Halaman Depan

Artikel

Karya Lain

Anggota

Buletin

Mail


  Segala bencana yang terjadi di dunia ini pasti sudah direncanakan oleh sang pencipta, jadi semua pasti akan berjalan sesuai dengan rencananya. dan disamping bencana itu sudah pasti memiliki hikmah tersendiri, dan kita hanya bisa mencari hikmah tersebut dan menjalaninya.  


Menu Utama

Halaman Depan

Artikel

Karya Lain

Anggota

Buletin

Mail


Kilas Foto

Kegembiraan semua siswa KIRSmart angkatan 3 setelah serah terima jabatan Ivan dan Akbar. didepan kelas dua tujuh sekali gus tempat serah terima jabatan.


 

 

 

 

 

 

 

 

Antara Tsunami, dan Islam

Beberapa saat yang lalu kita telah tertimpa bencana di Indonesia bagian barat sana. Geliombang tsunami yang tak kenal umur telah menelan banyak korban, dan tidak pandang bulu maupun umur. Banyak anak-anak yang menjadi korban keganasan gelombang ini, dan tidak hanya anak-anak yang menjadi korbannya, banyak dari kalangan orang tua juga yang meninggal ditelan ombak yang mampu merubuhkan beberapa rumah sekali terjangan.
Kayaknya enggak heran lagi kalo kita mendengan berita tentang Tsunami di acara-acara TV, Tabloit, Koran Harian Pagi, Bahkan kita bisa juga melihatnya di Internet. Jadi enggak ada lagi alasan belum mendengar berita duka ini. Tetapi apakah kita pernah mengerti apa maksut dari Tsunami ini, atau apakah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini. terkadang jika saya merenungi masalah ini, dan memperhatikan bantuan-bantuan yang mengalir dari berbagai kalangan, seperti Bantuan bahan makanan dari berbagai belahan masyarakat Indonesia yang ikut berpartisipasi menyumbangkan apa-apa yang mereka miliki, tidak hanya dari kalangan masyarakat saja yang meu menyumbangkan apa-apa yang mereka milki, ada juga mahasiswa yang meminta sumbangan kepada angkot-angkot yang mau memberikan bantuannya, dan masih banyak lagi yang memberikan bantuan yang dapat mereka berikan.
Allah pernah memperingatkan umat manusia bahwa umat Islam dimanapun itu seperti sebuah tubuh, jika sebagian tubuh merasa sakit, maka semua tubuh akan merasakanya, contohnya jika kita sedang sakit hati, maka tangan akan berat untuk bekerja, otak akan letih untuk berpikir, kaki capek berjalan, dan mulut juga kurang efektif dalam bekerja. Nah sesungguhnya Islam yang Allah inginkan adalah seperti itu, jika dipandang dalam kehidupan sehari-hari mungkin dapat di contohkan dengan sebuah bangsa yang bagian baratnya sedang ada masalah maka warga negara bagian timur akan merasakanya juga, terutama otak dari negara itu, yaitu pemimpin negara yang sudah pasti akan sangat merasakan kesulitan yang dialami oleh bangsanya tersebut, kemudian apa sih hubungannya dengan Tsunami dan Islam.
Ketika Islam yang kebetulan terlahir dan hidup di Palestina diperangi dan dijajah oleh Israel, mereka sangat merasa sakit sekali karena tidak adanya perlakuakan yang layak yang mereka terima dari Israel dan AS. Tapi enehnya bangsa Indoensia tidak memberikan bantuan yang nyata sama sekali, jika adapun mungkin itu hanya keinginan saja, atau mungkin hanya do'a saja, dan jika masih ada selebihnya juga yang ingin memberikan bantuan berupa tenaga kepada merka disana, kita sering dihalangi oleh pemerintah kita sendiri dengan dalih 'Kita harus menyelesaikan masalah bangsa dulu baru kita ikut campur dengan bangsa orang lain.' sungguh! Nasionalisme telah tumbuh mendarah daging pada sebagian penduduk bangsa Indonesia.
Apakah kita tahu, bahwa pernyataan yang menyatakan bahwa negara sendiri itu merupakan hal yang utama yang harus kita urus terlebih dahulu, akan merusak apa yang telah pernah Allah sampaikan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dan diteruskan kepada umat muslim lainnya, yang menyatakan bahwa 'Umat muslim itu seperti sebuah Tubuh'.
Sehingga mungkin saat ini Allah telah memberi 'sedikit' guncangan kepada umat manusia supaya mereka sadar akan apa yang mereka perbuat selama ini merupakan perbuatan yang salah besar. Allah menurunkan Tsunami di bagian negara ini, tepanya di Indonesia bagian Barat. dan guncangan yang sedikit ini telah merenggut banyak nyawa manusia yang mungkit sebenarnya tidak begitu mengerti tentang hal itu semua. Allah menurunkanya di bagian Indonesia supaya bangsa ini mau memperdulikan rakyat Aceh yang terkena bancana tersebut, dan ternyata hal itu telah terjadi, bangsa Indonesia benar telah memberikan bantuan yang berguna bagi rakyat Aceh, tapi apakah sesungguhnya yang berada dibalik pertolongan itu semua, kenapa saat Palestina terjajah dan mungkin merasakan lebih sakit dibandingkan korban Tsunami tidak mendapat pertolongan?, dan kenapa kini saat Tsunami melanda bangsa ini hampir seluruh bangsa ini seakan merasakanya, bahkan acara-acara TV selalu diselingi dengan ucapan belasungkawa yang begitu berlimpah. Kemana ucapan itu saat umat Islam di Palestina mendapat perlakuan yang tidak senonoh oleh orang-orang kafir. Jangankan ucapan belasungkawa, mungkin mengingat mereka saja tidak kali ya!.
Ini mungkin terjadi karena sikap bangsa Indonesia yang tak lagi memikirkan umat agamanya sendiri, dan lebih mementingkan bangsanya sendiri. Saat Palestina teraniaya, bangsa ini tidak ingat sama sekali, tapi ketika Indonesia bagian barat terkena bencana, maka hampir seluruh bangsa ini memberikan bantuan kepada mereka, apakah ini yang Allah inginkan dari perintahnya? dan apakah 'hanya' dengan memberikan bantuan kepada bangsa sendiri kita sudah merasa seperti apa yang telah Allah perintahkan?
Mungkin hal yang perlu kita renungkan sekarang juga, apa-apa yang telah Allah berikan, dan apa-apa yang telah Allah turunkan kepada manusia berupa peringatan kepada manusia supaya manusia senantiasa mengingat sang pencipta dan menjalankan semua apa-apa yang telah Allah perintahkan kepada umat menusia terutama umat muslim!.(Iqbal)


 


Baca

Arti Kebudayaan

Antara Tsunami, dan Islam

Jarum Indikator Pencemaran Air

Samsung Jadikan Korea Negara Terdepan

Metode Telur Sapi

Penjelajah Tata Surya

Penyakit Yang Terlupakan

Senjata Pamungkas 14 Abad Silam

Tertawailah Anekdot


 




Copy 2005

Iqbal

KIRSmart

Hosted by www.Geocities.ws

1