
Virus HIV
|
HIV
Hunam Immunodeficiency Virus
AIDS
Acquired Immune
Deficiency Syndrome
|
| Penularannya Dapat
Melalui |
- Memakai Jarum suntik, Jarum Tatto, Jarum
tindik bekas orang lain yang mengandun darah orang yang terinfeksi HIV.
- Melakukan hubungan seks (anal, oral,
vaginal) tanpa menggunakan kondom yang menyebabkan luka, sehingga bercampurnya darah atau
cairan kelamin dengan orang yang sudah terinfeksi HIV
- Menerima transfusi darah dari orang yang
terinfeksi HIV.
- Ibu yang terinfeksi HIV positif kepada bayi
dalam kandungan, pada saat melahirkan dan menyusui.
|
| Virus HIV yang
menularkan terdapat dalam : |
- Darah orang yang terinfeksi HIV
- Cairan kelamin (sperma) yang terinfeksi HIV
- Air Susu ibu yang terinfeksi HIV
|
|
 |
|
Pencegahan yang dapat dilakukan dengan
:
- Tidak melakukan hubungan sex sama sekali
- Setia pada pasangan masing-masing
- Gunakan Kondom apabila melakukan hubungan
sex yang beresiko
- Tidak menggunakan Narkoba sama sekali
- Kalau masih menggunakan Narkoba jangan
menggunakan narkoba yang disuntikkan.
- Kalau tidak bisa berhenti dari narkoba yang
disuntikkan, gunakan jarum yang steril, tidak berganti-ganti.
- Apabila menerima transfusi donor darah
pastikan darah tersebut sudah di screening.
|
Terapi Antiviral Retroviral (ARV)
Terapi Anti Viral (ARV)
adalah terapi untuk menekan penggandaan virus HIV dengan obat-obatan dan mengharapkan
kekebalan tubuh pulih kembali. Obat yang disebut ARV itu tidak membunuh virus melainkan
hanya memperlambat pertumbuhan virus. HIV disebut juga retrovirus sehingga obat-obatan ini
disebut sebagai terapi antiretroviral (ART).
Sebagian besar dokter beranggapan bahwa Odha mulai mengkonsumsi antiretroviral dengan
mempertimbangkan 4 hal, yaitu :
- Bila vira load diatas 55.000
- Kadar CD4 dibawah 200
- Gejala infeksi oportunistik yang muncuk,
seperti kandidiasis (jamur mulut), TBC, dll.
- Kesiapan orang yang bersangkutan untuk
memakai ARV.
|
|
TES CD4
CD4 adalah bagian penting dalam sistem
kekebalan tubuh manusia. Ketika HIV menginfeksi manusia, sel CD4 lah yang diserang. HIV
masuk dan menjadi bagian dari sel CD4, sehingga ketika sel CD4 menggandakan diri
untuk melawan infeksi apapun, CD4 juga membuat tiruan HIV. ini yang membuat HIV berkembang
dengan cepat.
Setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4-nya menurun. ini tanda bahwa sistem kekebalan
tubuh kita semakin rusak. semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin terserang penyakit
lain. Jumlah CD4 normalnya berkisar antara 500-1600. untuk Odha, jumlah CD4 dapat menjadi
sangat rendah, sampai nol. Jumlah CD4 berubah-ubah tergantung kelelahan, stress dan jam
beberapa contoh darah diambil. infeksi juga dapat mempengaruhi jumlah CD4, sebaiknya
jangan tes CD4 dalam 2 minggu setelah pulit dari infeksi atau vaksinasi. |
|
TES VIRAL LOAD
| Tes viral load adalah tes untuk mengetahui
jumlah virus HIV dalam darah. Hasil tes viral load yang terbaik bagi Odha adalah
"tidak terdeteksi". Ini bukan berarti tidak ada virus dalam darah, melainkan
bahwa jumlah virus yang ada tidak cukup untuk ditemukan dan dihitung pada saat tes.
Semakin rendah viral load, semakin baik. Ini artinya Odha dapat hidup lebih lama dan lebih
sehat. |
|
Infeksi Oportunistik
| Kuman penyakit umumnya ada dalam tubuh, namun
tidak menumbulkan penyakit karena dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Ketika kekebalan tubuh menurun akibat HIV, tubuh tidak dapat lagi melawan kuman penyakit.
Kuman-kuman tersebut lalu memanfaatkan kesempatan (opportunity) untuk berkembang. Penyakit
yang disebabkan kuman yang memanfaatkan kesempatan tadi disebut Infeksi Oportunistik (IO) |
|
|
|
|