Halaman Depan

Artikel

Karya Lain

Anggota

Buletin

Mail


  Sebuah senyuman begitu berharga bagi seseorang yang mampu menerjemahkan betapa berharganya senyum itu, senyum merupakan kado yang sangat murah harganya dengan rupiah dan merupakan kado yang sangat mahal harganya bagi hati yang sedang membutuhkan penyegaran, senyum juga adalah obat bagi kekerasan hati, merupakan pahat untuk hati yang beku, merupakan api bagi hati yang dingin, dan merupakan es jeruk bagi hati yang gerah.  


Menu Utama

Halaman Depan

Artikel

Karya Lain

Anggota

Buletin

Mail


Kilas Foto

Siswa KIRSmart memberikan tawanya kepada kamera untuk melepas letihnya otak setelah melalui berbagai masalah yang dihadapi di ruangan rapat KIRSmart beberapa saat yang lalu.

 


 

 

 

 

 

 

 

Untuk Senyum Sang Wajah

Ya Allah, aku telah melihat keindahan
Sebuah keindahan yang menentramkan hati
Keindahan yang akan menyejukan panasnya hati ini
Akankah keindahan itu
Sengaja Engkau anugerahkan untukku
Bagaikan malam tiada berbintang
Saat keindahan itu tiada
Namun ..........
Saat keindahan itiu tiba
Matahari pun seakan tersenyum padaku
Keindahan senyum seorang wanita
wanita yang menjadi obat dikala sang pria sakit
wanita yang tegar dalam menjalani kehidupan
Wanita sejati pendamping sang pria
Wanita yang mengabdikan dirinya untuk agama
Ya Allah .........
Aku telah mengaguminya melebihi rasa kagumku pada ciptaan-Mu
Aku sadar ..........
Ini kesalahan, ini kekhilafan hamba sebagai hamba yang lalai
Ya Allah kini aku mencoba kembali
berlari mengejar cahya - Mu
Kembali mengingat sermua kebesaran-Mu
Ya Allah ampuni aku ......
Ingin kuhilangkan dan kubunuh perasaan ini
Namun ........
kembali aku teringat akan kekuasan - Mu
Perasaan itu adalah anugerah dari Mu
Yang Engkau berikan pada seluruh ummat-Mu
Lantas ......
Siapakah diri ini ?
Aku pun adalah ummat-Mu
Yang tak kuasa menghilangkan perasaan itu
Yang tak berdaya melawan perasaan itu
Hanya cahya-Mu lah tempat aku berlindung
Dari ......
Tipu daya perasaan itu
Ya Allah jagalah aku
Apabila senyum indah itu memang untuk ku
Jagalah senyum itu
Sampai tiba saatnya
Untuk aku mendapatkanya
Namun ........
pabila senyum itu memang bukan untuk ku
Hapuskan dia dari dalam ingatan ku
Agar aku lebih Ikhlas dalam menapaki jalan-Mu
Aku tak ingin kekagumanku
Pada wajah dan senyum itu
membutakan hati dan jiwaku
Sehingga aku tersesat dalam kenikmatan dunia
yang penuh dengan fatamorgana belaka
Dan hanya sekejap mata ini
"Untuk seseorang yang terukir dalam lautan jiwa nurani"
(Akbar)
 


 


Baca

Arti Kebudayaan

Antara Tsunami, dan Islam

Jarum Indikator Pencemaran Air

Samsung Jadikan Korea Negara Terdepan

Metode Telur Sapi

Penjelajah Tata Surya

Penyakit Yang Terlupakan

Senjata Pamungkas 14 Abad Silam

Tertawailah Anekdot


 




Copy 2005

Iqbal

KIRSmart

Hosted by www.Geocities.ws

1