|
Artikel 1
Tips menulis bagi pemula
Oleh :
Haryo Bagus Handoko

Bagi
Anda yang ingin memulai menulis sebagai karir utama
atau sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, berikut
ini beberapa tips yang mungkin akan membantu Anda.
Tulisan ini dibuat bukan untuk maksud sok menggurui,
tapi dibuat sekedar untuk berbagi pengalaman dengan
para pembaca yang berkeinginan untuk menekuni dunia
tulis menulis. Penulis artikel ini yakin bahwa
banyak di antara pembaca yang mungkin membaca
artikel ini jauh lebih mahir dan lebih mumpuni
pengetahuan dan keahliannya dalam bidang tulis
menulis. Baiklah berikut ini beberapa hal yang
perlu diperhatikan dan bisa dijadikan pedoman untuk
memulai sebuah tulisan.
1.
Tetapkanlah suatu ide dasar / tema dari tulisan
Anda. Kembangkan ide tersebut dalam suatu kerangka
pemikiran / kerangka tulisan, yaitu buatlah semacam
skema / bagan alur mengenai tulisan yang hendak
dibuat. Banyak orang yang menyebut skema ini dengan
“PARADIGMA TULISAN”.
2.
Setelah membuat skema / paradigma tulisan, mulailah
lakukan sedikit riset (banyak juga akan semakin
bagus). Riset bisa berawal dari tulisan di
buku-buku, berita di televisi, artikel-artikel yang
menunjang baik di koran maupun dari internet. Riset
juga bisa pula didukung dengan informasi dari
narasumber, yaitu orang yang berkompeten di bidang
kajian yang akan menjadi bahan penulisan kita.
Pengambilan data dari narasumber bisa dengan metode
random sampling (metode pemilihan
narasumber/responden secara acak), snowball sampling
(metode pemilihan narasumber/responden dari mulut ke
mulut, dimana jumlah responden akan bertambah banyak
; misal kita datangi si A, lalu kita wawancara, kita
mintai pendapatnya tentang topik yang akan menjadi
bahan tulisan kita, lalu kita tanyai si A, siapa
lagi yang bisa kita datangi untuk kita mintai
informasi. Misalnya si A menyebutkan nama
teman-temannya yang juga ahli di bidang itu,
misalnya si B, si C dan si D. Maka selanjutnya kita
datangi si B, si C dan si D untuk mengorek
keterangan lebih lanjut, demikian seterusnya hingga
jumlah responden semakin lama semakin banyak dan
data/keterangan serta informasi yang kita butuhkan
semakin valid dan teruji kebenarannya). Bisa juga
kita melakukan survei, seluruh responden/narasumber
yang berkompeten dalam bidang tersebut (100%
semuanya kita wawancarai) kita minta keterangan
tentang topik yang akan menjadi bahan tulisan kita.
Metode survei ini meskipun bisa menghasilkan data
awal yang cukup valid, namun membutuhkan biaya yang
tidak sedikit. Dari ketiga metode pengumpulan data
di atas, terserah kepada pembaca untuk memilih mana
yang terbaik.
3.
Dari hasil riset dan wawancara dengan nara sumber,
mulailah untuk memilah-milah dan melakukan
penggolongan informasi tersebut dalam beberapa
kategori. Tiap versi yang berbeda dari hasil riset
belum tentu salah 100%, namun perlu kita telaah
lebih jauh dan kita lakukan analisa berdasarkan cara
berpikir secara sistematis dan logis. Mungkin saja
potongan-potongan informasi tersebut merupakan
secuil saja dari sejumlah besar informasi yang bila
kita gabung-gabungkan dan kita analisa secara
mendalam akan menghasilkan suatu gambaran global
(the big picture) dari suatu masalah / topik yang
akan kita bahas. Bahasa sederhananya, yaitu kita
ibaratnya mencari potongan-potongan informasi
seperti halnya kalau kita mengumpulkan potongan
kepingan gambar dalam permainan puzzle, lalu kita
akan satukan potongan-potongan kecil itu pelan-pelan
(gak usah terburu-buru, karena hasilnya tentu kurang
bagus dan bisa saja analisa kita menjadi salah dan
tulisan kita tidak valid), hingga akhirnya kita akan
memperoleh hasil akhir yaitu gambar utuh yang bisa
kita pahami. Ooo ternyata ini gambar sapi toh ?
