pita.gif (18237 bytes)     

home1.gif (2639 bytes)diagnosis.gif (2704 bytes)herbalm.gif (2680 bytes)herbalp.gif (2642 bytes)ask.gif (2744 bytes)kontak.gif (2671 bytes)aids.gif (2742 bytes)

HERBAL PIL

Sekilas Tentang Herbal Pill

Saat ini sebuah kabar gembira yang ditunggu-tunggu penderita HIV/AIDS telah datang. Sebuah penemuan yang dapat membantu penderita HIV/AIDS dengan menyerang langsung virus HIV yang terdapat dalam tubuh penderita. Penemuan tersebut berupa natural remedies (Herbal Pill). Keuntungan dari digunakannya ramuan ini adalah efek yang segera dirasakan setelah jamu dikonsumsi (berupa rasa hangat yang menjalar pada seluruh tubuh penderita). Karena terbuat 100% dari bahan alami ramuan ini tidak memiliki efek samping yang terjadi pada penderita, dan aman untuk digunakan oleh anak-anak.

Ramuan ini terdiri dari 3 bagian yang kesemuanya memiliki tugas unik dan saling mengikat satu dengan lainnya. Satu paket ramuan ini terdiri dari :

Sweeper : berfungsi untuk membersihkan dan mengamankan jalan bagi ramuan inti pembunuh virus HIV

Intercessor : berfungsi untuk membawa masuk bagian yang berperan untuk membunuh virus HIV dengan cepat ke tempat virus tersebut mengkopi dirinya.

Killer : berfungsi untuk melawan dan menghentikan siklus hidup virus HIV.

Ramuan ini tersedia dalam dua bentuk sediaan. Yaitu serbuk dan pil yang akan memudahkan penderita untuk memilih bentuk sediaan mana yang lebih disukai dan lebih praktis untuk dikonsumsi. Aturan pakai masing-masing bentuk sediaan pada ramuan tersebut adalah :

Serbuk : 1 sendok makan penuh tiga kali sehari, setiap sendok diseduh dengan 100 air panas boleh ditambahkan gula secukupnya, ekmudian diminumkan sampai habis termasuk dengan ampas-ampasnya.

Pil : 15 pil tiga kali sehari. Setiap kali makan diambil 15 butir pil kemudian dihancurkan dalam 100 ml air panas, boleh diseduh dengan gula secukupnya. Harus dihabiskan dengan ampas-ampasnya. Bila tidak tahan pahit boleh ditelan dalam bentuk pil.

Komposisi ramuan :

Baeckeae Folim 2%
Colocallia Fuciphaga nest 2%
Coriandri fructus 1%
Curcuma rhizoma 4%
Foeniculi fructus 1%
Melaleucae fructus 2%
Orthosiphonis Folium 2%
Parkiae semen 1%
Retrofracti fructus 4%
Zingiberis rhizoma 6%
Mineral 1%
Beta Vulgaris fructus 59%
bahan tambahan lainnya sampai 100%

Amboina-2.jpg (10758 bytes)

Tahap pengujian ramuan yang telah dilakukan :

         Tahap uji praklinis (uji toksisitas dan uji efikasi)
Uji toksisitas yaitu berupa uji toksisitas akut telah dilaksanakan oleh Departemen Farmasi ITB, dan ramuan terbukti aman untuk dikonsumsi.
Untuk tahap uji efikasi belum dilakukan karena tidak adanya institusi di Indonesia yang mampu untuk mengadakan uji efikasi terhadap virus HIV.

         Tahap Uji Klinis pendahuluan.
Pengujian klinis tahap awal telah dilakukan selama satu bulan pada 3 orang penderita dengan hasil :

     Penderita I

      Seorang laki-laki berusia 25 tahun, terinfeksi HIV dari tahun 2004 karena penggunaan narkoba. Sebelum menggunakan ramuan ini, mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitasnya sebagai seorang konselor HIV/AIDS karena sering mengalami demam dan cepat lelah, hanya dua minggu setelah mengkonsumsi ramuan inisudah bisa melakukan perjalanan keluar kota untuk memberikan konseling  dan menghadiri berbagai pertemuan yang membahas tentang HIV/AIDS.
Hasil laboratorium setelah pengujian selama 1 bulan :

