pita.gif (18237 bytes)     

home1.gif (2639 bytes)diagnosis.gif (2704 bytes)herbalm.gif (2680 bytes)herbalp.gif (2642 bytes)ask.gif (2744 bytes)kontak.gif (2671 bytes)aids.gif (2742 bytes)

Virus.gif (63231 bytes)
Virus HIV

HIV
Hunam Immunodeficiency Virus

  • Penyebab AIDS

  • Melemahkan sistem kekebalan atau perlindungan tubuh

AIDS
Acquired Immune Deficiency Syndrome

  • Kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV

Penularannya Dapat Melalui
  • Memakai Jarum suntik, Jarum Tatto, Jarum tindik bekas orang lain yang mengandun darah orang yang terinfeksi HIV.
  • Melakukan hubungan seks (anal, oral, vaginal) tanpa menggunakan kondom yang menyebabkan luka, sehingga bercampurnya darah atau cairan kelamin dengan orang yang sudah terinfeksi HIV
  • Menerima transfusi darah dari orang yang terinfeksi HIV.
  • Ibu yang terinfeksi HIV positif kepada bayi dalam kandungan, pada saat melahirkan dan menyusui.
Virus HIV yang menularkan terdapat dalam :
  • Darah orang yang terinfeksi HIV
  • Cairan kelamin (sperma) yang terinfeksi HIV
  • Air Susu ibu yang terinfeksi HIV
hiv1.jpg (12061 bytes)
   Pencegahan yang dapat dilakukan dengan :
  • Tidak melakukan hubungan sex sama sekali
  • Setia pada pasangan masing-masing
  • Gunakan Kondom apabila melakukan hubungan sex yang beresiko
  • Tidak menggunakan Narkoba sama sekali
  • Kalau masih menggunakan Narkoba jangan menggunakan narkoba yang disuntikkan.
  • Kalau tidak bisa berhenti dari narkoba yang disuntikkan, gunakan jarum yang steril, tidak berganti-ganti.
  • Apabila menerima transfusi donor darah pastikan darah tersebut sudah di screening.
   Terapi Antiviral Retroviral (ARV)
Terapi Anti Viral (ARV) adalah terapi untuk menekan penggandaan virus HIV dengan obat-obatan dan mengharapkan kekebalan tubuh pulih kembali. Obat yang disebut ARV itu tidak membunuh virus melainkan hanya memperlambat pertumbuhan virus. HIV disebut juga retrovirus sehingga obat-obatan ini disebut sebagai terapi antiretroviral (ART).
Sebagian besar dokter beranggapan bahwa Odha mulai mengkonsumsi antiretroviral dengan mempertimbangkan 4 hal, yaitu :
  • Bila vira load diatas 55.000
  • Kadar CD4 dibawah 200
  • Gejala infeksi oportunistik yang muncuk, seperti kandidiasis (jamur mulut), TBC, dll.
  • Kesiapan orang yang bersangkutan untuk memakai ARV.
   TES CD4
CD4 adalah bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Ketika HIV menginfeksi manusia, sel CD4 lah yang diserang. HIV masuk dan menjadi bagian dari sel CD4, sehingga ketika sel  CD4 menggandakan diri untuk melawan infeksi apapun, CD4 juga membuat tiruan HIV. ini yang membuat HIV berkembang dengan cepat.
Setelah lama terinfeksi HIV, jumlah sel CD4-nya menurun. ini tanda bahwa sistem kekebalan tubuh kita semakin rusak. semakin rendah jumlah CD4, semakin mungkin terserang penyakit lain. Jumlah CD4 normalnya berkisar antara 500-1600. untuk Odha, jumlah CD4 dapat menjadi sangat rendah, sampai nol. Jumlah CD4 berubah-ubah tergantung kelelahan, stress dan jam beberapa contoh darah diambil. infeksi juga dapat mempengaruhi jumlah CD4, sebaiknya jangan tes CD4 dalam 2 minggu setelah pulit dari infeksi atau vaksinasi.
   TES VIRAL LOAD
Tes viral load adalah tes untuk mengetahui jumlah virus HIV dalam darah. Hasil tes viral load yang terbaik bagi Odha adalah "tidak terdeteksi". Ini bukan berarti tidak ada virus dalam darah, melainkan bahwa jumlah virus yang ada tidak cukup untuk ditemukan dan dihitung pada saat tes. Semakin rendah viral load, semakin baik. Ini artinya Odha dapat hidup lebih lama dan lebih sehat.
    Infeksi Oportunistik
Kuman penyakit umumnya ada dalam tubuh, namun tidak menumbulkan penyakit karena dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ketika kekebalan tubuh menurun akibat HIV, tubuh tidak dapat lagi melawan kuman penyakit. Kuman-kuman tersebut lalu memanfaatkan kesempatan (opportunity) untuk berkembang. Penyakit yang disebabkan kuman yang memanfaatkan kesempatan tadi disebut Infeksi Oportunistik (IO)
Hosted by www.Geocities.ws

1