Kalau kita melihat sesuatu hanya sepotong sepotong
lalu buru-buru kita lakukan analisa tentu analisa
kita bisa saja salah bukan ?
4.
Dalam melakukan pembahasan dalam tulisan kita
(memulai menulis), bisa saja kita membahas mulai
dari hal-hal yang global dulu, baru kemudian sampai
ke hal-hal yang kecil/detil. Namun bisa juga kita
mulai dari hal-hal yang kecil (potongan-potongan
informasi yang berhasil kita kumpulkan) baru kita
satukan dan kita bahas hingga kita bisa menyimpulkan
gambaran global / keseluruhan pandangan dari suatu
masalah (misalnya, dari pembahasan mengenai, buntut,
kaki, perut, kepala, telinga, mulut, mata dan
hidung, akhirnya kita sampai pada pembahasan
mengenai makhluk apa yang kita bahas tadi. Ooo
ternyata ini sapi !). Metode pembahasan dan
penulisan mulai dari hal-hal kecil /
potongan-potongan informasi yang kemudian disatukan
dalam suatu kesimpulan akhir tentang sesuatu itu,
biasa kita temui dalam tulisan-tulisan novel atau
bahkan film misteri yang kita tontong di bioskop
atau televisi.
5.
Mengenai alur waktu kita bercerita (misal dalam
penulisan cerpen atau novel), bisa kita menggunakan
alur runtut (dari awal sampai akhir waktunya urut
dan runtut/berkesinambungan), flash back
(penceritaan dimulai dari bagian akhir dulu,
kemudian baru diceritakan dari awal asal mula kok
bisa terjadi seperti yang di bagian akhir itu), atau
bahkan alur cerita gabungan antara alur cerita yang
urut dengan alur cerita yang flash back. Namun alur
cerita gabungan, bila kita tidak pandai-pandai
mengolah kata dalam tulisan kita, bisa-bisa kita
malah membingungkan para pembaca (ingat tidak semua
pembaca yang membaca tulisan yang kita buat adalah
orang dengan kecerdasan yang mencukupi, karena
mungkin saja ada beberapa dari mereka yang agak
telmi/telat mikir. Oleh sebab itu lebih baik
tulisan dan gaya bercerita atau penyajian tulisan
kita seharusnya dibuat sesederhana mungkin dan bisa
dimengerti oleh semua orang. Hindari bahasa-bahasa
para pejabat yang pakai istilah-istilah adaptasi
dari bahasa asing yang sok keren, pakailah istilah
dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti).
6.
Mengenai gaya bercerita, sebaiknya kita memakai gaya
bercerita kita sendiri, dengan kata-kata yang
sederhana, mudah dimengerti, pembahasan jangan
terlalu berbelit-belit, pakailah
perumpamaan-perumpamaan yang mudah untuk menjelaskan
sesuatu yang mungkin sedikit rumit, sehingga dengan
adanya perumpamaan itu para pembaca bisa terbantu
untuk memahami apa yang kita maksud. Dalam menulis,
sebaiknya kita tidak perlu terlalu kaku dalam hal
pemilihan diksi (pemilihan kosa kata), bisa saja
kita pakai bahasa gado-gado (Indonesia-Jawa),
walaupun tidak selalu disarankan. Pendek kata, kita
menjadi diri sendiri saat kita menulis sesuatu.
Jangan pernah berusaha meniru gaya bercerita orang
lain dari tulisan tertentu yang pernah kita baca.
Tiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki
ciri khas dan tentu saja cara bercerita dan cara
penyampaian isi pikirannya tentu akan berbeda-beda.
Justru dengan ciri khas gaya penulisan dan cara
bercerita kita yang unik itulah, maka akan menjadi
semacam kekhasan kita (bahasa kerennya “trade mark
kita”). Seperti halnya dalam dunia musik, setiap
penyanyi tentu punya style/gaya dan penampilan serta
genre (tema musik) yang tersendiri.
