ketika ini hanya sebuah cerita
Minggu pagi aku berangkat dari rumahku menuju sekolah yang juga adalah tempat tinggalku selama 2 tahun mendatang.Baru saja menapakkan kaki disitu, aku telah berpapasan dengan orang yang paling kubenci.Dialah orang yang telah membuatku hancur! Meremukkan segalanya dan menghempaskan itu semua hingga tak ada lagi sisanya. Sangat ingin aku melemparkan apapun yang ada kearahnya, jikalau aku bisa, akan kulakukan itu sesegera mungkin.
Aku hanya memalingkan wajah dan terus berjalan menyusuri koridor.Setibaku dikamar, aku langsung merebahkan tubuhku yang terasa sangat berat ini keatas tempat tidur yang menurutku tidak lebih nyaman dibandingkan dengan kasur kapuk yang kupunya dirumahku. Kunaikkan gagang kacamataku yang sedikit turun dan mulai mempersiapkan apa saja yang akan kulakukan untuk hari esok. Kulihat sebuah note kecil yang bertuliskan jadwal-jadwal club yang aku ikuti. Aku kembali tertegun. ‘banyak sekali bebanku’ pikirku.Kututup mataku dan membiarkan pikiran-pikiranku menyatu dalam alam bawah sadarku.
Hari baru telah menyapa.Kulangkahkan kakiku dengan malas menuju tempat dimana aku bisa sedikit menyegarkan tubuhku yang sangat lelah ini.Setelahnya, aku mengenakan seragam yang memang diharuskan untuk hari ini.Selesai bersiap, aku berjalan bersama teman satu kelas yang juga adalah teman sekamarku untuk berangkat sekolah.Ketika dikoridor, aku melihat sesuatu yang berbeda dari temanku itu.Kulihat bibirnya terus mengukir senyuman setiap saat.Entah apa yang terjadi padanya pada liburan kemarin. Pikiranku beralih saat aku mendengar alunan musik klasik yang bersumber dari arah setiap kelas. ‘Wow.’Hanya itu yang ada dibenakku.Program-program ketua OSIS yang baru sudah berjalan rupanya.Baiklah, mungkin hari ini akan menjadi hari yang menarik untukku. Kuulas sebuah senyum kecil dibibirku.Kulangkahkan kaki kecilku dengan tegap berjalan kekelasku.Kunikmati indahnya alunan musik dihari pertama ini.Benar-benar nyaman.Aku pun duduk dan mulai teranyuh dalam sebuah lamunan indah.Lamunan dimana masa-masa kecilku yang sangat membahagiakan.Ingin rasanya aku kembali kemasa-masa itu.Masa-masa dimana aku tak memiliki beban, masalah ataupun rasa takut menghadapi hari esok.Lamunanku terhenti ketika aku tanpa sengaja melihat sesosok pria berbalut baju yang serba putih berjalan didepan kelas.Tapi anehnya, pria itu seakan tidak memperdulikan keadaan sekitar. Terlihat dari cara berjalannya yang mengarah kedepan tanpa tolehan sedikitpun.
“Ba..Baikk bu.” Jawabku pelan
Semua teman-temanku seakan memandangku remeh. Yah, mereka tidak percaya dengan apa yang aku ungkapkan tadi. Padahal, memang itulah yang aku lihat.Kulanjutkan menyimak pelajaran yang sedang dibahas ini.Sedikit memusingkan memang.Namun, aku harus tetap berusaha demi menggapai cita-citaku.Bosan yang sangat pekat mulai menghampiriku.Menuntunku untuk menutup mata ini.Perlahan dua lingkaran yang sedikit berbentuk oval ini mulai merapat dengan pasti. Kumasuki alam bawah sadarku yang membawaku menuju sebuah dunia lain. Sangat berbeda dengan duniaku disini.Tak ada apapun disini.Tak ada barang-barang, tumbuhan, atau apapun itu.Seperti ruang hampa.Apapun yang kulihat, semuanya serba putih dan bercahaya.

