Menghormati Perbedaan sebagai Dasar Etis Kerukunan Hidup Antarumat Beragama di Indonesia, makalah disampaikan dalam Seminar Nasional dan Dialog Publik dengan tema, “Kerukunan antarumat beragama di Indonesia”, yang diselenggarakan oleh Departemen dalam Negeri dan Yayasan Yusufi Beledung Tangerang, tanggal 6 februari 2007 di Gedung Serbaguna Base Camp Departemen Perhubungan-Jurumudi Lama. Pembicara lain dalam acara itu adalah Prof. Dr. KH.Said Agil Siraj MA (PBNU)
2.
Rencanaku bukan rencanaMu (Cahaya Kebangkitan) (cerpen), Viva Vox edisi 61 Th. XXXI Juli – Desember 1991, Diterbitkan oleh Elex Media Computindo Jakarta dalam kumpulan cerpen Viva Vox Tak Hanya Satu Jalan, 2007.
3.
Kegiatan publik. Moderator seminar sehari, “Aku ingin dimengerti,” dengan pembicara utama Novita Angie dan DR. Rose Mini A.P., M.Psi yang diselenggarakan oleh Putra Gembala Iman Anak Paroki Santa Maria Tangerang tanggal 21 Januari 2007.
4.
Menggadaikan Etika Profesi (KOMPAS, Rabu, 14 Maret 2007)
5.
Pendidikan dan Kekerasan (KOMPAS, Rabu, 11 April 2007)
Pendidikan Keluarga dan " Salus Publica " (KOMPAS, Senin, 22 Desember 2003)
Jurnalistic Reports on www.mirifica.net
1.
Laporan Khusus audiensi delegasi Indonesia dengan Bapa Suci Yohanes Paulus II. Paus Yohanes Paulus II, "Jangan biarkan politik menjadi sumber perpecahan agama-agama." (21 Februari 2003)
2.
Vatikan : KWI akhiri kunjungan ad limina di Roma. Paus Yohanes Paulus II, "Agama yang autentik tidak mendukung terorisme dan kekerasan." (29 maret 2003)
3.
Laporan beatifikasi Ibu Theresa (23 Oktober 2003)
4.
Paus Yohanes Paulus II dalam misa beatifikasi ( 15 November 2003 )
La Dichiarazione della Conferenza Episcopale Indonesiana sull scoppio della bomba in Bali 15 Oktober 2002 (dalam bahasa Italia)
6.
Beatifikasi 6 orang kudus (21 oktober 2002)
7.
Roma : Kardinal Julius Darmaatmadja SJ, "Hukum, kebenaran dan keadilan harus ditegakkan" ( 22 november 2002 )
Jurnalistic and Academic writings 2001
1.
Tan Malaka : Menuju Indonesia yang Merdeka dan Sosialis (BASIS, No. 01-02, Tahun ke-50, Januari-Februari 2001, hlm 59-71)
2.
Berhenti Mengutuk Gulita, Nyalakan Pelita Harapan (ROHANI, No 05, Tahun ke-48, Mei 2001, hlm 17-21)
3.
Romo kok berpolitik! (ROHANI, No 08, Tahun ke-48, Agustus 2001, hlm 13-16)
4.
Kebahagiaan Keluarga Kepala Desa (HIDUP, 17 Juni 2001)
Jurnalistic and Academic writings 2000
1.
Bius Desi Ratnarkotikasari (Majalah AQUILA, No. 2 Th. LXX Maret – Juni 2000, hlm. 10 –13)
2.
Pastor Ars (ROHANI, No 07, Tahun ke-47, Juli 2000, hlm 40)
3.
Ilalang (ROHANI, No 08, Tahun ke-47, Agustus 2000, hlm 40)
4.
Orang tak Beriman (ROHANI, No 09, Tahun ke-47, September 2000, hlm 40)
5.
Ugahari (ROHANI, No 10, Tahun ke-47, Oktober 2000, hlm 40)
6.