7.
Tema apa yang bisa kita sajikan dalam tulisan kita ?
Mulai saja dengan menulis sesuatu yang sederhana
yang ada di sekeliling kita. Para penulis bisa saja
mengambil topik mengenai pengetahuan ilmiah,
pengetahuan umum, hobi dan ketrampilan, tutorial
perbengkelan/otomotif, keagamaan, pengalaman hidup
yang membawa hikmah, tutorial memasak, tutorial
komputer, tutorial HP, tutorial bercocok
tanam/tanaman hias, tutorial desain atau bahkan
tentang tips dan tutorial mengenai tata rias
kecantikan, berbagai macam humor seputar dunia
sekolah, kekonyolan teman, kehidupan di rumah, diri
kita sendiri, atau bahkan obyek benda mati yang
paling remeh sekalipun (sebagai obyek penderita yang
kemudian dianggap seakan-akan sebagai makhluk hidup
yang mempunyai perasaan dan emosi. Di situlah
kemampuan kita untuk menceritakan segala hal maupun
kejadian yang terjadi di sekitar obyek benda mati
tersebut, sehingga seakan-akan obyek benda mati
tersebut sebagai saksi hidup yang bisa menceritakan
segala hal yang terjadi dari sudut pandang si benda
mati itu. Dengan kata-kata dan diksi yang tepat dan
berkesan lugu dan polos, untuk menggambarkan setiap
kejadian dan berbagai hal yang terjadi maka semua
gambaran ilustrasi dalam bentuk cerita itu sudah
bisa disebut sebuah karya cerita pendek yang cukup
unik). Baiklah, misalnya saja kita tetapkan saja
kertas tissue toilet sebagai obyek yang akan kita
bahas. Kita pura-puranya memposisikan diri kita
sebagai kertas tissue toilet tersebut, lalu kita
bisa berangan-angan/membayangkan dan tentu saja
berimajinasi apa saja yang akan dilakukan orang
dengan kertas tissue toilet tersebut. Tentu saja
akan muncul berbagai “versi” cara orang menggunakan
kertas tissue toilet tersebut, dan bahkan mungkin
ada orang yang tidak menggunakan kertas tissue
toilet itu sebagaimana fungsinya. Kita bisa juga
membayangkan dan membahas tentang berbagai tipe
orang yang masuk ke kamar kecil / toilet (tempat
kertas tissue itu berada), mulai dari orang yang
lemah lembut, grusa-grusu, sampai orang yang jorok
sekalipun. Semakin unik dan semakin polos kita
menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan kertas
tissue dengan orang-orang yang menjadi pengunjung
toilet, serta semakin kita bisa membawa pembaca
untuk lebih “menghayati” akan “penderitaan” si
kertas tissue, berarti tulisan kita sudah cukup
komunikatif dengan para pembaca.
8.
Bagi penulis yang tema tulisannya lebih banyak ke
masalah teknis atau tutorial mengenai suatu topik
tertentu, misalnya tentang Hand Phone atau komputer,
tulisan tentang resep masakan, atau yang lainnya,
sangat disarankan agar tulisan sebaiknya diberi
ilustrasi/gambar pendukung baik gambar buatan tangan
ataupun mungkin foto-foto pendukung yang “bisa
memberikan gambaran” kepada para pembaca agar
tulisan kita lebih komunikatif dan interaktif dengan
para pembaca yang mungkin masih awam.
9.
Jangan terlalu tegang dan takut salah, santai saja
saat kita akan memulai menulis tentang sesuatu.