Penderita I

Sebelum Pengujian

Setelah pengujian selama 1 bulan

Berat Badan

60kg

65kg

CD4

5 sel/mm3

239 sel/mm3

 Penderita II
Seorang laki-laki berusia 21th, terinfeksi HIV dari tahun 2004 karena penggunaan narkoba. Selain terinfeksi HIV juga positif terkena Hepatitis C dan TBC Paru-paru. Sebelum pengobatan mempunyai keluhan berupa demam dan cepat lelah dan mendapatkan terapi spesifik TBC dari salah satu rumah sakit di bandung. Selama pengobatan tetap mengkonsumsi antiretroviral.
Sebelum  pengobatan tidak bisa melakukan aktivitas di malam hari di luar rumah, setelah mengkonsumsi ramuan ini selama 2 minggu sudah bisa melakukan aktivitas malam hari seperti sebelum terinfeksi HIV. Selain peningkatan kekebalan yang diperoleh hanya dalam 2 minggu, nafsu makanpun ikut bertambah sehingga dalam 2 minggu terjadi kenaikan berat badan dari 49kg menjadi 65kg dan setelah 1 bulan menjadi 67kg.
Setelah satu bulan mengkonsumsi ramuan sudah tidak mengalami demam lagi dan tidak cepat lelah. Selain itu terapi spesifik TBC dihentikan dokter karena hasil pemeriksaan darah menunjukkan TBC paru-paru yang diderita sudah negatif dan penggunaan antiretoviral juga telah dihentikan atas saran dokter karena setelah percobaan selama 3 hari tanpa ARV (antiretoviral) tidak terjadi reaksi yang negatif.
Hasil laboratorium setelah pengujian  selama 1 bulan :

Penderita II

Sebelum Pengujian

Setelah pengujian selama 1 bulan

Berat Badan

49kg

67kg

CD4

44 sel/mm3

63sel/mm3

Penderita III
Seorang laki-laki berusia 29 tahun, terinfeksi HIV dari tahun 1996 karena penggunaan narkoba. Sebelum meminum ramuan ini aktivitas bisnis yang dilakukan sulit untuk maju karena keterbatasan tenaga dan mudahnya jatuh sakit apabila banyak melakukan aktivitas. Setelah meminum ramuan ini dalam waktu 2 minggu bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa bahkan bisa melakukan perjalanan keluar kota. Dan setelah penggunaan ramuan ini selama satu bulan kadar CD4 sudah kembali normal.
Hasil laboratorium setelah pengujian selama 1 bulan :

Penderita III

Sebelum Pengujian

Setelah pengujian selama 1 bulan

Berat Badan

63kg

67kg

CD4

390 sel/mm3

623 sel/mm3

Khasiat ramuan ini untuk memelihara kesehatan tubuh penderita HIV/AIDS sudah dapat diperiksa setelah pemakaian 2 minggu. Khasiat ini ditandai dengan peningkatan kadar CD4 dan peningkatan berat badan. Oleh karena itu tiap 2 minggu dapat diadakan pemeriksaan anti HIV dan anti HIV konfirmasi untuk pengecekan apakah sudah terbebas dari HIV atau belum.

Dalam pembuatan ramuan ini telah disesuaikan dengan persyaratan untuk produksi obat tradisional seperti yang terapat dalam cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB). Untuk menjaga kualitas produk dilakukan kerjasama dengan Departemen Farmasi ITB untuk mengadakan uji kualitas sehingga konsumen yang mengkonsumsi ramuan ini tidak perlu takut mengkonsumsi ramuan tersebut. Saat ini ramuan sudah mendapatkan nomor registrasi dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Walaupun ramuan ini sudah menjalani uji klinis pendahuluan tetapi reaksi yang dialami penderita sangat baik. Jadi bila anda tidak bisa mentolerir efek samping dari pengobatan konvensional HIV/AIDS dengan menggunakan ARV dan masih dengan merosotnya kekebalan tubuh karena HIV/AIDS mengapa anda tidak mencoba ramuan ini.

Hosted by www.Geocities.ws

1