prologue   chapter1   chapter2   chapter3    chapter4   guestbook   rendezvous   epilogue  

                                                                 Hidup       adalah putaran yang tak henti-hentinya antara pertemuan dan perpisahan. Setiap pertemuan menyimpan tangis perpisahan. Setiap perpisahan menyimpan senyum pertemuan.

Ikhtiar...

Mier, jangan katakan sekalipun dalam hatimu, dalam benakmu, disetiap desahan napasmu, dan disetiap aliran darahmu bahwa kamu tidak bisa. Sekali kamu katakan itu maka selamanya kamu takkan pernah bisa, katakan kamu harus bisa. Jangan lihat keberhasilan atau kegagalan di akhir. Tapi ikuti saja proses untuk mencapai bisa itu.

 

 

 

 

 

 

Di kala berpisah dengan sahabat janganlah berduka cita.

Karena yang paling kukasihi dalam dirinya mungkin lebih cemerlang

dalam ketiadaannya,

bagai sebuah gunung bagi pendaki,

nampak lebih agung daripada tanah ngarai dan dataran.

Gerangan apa sahabat itu hingga aku senantiasa mencarinya

untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

     

                                                                  

                                               

Kelembutanmu adalah sentuhan alam karunia yang menghiasi

nuansa hidup manusia. Maka ketulusan, wawasan, budi pekerti,

kelembutan sekaligus kekuatanmu adalah kepribadian yang amat cantik dimataku.

Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliaannya. Karena engkau dipandang

manusia bukan karena rupa dan kekayaan tetapi karena kesempurnaan akhlak.

 Sesungguhnya orang yang baik budi itu senantiasa berada dalam kenikmatan.

Karena dunia ini adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baiknya kesenagan 

adalah wanita shalehah. 

( dedicated to the most beautiful creation of Allah SWT in the world )

Tawakkal...

Kamu itu siapa Mier, amat kecil di mata Allah. Kamu

berasal dari-Nya, jadi kembalikan semuanya hanya pada

Allah, Insya Allah yang kecil itu pasti berarti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1