Biasakan membawa buku/notes kecil atau bahkan
beberapa helai potongan kertas dan bolpoin kemanapun
kita pergi. Atau bahkan mungkin flash disk bagi
yang mampu membelinya, Siapa tahu kita bertemu
dengan hal-hal yang bisa menjadi ide untuk bahan
tulisan kita, maka kita akan dengan mudah membuat
poin-poin penting yang bisa dicatat di selembar
kertas yang kita bawa tadi. Atau bahkan orang /
kenalan yang membawa laptop yang berisi
data-data/bahan-bahan yang bisa mendukung isi
tulisan kita, jadi kalau kita membawa flash disk,
kita bisa meminta ijin untuk mengcopy file-file data
pendukung yang mungkin dimiliki orang/teman kita di
komputer laptopnya. Saat menulis jangan pernah
membatasi sampai berapa halaman isi tulisan kita,
karena biasanya para editor di koran, majalah atau
penerbit pasti akan selalu mengedit tulisan kita.
Dalam banyak kasus, tulisan kita yang semula pendek
bisa disulap oleh penerbit menjadi tulisan yang
sangat panjang dan detil, atau bahkan sebaliknya.
Ini sesuai dengan pengalaman penulis artikel ini
yang pernah mengirimkan naskah tulisan ke majalah
HAI dan majalah INFO KOMPUTER. Di majalah HAI,
artikel humor penulis yang saat itu panjangnya satu
setengah halaman, bisa disulap oleh editor majalah
HAI menjadi cukup dua alinea saja tanpa mengurangi
makna isinya. Di majalah INFO KOMPUTER, naskah
artikel penulis yang semula hanya tiga perempat
halaman bisa disulap oleh redaksi/editor majalah
INFO KOMPUTER menjadi dua halaman penuh yang
dilengkapi pula dengan ilustrasi foto capture dari
layar desktop komputer.
10.
Jangan pernah memperkirakan atau mematok harga mati
berapa honor yang seharusnya kita terima, karena
tiap media cetak atau penerbit memiliki patokan
harga yang berbeda-beda. Ada yang memberikan
patokan honor berdasarkan jumlah artikel / topik
artikel yang dimuat (dimana per artikel dihargai
mulai dari Rp 80.000,- s/d Rp 100.000,- ; ini untuk
media dalam negeri/Indonesia. Media asing seperti
beberapa majalah di Australia dan Amerika bahkan
bisa memberikan honor yang lebih tinggi yaitu antara
Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,- per artikel yang
dimuat ; nominal mata uang sebenarnya dalam dolar
dan tentu saja setelah ditransfer ke rekening kita
akan berubah menjadi rupiah). Ada pula beberapa
media majalah yang memberikan patokan honor
berdasarkan jumlah halaman cetak jadi yang dimuat di
majalah tersebut dimana per halaman untuk tulisan
yang dimuat dihargai antara Rp 70.000,- s/d Rp
100.000,-. Jadi kalau tulisan artikel kita yang
tadinya pendek karena diketik dalam 1 spasi atau
satu setengah spasi dengan total halaman 2 lembar
misalnya, bisa jadi setelah diedit dan dilayout oleh
tim redaksi majalah, tulisan kita bisa disulap
menjadi 4 hingga 6 halaman atau bahkan mungkin
dipersingkat menjadi kurang dari naskah aslinya.
Jadi semuanya tergantung dari kebijakan tim redaksi
majalah yang kita kirimi naskah artikel kita.
Biasanya, bila naskah artikel kita dimuat di suatu
majalah kita akan diberikan edisi majalah yang
memuat tentang tulisan kita secara gratis (disamping
honor yang kita terima). Namun jangan terlalu
banyak berharap karena tidak semua media cetak
mempunyai kebijakan seperti itu. Bila tujuan kita
menulis bukan untuk dimuat di majalah atau koran,
melainkan untuk diterbitkan dalam bentuk buku, dari
hasil obrolan dengan para penerbit, biasanya para
penerbit memberikan royalti (hak cipta) yang dinilai
dalam bentuk uang yang nominalnya biasanya sebesar
6% - 10% dari total penjualan / cetakan yang biasa
dibayarkan setiap penerbit mencetak dan menerbitkan
buku tulisan kita. Ada penerbit yang sekali cetak
bisa berani mencetak ratusan buku atau bahkan ada
yang sekali cetak bisa sampai 1000 buku atau bahkan
lebih. Semua tergantung ke masing-masing penerbit.