Memoria (ROHANI, No 11, Tahun ke-47, November 2000, hlm 40)
7.
Karoling (ROHANI, No 12, Tahun ke-47, Desember 2000, hlm 40)
8.
Mati Sunyi Seorang Guru (BERNAS, Jumat Wage, 28 April 2000)
Jurnalistic writings 1999
1.
Dr. Amin Rais, “Lebih cepat dari kesiapan kita...” (HIDUP, 21 Februari 1999)
2.
Tukar Senjata dengan Kedamaian (ROHANI, Juli 1999, hlm 285-294)
3.
Tuhan sudah Mati? (ROHANI, Desember 1999, hlm 518-523)
Academic writings 1998
1.
“Mencari “Kelinci” di Seminari Garum” dalam buku Membuka Topeng Seminari(S)Catatan perjalanan di Seminari Garum 1987-1995 , Epilog Y.B. Mangunwijaja, 1998, hal 5-12.
2.
Analisis Kultural Munculnya Demokrasi (BASIS, Nomor 09-10, Tahun ke-47, September- Oktober 1998, hlm 45-47)
Academic writings 1997
1.
Ahmad Wahib : Sekam yang Terus Menyala (Majalah Filsafat Driyarkara, Tahun XXIII, no 2 hlm 24-31)
Jurnalistic writings 1996
1.
Slamet Raharjo (HIDUP, 28 Januari 1996)
2.
Okky Asokawati (HIDUP, 18 Februari 1996)
3.
Penerima Anugerah Yap Thiam Hien 1995, Ny. Ade Rostina Sitompoel, “Ini Panggilan Saya...” (HIDUP, 25 Februari 1996)
4.
Keahlian Berkotbah Bukan Bakat (HIDUP, 10 Maret 1996)
5.
Prof. Dr. Daoed Joesoef (HIDUP, 10 Maret 1996)
6.
Pastoran St. Agustinus TNI-AU: “Cockpit pun bisa jadi Gereja...” (HIDUP, 31 Maret 1996)
7.
Ilen Surianegara (HIDUP, 7 April 1996)
8.
Antara Teritorial dan Kategorial (HIDUP, 7 April 1996)
9.
Menuju Paskah Abadi (HIDUP, 14 April 1996)
10.
Teguh Karya (HIDUP, 28 April 1996)
11.
Tidak Boleh Menyangkal Iman (HIDUP, 23 Juni 1996)
12.
“Pait ya Pait, Legi...” (HIDUP, 28 Juli 1996)
13.
Pastor Joannes Reijnders SJ (HIDUP, 25 Agustus 1996)
14.
Gereja St. Paskhalis : Menghindarkan Umat dari Sakit (HIDUP, 1 September 1996)
15.
Ekaristi tak bisa lepas dari Ibadat Sabda (HIDUP, 15 September 1996)
16.
Spiritualitas Balas Dendam dalam Film Silat Cina (KOMPAS, Minggu, 15 September 1996)
17.
Paquita Widjaja (HIDUP, 22 September 1996)
18.
Simbol Kekalahan Orang-Orang Kecil (HIDUP, 14 Januari 1996)
19.
Kembalinya Firdaus yang Hilang (HIDUP, 3 Maret 1996)
20.
Oedipus Mencari Kebenaran (HIDUP, 24 Maret 1996)
21.
Berita Keselamatan Lewat Wayang (HIDUP, 5 Mei 1996)
22.
Cinta Manusia-Manusia Licik (HIDUP , 21 Juli 1996)
23.
Memperkaya Musik Gereja dengan Post-Romantik (HIDUP, 30 Juli 1995)
Jurnalistic writings 1995
1.
Kucing, Homeros, dan Pasal 510 KUHP (HIDUP, 12 Februari 1995)
2.
Kembalikan Supremasi Hukum (HIDUP, 21 Mei 1995)
3.
Jika Kelompok Kategorial Rayakan Paska (HIDUP, 21 Mei 1995, hlm 20-21)
4.
