World Reality
Sampai saat ini belum ada obat untuk mengobati penyakit AIDS
(Temuan terakhir menurut data dari WHO adalah dalam rupa vaksin) namun tidak diberikan
pada orang sakit melainkan kepad aorang yang masih sehat. Hasil dari temuan vaksin HIV ini
masih belum menggembirakan. Kita masih ragu untuk memberikan vaksin HIV kepada orang /
pasien sehat, karena takut dengan kemungkinan apabila recipient vaksin HIV tersebut dalam
kondisi lemah, gagal menciptakan sistem imun untuk melakukan perlawanan balik terhadap
vaksin. Yang malah akan menyebabkan orang tersebut terkena HIV.
Pengobatan adalah dengan obat anti retroviral atau yang disebut
dengan ARV. namun obat ini juga hanya berfungsi untuk menahan laju pertumbuhan virus,
kekebalan tubuh penderita juga tidak meningkat dengan cepat. banyak kasus pengguna ARV
diiringi dengan timbulnya side effect karena jenis obat ini terlalu keras maka pada kasus
HIV dengan Hepatitis biasanya dokter akan menolak untuk memberikan pasien obat jenis ARV
dikarenakan akan mempengaruhi percepatan perusakan organ hati dan ginjal.
secret
from
the ancients
Javanesse
kingdoms
"Dare to believe, that our
country Indonesia, is holding a very deep secret of a powerful traditional medication for
centuries"
"Our body is part of the living nature and Herbal medicine is the best fit to human
body"
Opportunity
Belum ada
obat untuk mengobati HIV / AIDS sampai saat ini
Belum ada
obat HIV /AIDS yang ditawarkan tanpa effek samping
Menurut
penelitian Allensbach Institute di jerman, nilai sediaan herbal pada apotik-apotik sudah
mencapai 30% dari total nilai penjualan obat bebas.Dan sediaan herbal sudah termasuk dalam
2000 jenis obat yang banyak ditulis dalam resep dokter di jerman juga sudah masuk dalam
daftar asuransi kesehatan. Dari data tahun 1989 tercatat bahwa 58% penduduk jerman sudah
menggunakan sediaan herbal.
WHO
memperkirakan 4 Milyard penduduk dunia 80% nya menggunakan obat- obatan yang berasal dari
bahan tanaman (data Ferbruari 2003)
A New Hope
"Ketahuilah
keanekaragaman hayati
Indonesia adalah yang terbesar di dunia"
"Java Herbal Pill, telah melewati
beberapa proses penting standar pengobatan tradisional"
Uji pra-klinis toksisitas, bekerja sama
dengan Departemen Farmasi, Institut Teknologi Bandung
Penelitian uji kadar cemaran mikroba, batas
kandungan air, dan waktu hancur, juga bekerja sama dengan Departemen Farmasi ITB.
Uji klinis mandiri untuk memeriksakan
khasiat peningkatan kekebalan tubuh dari 3 orang penderita HIV, bekerjasama dengan
Laboratorium Pramita.
Teregistrasi dari BPOM, Jakarta Indonesia
Memperoleh Ijin Export dari BPOM Jakarta
Indonesia.
Java
Herbal Pill
Ramuan Java Herbal Pill
produksi PT.Javanessia ini tidak memiliki efek samping negative bagi penggunanya.
Penggunaan Java Herbal sampai dengan 500 kali dari dosis yang telah kami tetapkan masih
tidak akan memberikan efek samping negative pada tubuh manusia.
Pencapaian peningkatan kekebalan tubuh yang sangat
cepat yaitu dalam 20-30 hari sudah dapat dideteksi dengan pengecekan Cd4. Serta pengecekan
Viral Load untuk kadar Virus. Penggunaannya tidak harus seumur hidup.
Indonesia adalah negara dengan jumlah
penduduk yang terbesar, jumlah penduduk sebesar ini di Indonesia sebenarnya merupakan
Market by it self