Dalam komunikasi dengan penerbit, kita bisa
berkomunikasi dengan telepon (untuk penerbit luar
kota) atau mendatangi langsung ke alamat penerbit.
Sedangkan untuk pengiriman naskah karya tulis kita
bisa lewat pos, lewat e-mail atau bahkan diserahkan
langsung dengan dibawa sendiri ke penerbit. Ada
penerbit yang hanya meminta versi digital tulisan
kita (dalam bentuk file Ms-Word atau RTF) yang
disimpan di disket atau CD atau dikirim lewat
e-mail, dan ada pula yang bahkan meminta baik versi
digital tulisan kita (dalam bentuk file Ms-Word atau
RTF yang disimpan di disket atau CD) maupun versi
cetaknya (yang dicetak/di-print di kertas folio atau
A4). Semuanya tergantung dari kebijakan
masing-masing penerbit. Untuk itulah sebaiknya kita
melakukan konfirmasi dan negosiasi dulu dengan
penerbit tentang bentuk dan format naskah tulisan
kita serta cara pengirimannya.
* * *
Tips Mengirim Naskah Artikel ke Media Massa
Sebagai penulis tentunya kita
dituntut untuk selalu produktif dalam menghasilkan berbagai
karya tulisan, baik itu yang berupa cerita fiksi, atau
bahkan tulisan yang sifatnya informatif, seperti artikel
mengenai cara berkebun, artikel resep masakan, maupun
artikel mengenai segala hal yang berhubungan dengan
teknologi, misalnya saja artikel tentang berbagai tips dan
pembahasan mengenai software komputer terkini.
Ingatlah bahwa tulisan kita bisa "dijual" dan bermanfaat
bagi masyarakat secara luas. Tentu kita tidak ingin
bahwa tulisan dan naskah karya kita hanya menumpuk begitu
saja di rumah, atau bahkan di hard disk komputer kita tanpa
berdaya guna apa-apa. Buat apa produktif kalau kita
tidak bisa menghasilkan "uang", sesuatu yang bisa sekedar
menjadi insentif bagi kita untuk terus berkarya.
Memang segala kegiatan tulis menulis tidak sepenuhnya harus
melulu bersangkut paut dengan uang, namun tentunya sebagai
penulis kita juga membutuhkan penghasilan untuk dapat terus
"hidup" dan "eksis" melalui tulisan-tulisan kita.
Honor yang kita dapat dari menulis selanjutnya bisa kita
gunakan untuk berbagai keperluan riset, misalnya, atau
paling tidak untuk membiayai pengeluaran "perangko" atau
untuk membiayai "ongkos mengirim artikel melalui internet di
warnet". Oleh karena itulah, sedapat mungkin setiap
naskah tulisan kita hendaknya berbobot, berkualitas dan
bernilai "jual" sehingga bisa layak dimuat di berbagai media
massa baik lingkup nasional maupun internasional.
Karena dewasa ini dunia internet sudah
begitu akrab di kalangan para penulis dan banyak membantu
dalam pengiriman naskah artikel dengan biaya yang lebih
murah, cepat dan efisien, maka dalam artikel tips kali ini
akan dimuat beberapa alamat e-mail redaksi media massa mulai
dari surat kabar, tabloid hingga majalah. Semoga
alamat-alamat e-mail ini cukup berguna bagi para penulis
yang ingin "mengadu nasib" mengirimkan naskah-naskah
artikelnya. Naskah artikel bisa dilampirkan sebagai
file attachment (file lampiran) dalam e-mail yang kita kirim
ke redaksi media massa. Tentunya di e-mail yang kita
kirim tersebut, sebaiknya kita berikan surat pengantar yang
berisikan mengenai data pribadi kita, seperti nama, alamat,
pendidikan terakhir penulis, minat dan spesialisasi penulis, nomor telepon, alamat e-mail
hingga nomor rekening bank untuk menampung honor dari media
massa bila tulisan kita dimuat. Biasanya kita baru
akan menerima respon atau konfirmasi dimuat tidaknya karya
tulis kita antara 1 hingga 2 bulan semenjak tanggal
pengiriman naskah artikel.
