Petunjuk mengemudi di Malam Hari.
Mengemudi di malam hari itu terkadang lebih menyenangkan. Udara tidak
panas, dan biasanya situasi lalu lintas lebih lenggang dibanding siang
hari. Akan tetapi, pekerjaan ini terkadang berbahaya hingga Anda perlu
jauh lebih berhati-hati. Berikut ini beberapa petunjuk yang patut Anda
cermati, demi keselamatan Anda sendiri dan pengendara lain.
1. Yang harus diperhatikan adalah Anda harus melihat dan terlihat
jelas. Yakinkan, lampu, kaca spion mobil Anda berdungsi baik dan dalam
keadaan bersih.
2. Ketika mengemudi di malam hari, gunakan selalu lampu besar dan
jangan membiasakan menggunakan lampu kecil ketika hari mulai gelap.
Agar lebih aman, gunakan paku marka (delineator) dan patok penuntun
(guide post) sebagai referensi dalam mengemudi.
3. Anda dapat melihat lebih baik dengan lampu jauh sampai dengan 100 m
jarak pandang. Namun, jaga agar tidak menyilaukan orang lain yang
datang dari arah berlawanan. Bila Anda abaikan, sorotan lampu jauh
mobil Anda dapat menyilaukan pengendara lain hingga kehilangan kontrol.
Tidak hanya orang lain yang dapat celaka, bisa jadi bakal mencelakakan
diri Anda sendiri. Tapi, jika Anda menggunakan lampu pendek, jangan
memacu mobil Anda lebih dari 65km/jam. Perhatikan itu!
4. Yang terpenting lagi, kalau ngantuk segera hentikan mobil Anda.
Istirahat sejenak, keluar sebentar dari mobil adalah cara ampuh
mengusir ngantuk. Selamat jalan, semoga selamat sampai tujuan!
memegang Kemudi di Medan Berat.
Mengemudi mobil jip memang sedikit lain dibanding mobil penumpang.
Terlebih lagi bila bakal menerjang medan berat. Posisi tangan dalam
memegang roda kemudi pun harus mendapat perhatian serius. Untuk mobil
yang tidak dilengkapi dengan power steering (kemudi daya), sebaiknya
Anda harus memegang roda kemudi dengan posisi ujung ibu jari ke atas
dan diluar lingkar kemudi.
Soalnya, jika roda
depan menghajar gelondongan kayu atau batu besar, roda kemudi itu bakal
berputar sangat cepat. Bila ibu jari berada di dalam lingkar kemudi,
bisa jadi bakal terkilir atau paling berat hingga patah tulang lantaran
terpukul gerakan jari-jari roda kemudi itu.
Selain itu, perhatikan dengan cermati arah ban mobil Anda. Bila lalai,
ke mana arah ban itu dibelokkan, keadaan ini sangat berbahaya lantaran
mobil dapat terjerembab ke jurang atau medan yang menyulitkan. Nah,
untuk memudahkan dalam menandai arah roda, Anda dapat menempelkan
isolatip warna putih di roda kemudi hingga arah roda depan dapat dengan
mudah dimonitor dari ruang kemudi.
Merawat Roda Penggerak Mobil FWD
JAMAKNYA mobil penumpang jenis sedan, selalu menggunakan sistem
penggerak roda depan. Maklum, metoda ini memang memiliki banyak
kelebihan dibanding cara konvensional yang menggunakan penggerak roda
belakang. Selain dapat mereduksi efek oversteering, mobil yang
menggunakan sistem FWD juga lebih sederhana konstruksinya. Soalnya,
transmisi dan gardannya dapat dibuat menjadi satu kesatuan sehingga
lebih menghemat biaya.
Cuma persoalnya, poros
atau as penggerak roda depan ini memang sering bermasalah. Pasalnya,
pusat tumpuan dan perputaran roda ini memang memiliki konstruksi rada
rumit agar dapat mengantisipasi gerakan turun naik dan harus didesain
agar memungkinkan roda depan dapat dibelokkan. Itu sebabnya, as roda
depan ini selalu dilengkapi dengan sambungan khusus yang lazim disebut
dengan velocity joint atau semacam cross joint yang jamak digunakan pada mobil penggerak roda belakang.
Pada titik sambungan inilah sering bermasalah. Misalnya, karet boot as
rodanya pecah. Kalau, dibiarkan terus, maka debu, pasir, atau kotoran
lain akan masuk ke dalam bola baja sambungan yang harganya cukup mahal
itu. Tentu saja, si bola baja itu dijamin rusak dalam tempo tak
beberapa lama. Lantaran itu, segera ganti karet boot as roda itu bila
ternyata bocor tau sobek. Coba, cek dulu pada mobil Anda!