|
Kutunggu
momen ini setelah lelah kudikejar perasaan bersalah. Ya, inilah kuasa
Illahi…
Aku
tahu Dia takkan memberikan cobaan diluar kemampuan umat-Nya. Terkadang ada
hal yang memang sulit dimengerti dan memang bukan untuk dimengerti tapi
kita bisa merasakan bahwa ada sisi lain dibalik tabir itu.
Karena
di tim nasyid
inilah aku benar-benar interest merasakan warna dan nuansa yang
berbeda dalam hidupku. Akhirnya perlahan aku bisa juga menepis
ketakutan-ketakutan itu.
Hati-hatilah, Mier...
Dalam mendayungi bahtera
hidupmu, mengarungi lautan samudera yang begitu liar menantang. Karang
terjal, gelombang, topan, dan badai kerap menerpa dan menghempas bahkan
sanggup mengoyak isi hatimu namun kau harus tetap berdiri tegar menghalau
segalanya.
Jangan biarkan dirimu
terhanyut menghilang, biarkan dirimu mengarungi lautan itu sampai bisa kau
temukan tempat berlabuh meski kau sendiri tak tahu persis entah sampai
kapan bisa kau temui dan kau singgahi pelabuhan itu nanti.
Apabila nakhoda dan juru
mudimu senantiasa seiya sekata dalam melayarkan bahteranya niscaya kau
akan menepi dan bergayut lembut di pelabuhan biru yang sarat akan kasih.
Oh ,
Mierzhaku sayang...
Sampai
dimanakah kau bidukkan bahtera hidupmu?
Jalanmu
masih panjang berliku dan melelahkan...
|
Siapkan pundi-pundi
bekalmu, Mier…
Untuk masa yang pasti
menantimu bila maut datang menjemputmu,
sampailah sudah batas hayatmu. Tibalah saatnya kau bertaubat dari segala
perilaku jahat. Hendaklah kamu waspada sebelum ajalmu dijemput malaikat.
Tidakkah kau merasa kecewa sahabatmu yang ceria karena bekal yang cukup
tersedia sedang dirimu dalam bahaya?
Andai saja aku diberi
kesempatan untuk memilih antara menjadi manusia dengan menjadi kambing,
aku lebih memilih menjadi kambing... tidak akan membuatku malu dan
meringankan pertanggungjawabanku di yaumul akhir nanti.
Usia bukanlah bilangan
waktu, tapi bilangan kesadaran.
Aku
senang akan segala ketenanganku daripada ikhwan dan aku senang dengan
segala pejaman mata dari segala kesalahan, yang memberikan pertolongan
kepadaku dikala hidup matiku, siapakah yang mau memberikan hal ini
kepadaku?
Seandainya
hal ini benar-benar dapat ku peroleh niscaya akan kuberikan segala
kebaikan yang ada padaku.
Wallahu
‘alam bishawab.

|