Berikut ini
disajikan beberapa alamat e-mail redaksi media
massa (surat kabar, tabloid dan majalah baik
dalam maupun luar negeri), semoga bisa membantu
Anda yang ingin mengirimkan naskah karya tulisan
demi mengais rupiah atau bahkan dolar dan euro :
Surat Kabar
"Berita Sore" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Medan Bisnis" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Mediator" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Portibi" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Realitas" (Indonesia)
i[email protected]
Surat Kabar
"Sinar Indonesia Baru" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Waspada" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Haluan" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Singgalang" (Indonesia)
t[email protected]
Surat Kabar
"Riau Mandiri" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Sumatera Ekspres" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Berita Kota" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Bisnis Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Seputar Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Guojiri Bao" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Harian Perdamaian / He Ping Ribao" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Indonesia Shang Bao" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Lampu Merah" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Media Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Modal" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Pantura" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Pantau" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Prospektif" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Republika" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Suara Karya" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Terbit" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"The Jakarta Post" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Warta Kota" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Metro Bandung" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Pikiran Rakyat" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Harian Banten" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Solo Pos" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Suara Merdeka" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Wawasan" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Kedaulatan Rakyat" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar "Malang Pos" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Jawa Pos" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Radar Bogor" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Radar Cirebon" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Radar Semarang" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Radar Sorong" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Seputar Indonesia" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
;
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Suara Pembaruan" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Kompas" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Koran Tempo" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Surat Kabar
"Pikiran Rakyat" (Indonesia)
[email protected]
Tabloid
"Senior" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar "Nusa" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Kupang Pos" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Banjarmasin Post" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Indonesia Merdeka" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Pedoman Rakyat" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Nyiur Post" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar
"Cendrawasih Post" (Indonesia)
[email protected]
Surat Kabar "Sun Herald" (Australia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Teknologi (USA)
[email protected]
Majalah Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi "Science" (USA)
www.submit2science.org
Majalah Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi "NewScientist" (UK)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
;
[email protected]
Majalah Ilmu
Pengetahuan & Teknologi "Scientific American"
(USA)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
teknologi komputer tablet (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "PC World" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "Mac World" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "Mac World" (UK)
[email protected]
Majalah
Komputer "Maximum PC" (USA)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Komputer "PC Gamer" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "CPU Magazine" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "PC Magazine" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "PC Today" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "Smart Computing" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "Windows IT Pro" (USA)
[email protected]
Majalah
Komputer "Web-User" (UK)
[email protected]
Majalah
Komputer "PC World Australia" (Australia)
[email protected]
Majalah
Komputer "Mobile Magazine" (USA)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Komputer "PC Media" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer "CHIP" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer "Komputer Aktif" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Komputer "Info Komputer" (Indonesia)
[email protected]
Majalah /
Tabloid Komputer "Tabloid PC Plus"
[email protected] ;
[email protected]
Tabloid
Komputer "PC Mild" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer "E Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Televisi Satelit dan Antena Parabola "Tele-Satellite
International" (Jerman)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Teknologi Satelit dan Telekomunikasi "Sat
Magazine" (USA)
[email protected]
Majalah
Fotografi "Popular Photo" (USA)
[email protected]
Majalah
Otomotif Mobil Balap "Race Car" (USA)
[email protected]
Majalah Sound
Sistem Audio Video "Sound And Vision" (USA)
[email protected]
Majalah HP
dan Telekomunikasi "Australian Telecom"
(Australia)
