|
|||||||||||||||||||||||||||||
HERBAL PIL Sekilas Tentang Herbal Pill Saat ini sebuah kabar gembira yang ditunggu-tunggu penderita HIV/AIDS telah datang. Sebuah penemuan yang dapat membantu penderita HIV/AIDS dengan menyerang langsung virus HIV yang terdapat dalam tubuh penderita. Penemuan tersebut berupa natural remedies (Herbal Pill). Keuntungan dari digunakannya ramuan ini adalah efek yang segera dirasakan setelah jamu dikonsumsi (berupa rasa hangat yang menjalar pada seluruh tubuh penderita). Karena terbuat 100% dari bahan alami ramuan ini tidak memiliki efek samping yang terjadi pada penderita, dan aman untuk digunakan oleh anak-anak. Ramuan ini terdiri dari 3 bagian yang kesemuanya memiliki tugas unik dan saling mengikat satu dengan lainnya. Satu paket ramuan ini terdiri dari : Sweeper : berfungsi untuk membersihkan dan mengamankan jalan bagi ramuan inti pembunuh virus HIV Intercessor : berfungsi untuk membawa masuk bagian yang berperan untuk membunuh virus HIV dengan cepat ke tempat virus tersebut mengkopi dirinya. Killer : berfungsi untuk melawan dan menghentikan siklus hidup virus HIV. Ramuan ini tersedia dalam dua bentuk sediaan. Yaitu serbuk dan pil yang akan memudahkan penderita untuk memilih bentuk sediaan mana yang lebih disukai dan lebih praktis untuk dikonsumsi. Aturan pakai masing-masing bentuk sediaan pada ramuan tersebut adalah : Serbuk : 1 sendok makan penuh tiga kali sehari, setiap sendok diseduh dengan 100 air panas boleh ditambahkan gula secukupnya, ekmudian diminumkan sampai habis termasuk dengan ampas-ampasnya. Pil : 15 pil tiga kali sehari. Setiap kali makan diambil 15 butir pil kemudian dihancurkan dalam 100 ml air panas, boleh diseduh dengan gula secukupnya. Harus dihabiskan dengan ampas-ampasnya. Bila tidak tahan pahit boleh ditelan dalam bentuk pil. Komposisi ramuan :
Tahap pengujian ramuan yang telah dilakukan : �
Tahap uji praklinis (uji
toksisitas dan uji efikasi) �
Tahap Uji Klinis
pendahuluan. Penderita I Seorang laki-laki berusia 25 tahun,
terinfeksi HIV dari tahun 2004 karena penggunaan narkoba. Sebelum menggunakan ramuan ini,
mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitasnya sebagai seorang konselor HIV/AIDS karena
sering mengalami demam dan cepat lelah, hanya dua minggu setelah mengkonsumsi ramuan
inisudah bisa melakukan perjalanan keluar kota untuk memberikan konseling dan menghadiri berbagai pertemuan yang membahas
tentang HIV/AIDS.
Penderita III
Khasiat ramuan ini untuk memelihara kesehatan tubuh penderita HIV/AIDS sudah dapat diperiksa setelah pemakaian 2 minggu. Khasiat ini ditandai dengan peningkatan kadar CD4 dan peningkatan berat badan. Oleh karena itu tiap 2 minggu dapat diadakan pemeriksaan anti HIV dan anti HIV konfirmasi untuk pengecekan apakah sudah terbebas dari HIV atau belum. Dalam pembuatan ramuan ini telah disesuaikan dengan persyaratan untuk produksi obat tradisional seperti yang terapat dalam cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB). Untuk menjaga kualitas produk dilakukan kerjasama dengan Departemen Farmasi ITB untuk mengadakan uji kualitas sehingga konsumen yang mengkonsumsi ramuan ini tidak perlu takut mengkonsumsi ramuan tersebut. Saat ini ramuan sudah mendapatkan nomor registrasi dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Walaupun ramuan ini sudah menjalani uji klinis pendahuluan tetapi reaksi yang dialami penderita sangat baik. Jadi bila anda tidak bisa mentolerir efek samping dari pengobatan konvensional HIV/AIDS dengan menggunakan ARV dan masih dengan merosotnya kekebalan tubuh karena HIV/AIDS mengapa anda tidak mencoba ramuan ini. |