Akal-akalan Slek
Kadang rider tak sadar akan hal-hal kecil. Misalnya gerigi tuas persneling kaki slek karena dimakan usia. Gejalanya kadang tidak kita sadari, saat sedang pindah gigi tiba-tiba tuas persneling tadi ngelos, akibatnya nggak bisa pindah gigi. Kalau kebetulan di gigi satu, ya terus aja disitu atau posisi gigi lainnya. Jelas ini berabe, Bro!
Pas dicek, gigi persneling tadi kendur dan nggak bisa menggigit tuas. Biasanya, penguatnya adalah baut ukutan 10 inci. Pas di kencengin tetep aja nggak menggigit. Hati-hati brother, kalu dipaksakan baut tadi bisa patah di dalam, ini bikin sengsara lagi karena tuas nggak bisa dibuka dan tetap dalam keadaan kendur.
Untuk itu sampean mesti antisipasi. Jika riding ditempat ramai atau banyak bengkel, masalah bisa langsung terselesaikan. Tinggal bawa kebengkel, tuas persneling diganti, beres! Tapi dalam keadaan darurat misalnya lagi turing yang jauh kemana-mana dan malam hari, sampeyan bisa susah sendiri.
Dari berbagai pengalaman peturing, ada tips yang layak disimak.�Nggak perlu khawatir apalagi panik, kalem aja, asal brother punya kunci ring 10 dan tang,� jelas Eko Yulianto, mekanik Carburator Springs juga ketua Outsiders Jakarta. Dua alat inilah penyelamat trouble ini.
Buka dulu tuas persneling yang slek tadi dengan kunci ring ukuran 10 dan sobat mencari alat bantu, yakni kabel kopling.�Gunakan tang, potong sedikit kabel kopling yang tidak terpakai. Lantas uraikan kabel tadi hingga menjadi serabut,�jelasnya. Serabut besi tadi berguna untuk memberikan permukaan tak rata pada gigi yang sudah slek. Setelah itu tinggal selipkan serabut ketuas persneling dan kencangkan lagi tuas tadi.
Untuk sementara tuas akan menggigit dengan baik. Nah, setelah lepas dari kesulitan tadi brother jangan lupa mengganti tuas yang sudah slek dilain waktu.
Tadi bagaimana jika tidak tersedia kabel kopling? Kan gak mungkin kemana-mana bawa kabel kopling. Namun jangan khawatir atau harap tenang. Bisa diakali dengan diganjal seng atau bekas kaleng minuman ringan. Tapi tentunya tidak sekuat menggunakan kabel kopling. Begitu roger�ganti!hehehe�
Demikian informasi dari saya tentang Akal-Akalan Slek yang dapat saya sampaikan, semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya.
Diam dan Ringkas dibuka.
Batok lampu di beberapa tipe motor bebek atau skubek pernah alami putus hubungan. Maksudnya sambungan antara batok rumah reflektor dengan panel spidometer mulai terbuka lantaran pengunci sudah aus. Begitu kena getar, suara aneh pun kerap terdengar.
Untuk mengatasi sih banyak cara. Pakai isolasi lebar, diganjal dengan busa di dalamnya sampai disatukan cable tie pun pernah dilakukan. Cuma begitu mau bongkar, batok lampu kelihatan kotor bekas lem dan perlu alat tambahan untuk meletak batok.
�Mau kerja ringkes, enggak kotor dan kelihatan menarik, saya punya ide disambung pakai pelat atau lembaran plastik tebal. Dan kalau mau kelihatan unik, bentuk pelat atau lembaran plastik tadi sesuai dengan keinginan,� ujar Machmudin alias Machmud, warga Krukut Raya, Limo, Depok yang sudah lakukan trik ini di motor bebek lawasnya.
Jika ingin seperti itu, kata Machmud modalnya juga enggak mahal. Sebab cuma butuh pelat besi atau plastik tebal 1 mm dibentuk ukuran 2�5 cm jika ingin model biasa, plus ditambah 4 sekrup sebagai pengunci (Gambar 1).
Kalau semua sudah di dapat, selanjutnya pelat besi lebih dulu dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki dan diperhalus sudutnya. Berikutnya pelat dilubangi pakai bor dengan mata bor ukuran diameter luar sekrup tersedia, ke masing-masing ujung pelat yang akan dipasang.
Begitu pelat kelar dilubangi, langkah selanjutnya membuat mal lubang baut di cover batok lampu sebelum dibor.�Dan biar lekukan disambungan batok tidak mengganggu, ada baiknya pelat diatur ulang agar posisi pas dan tepat,� wantinya.
Baru deh sekrup tadi ditancapkan kelubang yang sudah ada. Lalu kancangkan kembali pakai obeng kembang (Gambar 2). Nah, jadi ringkes kan!
Demikian informasi dari saya tentang Diam dan Ringkas dibuka yang dapat saya sampaikan, semoga berguna dan dapat menambah pengetahuan bagi yang membacanya.