[email protected]
Tabloid
Komputer "Komputek" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Telepon Genggam dan Elektronik "T3" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer, HP, dan Elektronik "Hardware Magazine"
(Indonesia)
[email protected]
Majalah HP
"MnS" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah HP
"Sinyal" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Komputer dan Playstation "Hot Game"
(Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer dan Playstation "Game Station"
(Indonesia)
[email protected]
Majalah
Komputer dan Playstation "Digicom" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Animasi "Anima" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Komik
"Sequen" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Komik
Bali "Bog Bog" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Resensi Film "Cine Mags" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Remaja "Hai" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Remaja "Kawanku" (Indonesia)
www.kawanku-online.com
Majalah
Remaja "Lisa" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Remaja "Gadis" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Cerpen Remaja "Cerita Kita" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Sastra "Horison" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
Majalah Sepak
Bola "Soccer" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Pendakian Gunung "Climber" (UK)
[email protected]
Majalah
Pendakian Gunung (Italia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Sepeda "Cycling" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Mobil
"Car And Driver" (USA)
[email protected]
Majalah
Wisata Bali "My Bali Magazine" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wisata Bali "Bali Bite" (Indonesia)
[email protected]
Tabloid Flora
Fauna "Agrobis" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Flora Fauna "Flona" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Flora
Fauna "Trubus" (Indonesia)
[email protected]
Tabloid
"Agrina" (Indonesia)
[email protected]
Tabloid
Wanita "Nurani" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Femina" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
"Gratina" (Indonesia)
[email protected]
Tabloid
Wanita "Nova" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Tabloid
Wanita "Nyata" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Alia" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Chic" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Ayah Bunda" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Noor" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Kartini" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Cosmopolitan" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Her World" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Wanita "Editor's Choice" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah Wanita "Better Homes and Garden" (USA)
[email protected]
Majalah
Wanita "Womans Day" (USA)
[email protected]
Majalah
Kuliner "Menu Sehat" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Kuliner "Sedap Sekejap" (Indonesia)
[email protected]
Majalah Alam
Semesta "Nature" (USA)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah Flora
Fauna dan Pelestarian Alam "Natur"
(Jerman)
[email protected]
Majalah
Anjing "Your Dog" (UK)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Kucing "Your Cat" (UK)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Kucing "Cats" (USA)
[email protected]
Majalah
Anjing "Chiens Sans Laisse" (Perancis)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Anjing, Kucing dan Hewan Peliharaan "Pets Vets
and People" (Australia)
www.petsandvets.com.au
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Berita "Tempo" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Berita "Berita Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Berita "Garda" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Berita "Gatra" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Berita "Gamma" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Berita "Der Spiegel" (Jerman)
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Nederland" (Belanda)
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Denmark" (Denmark)
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Kanada" (Kanada)
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Amerika" (USA)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Asia" (Singapura)
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
"Readers Digest Indonesia" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
"Intisari" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Astronomi "Centaurus" (Indonesia)
[email protected] ;
[email protected] ;
[email protected]
Majalah
Desain Grafis "Concept" (Indonesia)
[email protected]
Majalah
Bisnis dan Ekonomi Asia "Singapore Business
Review" (Singapura)
[email protected]
;
[email protected]
Sebenarnya
masih banyak lagi alamat e-mail berbagai media
massa yang bisa dijumpai di internet, dan bila
Anda masih kurang puas dan ingin mencari lebih
banyak lagi alamat e-mail berbagai media massa
di seluruh dunia, Anda bisa mencarinya melalui
www.google.com
atau
www.yahoo.com .

Bila Anda mempunyai
alamat-alamat e-mail terbaru dari
majalah-majalah atau surat kabar baik yang
berada di Indonesia maupun yang berada di luar
negeri, Anda bisa membaginya bersama kami dengan
mengirimkan informasi mengenai berbagai alamat
e-mail media massa terbaru (diketik dan dikirim
lewat e-mail) ke alamat e-mail Forum Penulis
Kota Malang
[email protected] .
Informasi Anda tentu akan sangat berguna dan
membantu sesama penulis di tanah air. Kami
nantikan partisipasi Anda.

Demikian beberapa tips yang mungkin
bisa berguna dan menjadi pedoman bagi para calon
penulis yang ingin menekuni bidang tulis menulis.
Penulis sadar bahwa penulis yang masih pemula ini
tentu tidak ada apa-apanya dengan mungkin beberapa
penulis senior yang mungkin lebih banyak
berpengalaman. Semoga tulisan ini bisa menjadi awal
yang baik bagi para penulis senior agar mau juga
berbagi ilmu dan pengalaman dengan
Forum
Penulis
Kota Malang
ini.


Ditulis oleh :
Admin Forum Penulis Kota Malang |