ketika ini hanya sebuah cerita
“Ceritakan semua yang terjadi malam itu !” bentakku
“Oh. Jadi kau benar-benar ingin tahu.” Ucapnya
“Cepat katakan!Tak usah banyak basa-basi kau!”
“karena kau yang minta, maka akan aku jelaskan sedikit. Tapiii…..” jawabnya
“Apa lagi yang kau mau?! Daripada membuang waktu.Lebih baik kau menjawab jujur pertanyaanku.Apakah ada seseorang yang menyelamatkanku dimalam itu hah?”
“Dd.. darimana kau tahu itu?”
“Tak usah banyak bicara!!Cukup jawab pertanyaanku dengan ya atau tidak!”
“Ya!! Itu memang benar!! Dan ibumu juga sebenarnya lepas dari tanganku! Lelaki yang sok pahlawan itu telah menghancurkan rencanaku.Karenanya, aku gagal merusak keluargamu!!”
“Apa sebenarnya yang kau inginkan dari keluargaku hah?!!! Katakan dimana ibuku sekarang!!!!”
“Peduli apa aku dengan ibumu haha. Jika dulu ia tidak menolakku untuk menjadi suaminya, maka ini semua takkan terjadi. Namun, karena aku telah gagal mendapatkan nyawa ibumu, maka kau yang akan menanggungnya!! Haha kemari kau!”
Ia menancapkan sebuah pisau tepat dijantungku. Gelap.Tak ada lagi yang bisa kulihat setelahnya.Mungkin inilah yang dinamai kematian.
***
“Sin… temenin aku ke drying land yuk..” seru Raras..
“Ya sebentar..” ucapku
Kusimpan dokumenku dengan memberi nama ‘kematian 2’ dan mematikan laptopku. Aku bergegas turun dari tempat tidurku dan menemani Raras mengambil baju-bajunya dimalam yang gelap ini. 1 2 3 4

