ketika ini hanya sebuah cerita
Tak ada barang-barang, tumbuhan, atau apapun itu.Seperti ruang hampa.Apapun yang kulihat, semuanya serba putih dan bercahaya.Kulangkahkan kakiku dan tak sengaja melihat pakaian yang aku kenakan.Aku mengenakan sebuah kain berwarna putih bersih yang terbujur dari atas badanku hingga ujung kakiku.Kudengar suara asing membisikkanku sebuah kalimat. ‘ikuti aku dan kau akan tahu apa itu kehidupan’ suara itu terus ada berulang kali. Dan sebuah ingatan tentang kejadian dimasa lalu itu pun seakan memaksa untuk diingat.Sebuah layar besar seakan menjadi media dimana ingatan-ingatan itu terulang. Ketika manusia laknat itu menarikku dan memaksaku untuk melakukan apa yang ia inginkan. Mengancamku dengan tamparan.Ketika aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ayahku yang mati dibunuh oleh tangan kotornya itu.Pisau tajam yang menancap tepat didada kanan ayahku. Membuatnya harus menutup mata untuk selama-lamanya.Mengikis sebuah luka yang tak bisa disembuhkan.Membangun rasa dendam yang amat mendalam.Kini pisau itu beralih kehadapanku. Tanpa segan ia menyayat pipi kiriku. Tersenyum sinis sambil berkata “mau seperti dia? Atau…. Ikuti apa mauku! Jangan sampai kau menyesal nantinya!” sebuah sayatan kembali dilukis dipipiku.Sakit… sangat sakit rasanya.Namun, jika aku menjerit. Akulah nanti yang akan menjadi sulit. Perlahan ia mendekat. Memberiku sebuah sapu tangan yang diarahkannya dibawah hidungku. Seketika akupun lemas dan tak tahu apa yang terjadi selanjutnya.Namun, ditempat ini.Ditempat sunyi nan kosong ini. Ada sebuah rekaman tentang apa yang terjadi padaku saat itu selanjutnya. Aku hanya dapat terdiam melihat ini.Tak percaya bahwa inilah yang terjadi. Begitu tega ia terhadapku.Merusakku.Ia membuatku remuk. Hancurlah sudah apa yang menjadi impiku. Dan ibuku… ia … ia juga membunuhnya… menancapkan pisau itu berkali-kali ketubuh ibuku. Sungguh aku sudah tak sanggup melihat ini.Tapi, aku melihat seorang laki-laki tinggi melindungiku.Apa benar ini yang terjadi? Laki-laki itu menendangnya hingga ia terhempas ketanah. Membopongku dan menggendongku. ‘jalan menuju rumah’ batinku. ‘siapakah lelaki ini?”
“Bangunnnn woyy banguunnnn… !!!!!” seseorang berteriak keras ditelingaku.
Dengan wajah bingung aku mengangkat mukaku dan melihat sekitar.Semua mata tertuju padaku.Mereka tertawa terbahak melihatku. ‘astaggaaa.. ini masih jam pelajaran.’ Senyuman bodoh muncul dari bibirku dan disabut dengan tawa keras dari teman-teman sekelasku itu. Sesuatu mengganjal dipikiranku.Tentang mimpiku.Apakah itu semua benar adanya?
Waktu istirahat akhirnya tiba.Aku langsung bergegas mencari orang yang sangat aku benci itu guna mencari kebenaran yang ada.Berlari aku demi mempercepat langkahku.Dari kelas menuju ke perpustakaan, lalu ke kantor utama. Batang hidungnya tak jua kutemukan.Aku mengitari seluruh bagian dari sekolah dan asramaku ini.’sial’ umpatku.Keputus asaan mulai menghampiriku.Hingga kuputuskan untuk kembali kedalam kelasku.Namun, begitu aku melewati lapangan sepakbola.Aku menemukan sosok yang sedaritadi aku cari.Langsung kuhampiri dia.