Frans Magnis-Suseno SY (HIDUP, 21 Mei 1995)
5.
Gereja Kita adalah Rumah Allah (HIDUP, 4 Juni 1995)
6.
Magdalena Group : Mencari Anak yang Hilang (HIDUP, 4 Juni 1995)
7.
Ayo..!! Seminari Wacana Bhakti (HIDUP, 11 Juni 1995)
8.
Xanana Gusmao : Saya Tidak Punya Bapa Rohani (HIDUP, 25 Juni 1995)
9.
Kala Teater Putri Beraksi (HIDUP, data?)
10.
Mutiara Iman yang terpendam di Kampung Sawah (HIDUP, 23 Juli 1995)
11.
Bagai Benih di Semak Duri (HIDUP, 23 Juli 1995)
12.
Upacara ala Mahasiswa (HIDUP, 27 Agustus 1995)
13.
Refleksi Berujung debat Kusir (HIDUP, 24 September 1995)
14.
Mencerdaskan Bangsa lewat Otak (HIDUP, 24 September 1995)
15.
Ratna Sarumpaet (HIDUP, 1 Oktober 1995)
16.
Menterjemahkan Iman Katolok dalam Profesi (HIDUP, 8 Oktober 1995)
17.
Ardy Bernardus Wiranata (HIDUP, 15 Oktober 1995)
18.
Soedjati Djiwandono : Membenahi diri (HIDUP, 15 Oktober 1995)
19.
Keterlibatan sebagai Ragi (HIDUP, 22 Oktober 1995)
20.
Ketika Suara Malaikat Bergema Kembali (HIDUP, 29 Oktober 1995)
21.
Temu Hati Lewat Dialog Kemanusiaan (HIDUP, 22 Oktober 1995)
22.
Menilik Bisnis di Luar Sidang (HIDUP, 19 November 1995)
23.
Frederika Sandra Wati (HIDUP, 19 November 1995)
24.
Marrieta Sylvie Bolang (HIDUP, 19 November 1995)
25.
Disediakan Sembilan Bus Ber-AC (HIDUP, 19 November 1995)
26.
Mereka Kooperatif (HIDUP, 19 November 1995)
27.
Evangelisasi Lewat Lagu Tradisional (HIDUP, 26 November 1995)
28.
Katekismus Baru: Depositum Fidei (HIDUP, 3 Desember 1995)
29.
Thomas Paulus Oei Tjoe Tat (HIDUP, 24/31 Desember 1995)
30.
Memahami Penampakan Tidak Lebih (HIDUP, 24/31 Desember 1995)
31.
Sebuah Pusaran bagi Martabat Manusia (HIDUP, 28 Mei 1995)
32.
Cinta di Antara Semak Duri (HIDUP, 9 Juli 1995)
33.
Jangan Curi Kebahagiaan Anak Cucu Kita (HIDUP, 6 Agustus 1995)
34.
Meluruskan Sejarah Lewat Puisi (HIDUP, 3 September 1995)
35.
Ilmu Air dari Syekh Burdah (HIDUP, 17 September 1995)
36.
Pelarangan Buku Memoar Oei Tjoe Tat, Minggirnya Kritik Sastra di Indonesia (HIDUP, 15 Oktober 1995)
37.
Demi si Jabang Bayi (HIDUP, 29 Oktober 1995)
38.
Menyibak Keterlibatan Umat (HIDUP, 19 November 1995)
39.
Hidup Askesis :Perjalanan Mistik Penemuan Jati Diri Manusia (ROHANI, April 1995)
1989 - 1992
1.
La Carlota (cerpen), Majalah Viva Vox edisi...
2.
Cahaya Kebangkitan (cerpen), Viva Vox edisi 61 Th. XXXI Juli – Desember 1991, Diterbitkan oleh Elex Media Computindo, Jakarta, dalam kumpulan cerpen Viva Vox Tak Hanya Satu Jalan , 2007.