|
Pada satu
hari, Yesus memanggil semua murid-muridnya yang dua blas orang itu. Bilang
si Yesus, "wahai murid-muridku, aku mau kamu semua ambil satu urang satu
biji batu yang paling besar yang kamu buli angkat". Lalu dalam hati si
Petrus " buat apa bah si Yesus suruh kami amabil batu satu urang satu ini?
Ih.. bagus aku ambil yang kocil saja". Si Petrus pun ambillah batu yang
kecil, macam penumbuknya saja. Kemudian diurang pun pigi tempat si Jesus.
Rupa-rupanya Yesus kasi jadi roti itu batu. Punyalah menyesal si Petrus
sebab dia punya roti kecil saja.
Hari yang lain pula Jesus pun panggil diurang lagi. Bilang Yesus "ini hari
aku mau kamu ambil batu yang kecil, satu urang satu". Lalu dalam hati si
Petrus "oh..ini hari peluang aku tebus roti aku yang kecil dulu. Yesus mau
kasi jadi ruti lagi ini batu". Si Petrus pun ambil batu yang besar biar
pun dia susah angkat itu batu. Yesus pun suruh diurang mendaki bukit
sambil bawa itu batu. Punyalah keberatan si Petrus. Sampai di atas Yesus
suruh murid-muridnya humban itu batu sejauh yang bulih. Makin jauh itu
umbanan diurang, semakin besarlah tanah yang diurang dapat. Oleh kerana
batu si Petrus besar, dia dapat tanah yang kecil saja.
Satu minggu kemudain Yesus panggil lagi semua murid-muridnya. Dia bilang "kamu
semua ambil dua biji batu yang sama besar. Jangan yang telampau besar.
Yang kecil sajalah". Lalu timbul lagi niat buruk si Petrus. Di bilang
dalam hati "oh ini kali aku ambil batu yang satu besar dan satu kecil.
Kalau Yesus kasi jadi roti, aku kasi keluar yang besar. Kalau dia suruh
humban, aku kasi keluar yang kecil. Kemudian diurang pun bekumpullah di
satu tempat. Rupa-rupanya dua biji batu yang Yesus suruh pungut itu dia
kasi jadi biji pelir murid-muridnya. Punyalah si Petrus marah sebab
kontolnya satu kecil satu besar. Kawan-kawannya pun ketawa nampak biji
kontol si Petrus. Si Petrus rasa terhina. Sebab itulah dia menghianati
Yesus.. |