
yahhhh ke dalam tambah kagak kompak....... Sedangkan negara-negara kuat...
contohnya yang sekuat AS aja kagak pernah jalan sendirian........... tapi
mungkin beda dong dengan Indonesia yang berani sendiri alias "Non-Blok" tapi
tetap ikut melaksanakan ketertiban dunia, bagus seh jika konsisten, resikonya
harus siap sengsara..... berani kagak loe????.....
...........Kemerdekan bukanlah berarti "Mutlak", karena dalam negara merdeka
tetap ada kewajiban untuk memberikan fasilitas tertentu kepada fihak atau negara
lain, contohnya memberikan fasilitas dan perlindungan untuk Kedutaan Asing dan
para diplomatnya, memberikan fasilitas alur laut kepulauan Indonesia bagi
lalu-lintas pelayaran asing, ikut dalam aktifitas perdamaian PBB, ikut menjaga
pelestarian lingkungan hidup, memberikan akses bagi kegiatan ilmiah dan sosial
internasional seperti LSM dan lainnya.
Apa yang kita miliki sebagai Negara Merdeka tidaklah sepenuhnya mutlak menjadi
milik kita sendiri. Namun bukan berarti kita hanya menjadi "Obyek-lahan" buat
kepentingan fihak atau negara lain.
...........Saat ini kecendrungan negara-negara justru melakukan ikatan kerja
sama yang semakin erat dalam berbagai bidang, dan resikonya adalah harus lebih
cermat dan lihai agar tetap dapat menjaga kepentingan sendiri..... karena apapun
bentuk kerja-sama tersebut akan selalu "Bermuatan Kepentingan" fihak atau negara
lain yang menjadi "Mitra" kita dan begitu pula sebaliknya......
Yang penting adalah.... jangan sampai kita hanya menjadi "Obyek-lahan" buat
kepentingan fihak atau negara lain tersebut..... selain cermat dan lihai.....
kita juga harus memiliki Jati Diri sebagai Bangsa Indonesia plus Loyalitas yang
kuat terhadap negara (kebanggaan sebagai Indons) dan kekompakan dari dalam
negeri serta kekuatan riil untuk memberi tekanan positif kepada fihak lain yang
menjadi Mitra......
Sebenarnya Indonesia memiliki cukup potensi sumber daya yang membuat
negara-negara lain seperti Jepang dan Singapura.... untuk terus bergantung
kepada Indonesia. Yang gampang aja contohnya..... Sinar Matahari yang diterima
di wilayah Indonesia ini jauh lebih besar dari pada yang diterima oleh
negara-negara di belahan bumi utara atau selatan.... bukankah itu potensi sumber
daya..... pikirkan bahwa suatu saat bahan bakar yang berasal dari perut bumi
menipis dan ada saatnya habis.... maka pada saat itu kagak ada alternatif lain
selain Sinar Matahari.... belom lagi yang lainnya kan???
Sekarang tinggal manusianya.... cermat tidak?.... lihai tidak?.... punya Jati
diri kagak?..... punya Loyalitas yang kuat pada negara kagak? dan mau kompak
kagak??? serta harus punya kekuatan riil (point ke satu)........ Kagak usah
muluk-muluk deh.......... bisa kagak seh benar-benar menjadi "Tuan Rumah" di
Negara Sendiri....
thx......